
Matahari masih belum menampakkan wujudnya dan angin dingin yang menusuk masih terasa suara jangkrik masih terdengar dan orang-orang masih terlelap dalam tidur Indah bulan pun masih Setia menampakkan wujudnya.
Tetapi tidak dengan seorang gadis yang begitu giat nya berlatih seorang diri, meskipun badan terasa lelah, peluh bercucuran menampilkan kecantikan alami di bawah sinar bulan yang menyinarinya.
Setelah lelah yang dirasa memuncak dia merebahkan sembarang tubuhnya yang mungil di atas rumput.
Dia adalah Lily Mo, gadis cantik yang sudah resmi menjadi nona di kediaman Jenderal Mo dan mendapat gelar di belakang namanya.
"Huh huh huh masih gelap, apa aku terlalu pagi bangunnya, sehingga Li Mu dan Li Min belum datang," gumam Lily yang masih mengatur nafasnya.
Setelah cukup istirahat dia memetik kelapa di pohonnya dan memotong bagian atas dengan pedangnya. letak pohon kelapa itu berada pada hutan belakang kamar Lily.
"Wahhh segarnya, sambil menunggu mereka lebih baik aku minum kelapa ini dulu untuk memulihkan tenagaku," gumam Lily.
2 buah kelapa sudah dihabiskan Lily datanglah Li Mu dan Li Min beserta Lin Sing. Sekarang Lin Sing menggantikan Yen Mo yang audah tidak melatih Liky lagi. Karena permintaan dari Lily. Awalnya Yen Mo bingung kenapa berhenti, tapi Lily memberikan alasan yang membuat Yen Mo tercengang.
"Lily kenapa kamu ingin kakak berhenti melatihmu, apakah kamu menyerah?" tanya Yen Mo kepada Lily.
"Bukannya menyerah, tapi aku sudah kuat," jawab Lily acuh.
"Hahahahahaha, baru juga beberapa bulan kamu latihan masa sudah kuat, jangan bercanda," kata Yen Mo ragu.
"Yaudah, kalau tidak percaya, aku bisa menunjukkannya," kata Lily.
"Ayo tunjukkan," kata Yen Mo menantang.
"Baiklah, kalau begitu kakak jadi lawan ku," kata Lily menantang seraya berdiri.
"Baik, siapa takut," kata Yen Mo seraya menerima tantangan.
Mereka saling pandang, memberi salam dan terlihat Lily yang masih diam tak bergerak. Mereka menggunakan pedang masing-masing.
"Ayo cepat, lawan kakak," kata Yen Mo.
"Aku tak ingin melawan duluan," kata Lily acuh.
"Huh, baiklah kalau begitu kakak duluan yang menyerangmu," kata Yen Mo yang mulai berlari menerjang Lily dengan menggunakan pedangnya.
Lily dengan mudah nya mengelak dan memukul bagian punggung Yen Mo. Yen Mo berbalik dan mencoba menebas Lily, tapi lagi-lagi dengan mudahnya Lily menghindarinya dan memukul bagian kaki Yen Mo.
10 menit Yen Mo menyerang tapi hanya ditanggapi hindaran dari Lily.
"Lily, kenapa kamu terus menghindar?" tanya Yen Mo yang mulai kesal.
"Baiklah, kalau begitu giliran ku untuk menyerang," kata Lily yang dengan santai nya berlari ke arah Yen Mo, di mulai membuang pedangnya kesembarang arah dan hanya menggunakan tangan kosong.
__ADS_1
Bagh
Akrhhh
Bugh
Akrhh
Bugh.
Serangan bertubi-tubi Lily terhadap Yen Mo tak dapat dihindari oleh Yen Mo, karena saat jarak mereka hanya 1 meter gerakan Lily sudah tak terlihat dan akhirnya Yen Mo tumbang.
"Sudah sudah, aku menyerah," kata Yen Mo yang sudah ambruk di atas tanah.
"Ayo berdiri," kata Lily yang mengulurkan tangannya untuk membantu Yen Mo bangun.
Lily pun mengambil sesuatu dibalik lengan pakaiannya. Terlihat pill berwarna hijau gelap dengan bau herbal yang pekat.
"Makan ini, pill ini akan memulihkan tenaga kakak," kata Lily menyerahkan pill.
Yen Mo pun mengambilnya dan betapa terkejutnya saat ini karena pill yang dilihatnya merupakan pill tingkat tinggi yang sangat mahal.
"I ini pill tingkat tinggi. Darimana kau mendapatkannya Lily?" tanya Yen Mo.
"Aku membuatnya sendiri, suuttt, tapi kakak jangan memberitahukan pada siapapun," kata Lily berbisik.
"Yaudah kalau tidak percaya, aku belajar saat kakak diistana, mana ada kakak tahu kan, dan juga nanti bakal ada kejutan lainnya" jelas Lily.
"Ohh, kakak percaya kok. Kakak akan tunggu kehutan lainnya darimu" kata Yen Mo yang mulai menelan pillnya.
Seketika badan Yen Mo yang terkena goresan dan luka dalam akibat pukulan Lily sembuh.
Flashback off
Lin Sing dilatih oleh Lily begitu juga Li Mu dan Li Min mereka dilatih dengan latihan berat. Terlihat saat proses latihan setiap hari memunculkan elemen yang ada pada diri mereka. Lin Sing memiliki elemen api, Li Mo elemen es dan Li Min memiliki 2 elemen yaitu angin dan petir.
Mereka sangat bersemangat latihannya.
"Ayo kita istirahat dan minum ini," kata Lily sambil menyerahkan satu buah kelapa untuk masing-masing.
"Kelapa? Apakah bisa diminum kak?" tanya Li Min dan yang lainnya juga kebingungan.
"Minumlah, ini tidak beracuk kok, ini akan membuat tubuhmu segar dan dapat memulihakan tenaga kalian," jelas Lily.
Mereka pun meminum kelapa muda itu dengan ragu-ragu.
__ADS_1
"Wahhh, enak, segar lagi," kata Li Mu dengan wajah berbinar.
"Iya sangat segar, lelahku juga hilang," kata Li Min.
"Iya ya, benar bagaimana kamu bisa tahu Lily, kalau buah kelapa ini bisa menyegarkan dan memulihkan tenaga?"
"Ahhh aku tak sengaja menemukannya," kata Lily berbohong.
Mereka bertiga hanya mengangguk percaya.
"Kita cukupkan latihan hari ini, dan pelajari buku ini," kata Lily seraya menyerahkan buku pada masing-masing.
"Wah buku ini, buku yang luar biasa, jurus pedang dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi," kata Li Mu dengan mata yang berbinar.
"Kami akan mempelajarinya dengan tekun kak," kata Li Min.
"Ya Lily kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mempelajari buku ini dan mempraktekannya," ucap Lin Sing tegas.
"Bagus Bagus, target yang ku ingin kan adalah dalam 6 bulan kalian harus sudah menguasai teknik pedang dalam buku ini, kalian sanggup?" kata Lily dengan memancarkan aura kepemimpinannya.
"Baik, kami akan laksanakan dengan baik," jawab mereka dengan tegas.
"Makan pill ini setiap 1 bulan sekali untuk membuat fisik kalian lebih kuat dan juga makan pill ini untuk meningkatkan elemen kalian," kata Lily sambil menyerahkan masing-masing dua botol porselin yang berisi pill tingkat tinggi.
"Terimakasih kak/Lily," ucap mereka serempak.
Lily puas dengan tekat mereka yang kuat.
Hari demi hari mereka lalui dengan selalu latihan di pagi hari ditemani Lily yang selalu mengawasi mereka latihan. Lily merasa puas karena dalam 5 bulan ini mereka sudah hampir mencapai target yang ditetapkan. Meskipun Li Mo dan Li Min masih kecil tapi mereka sangat pintar dan bisa dikatakan jenius karena dengan umur mereka yang 8 dan 6 tahun, mereka mampu mengimbangi Lin Sing yang sudah berusia 20 tahun. Benar yang dikatakan oleh pepatah 'belajar sedari kecil lebih efektif karena otak dan pikiran mereka masih murni'.
Agar kekuatan mereka tak diketahui Lily menyembunyikan aura kekuatan mereka seperti dirinya, tidak ada yang tahu tingkat kekuatan Lily kecuali Lily dan orang yang lebih kuat darinya.
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Happy Reading
Next...