
Lily yang mendengar itupun merasa senang, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan orang-orang terdekatnya yang dia lupakan.
"Yuk pergi ke ruang pribadiku," ajak Xia Leng dengan diangguki Lily.
Sikap Lily semenjak kehilangan ingatannya menjadi lembut pendiam lugu seperti sikap perempuan wajarnya.
"Yang Mulia tamu anda sudah di depan pintu," kata penjaga.
"Persilahkan mereka masuk," kata Xia Leng.
Saat Yen Mo, Mu Yue dan Lin Sing masuk dan melihat Lily yang berdiri di samping pemuda tampan yang tak mereka kenali langsung berlari memeluk Lily.
"Lily kau baik-baik saja? Kakak sangat khawatir," ucap Yen Mo yang meneteskan air matanya.
"A ahhh aku baik-baik saja," kata Lily.
"Jenderal mohon tenang dan duduklah terlebih dulu, aku akan menceritakan keadaan Lily," ucap Xia Leng.
Merasa pandangan Yen Mo yang minta penjelasan dari Xia Leng, dia pun menghela nafas.
"Huhhh, perkenalkan dulu, aku adalah Xia Leng Putra Mahkota kerajaan awan," kata Xia Leng.
"Maafkan kami kalau begitu Yang Mulia sudah tidak sopan," ucap Yen Mo.
"Tidak apa, aku tahu kalian khawatir," kata Xia Leng. "Aku memanggil kalian kesini untuk membantu Lily mengembalikan ingatannya, karena kata tabib dia mengalami hilang ingatan, tapi hilangnya hanya kejadian-kejadian saat dia berada di zaman ini," jelas Xia Leng.
Yen Mo sangat terkejut saat Xia Leng mengatakan di zaman ini dan otomatis Xia Leng tahu bahwa Lily bukan dari zaman ini. Mu Yue dan Lin Sing bingung saja, karena mereka tak tahu tempat asal Lily yang mereka tahu hanya Lily adalah orang yang menolong Yen Mo saat terluka di waktu menghilangnya dia.
"Ekhem, apakah kau tahu bahwa Lily bukan berasal dari sini?" tanya Yen Mo dengan hati-hati.
"Ya aku tahu, karena itu sudah ada di buku ramalan yang kupunya, dan apakah kau juga tahu?" tanya Xia Leng.
"Ya aku juga tahu, karena aku yang menyebabkannya terlempar ke sini," jawab Yen Mo.
"Benarkah, kenapa seperti itu?" tanya Lily yang dari tadi hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Aku akan menceritakannya," kata Yen Mo.
Yen Mo pun memceritakan saat dia terdampar di zaman modern atau zaman Lily sampai dia berada di sini dan menjadi adik angkatnya.
Saat mendengar cerita Yen Mo sedikit demi sedikit ingatan berputar di otak Lily. Dia mengerang kesakitan saat ingatan itu berputar dan sampai membuatnya tak sadarkan diri.
Seharian Lily tak sadarkan diri. Mereka menjaga Lily dengan telaten.
Bertepatan saat Xia Leng datang mata Lily perlahan terbuka. Dan orang pertama yang dilihatnya adalah Yen Mo yanh selalu setian menunggunya di samping peraduannya sambil memegang tangannya.
"Kakak," lirih Lily.
"Lily kau sudah sadar, apakah ada yang diperlukan?" tanya Yen Mo yang sangat khawatir.
Lily menggeleng pelan dan dia memandangi seluruh ruangan yang sangat tersa asing baginya.
__ADS_1
"Dimana ini kak?" tanya Lily.
"Di kerajaan awan," jawab Xia Leng santai sambil duduk di ujung peraduan Lily.
"Kau, ughh, kenapa kau di sini," kata Lily.
"Tentu aku di sini untuk menjaga calon istriku dan juga ini kediamanku," kata Xia Leng santai.
"Ck, kak kita pulang saja ya," kata Lily kesal.
"Nanti kau masih kurang baik," kata Yen Mo.
"Aku tak ingin di sini dan melihatnya," kata Lily memicingkan matanya pada Xia Leng.
"Jangan lupa kata-katamu yang sudah menerima lamaranku dan aku hanya memberi waktu 3 hari untuk kau memikirkannya," kata Xia Leng.
"Hah, benarkah itu Lily?" tanya Mu Yue.
"Tidak ada aku merasa tak mengatakan itu," kata Lily yang tak ingat.
"Tentu saja kau tak ingat, karena saat itu kau hilang ingatan," kata Xia Leng.
"Nahhh berarti itu tak sah dan batal setelah aku sembuh, ah aku hilang ingatan ya, kenapa?" kata Lily yang mulai kebingungan.
Yen Mo pun menceritakan kerusuhan di pesta pernikahannya karena kedatangan ratusan para pembunuh.
"Bagaimana dengan pelakunya, apakah di temukan?" tanya Lily.
"Sudah ku duga, lalu apa hukumannya?" tanya Lily.
"Dia di asingkan ditempat pengasingan," jelas Yen Mo.
"Huh terlalu ringan hukumannya, tapi apa boleh buat dia seorang Putri," kata Lily.
"Ekhem, maaf Jenderal saya meminta ijin kepadamu yang sebagai kakaknya untuk mengijinkanku melamar Lily," kata Xia Leng yang menghentikan obrolan Lily dan Yen Mo.
Uhuk uhuk uhuk. "Kau jangan aneh-aneh ya," kata Lily sambil melempar bantal kepada Xia Leng. Dia kan malu jika seperti itu.
"Maaf yang mulia aku tak bisa memaksa semua keputusan di tangan Lily," jelas Yen Mo.
"Ciee," goda Mu Yue dan Lin Sing.
Pipi Lily merona karena malu, dia langsung pergi.
"Mau kemana?" tanya Xia Leng.
"Jangan ikuti aku, aku ingin sendiri," kata Lily yang berlalu pergi.
Saat Xia Leng ingin mengejar tapi ditahan oleh Yen Mo.
"Biarkan dia sendiri," kata Yen Mo.
__ADS_1
Lily pun pergi tak bertujuan dia hanya terus berjalan.
...
Di kediaman Pangeran Chen, dia mendapat laporan dari pengawal bayangannya, bahwa Jenderal Mo, Mu Yue dan pelayan Lily yaitu Lin Sing pergi dengan tergesa-gesa dan dari salah seorang pengawal bayangannya yang lain me gatakan arah mereka pergi yaitu ke kerajaan awan.
"Sial, aku tak akan menyerah," gumam Pangeran Chen dengan geram. "Siapkan aku kuda, aku akan ke kerajaan awan," kata Pangeran Chen.
"Baik Yang Mulia," jawab pengawal bayangan.
Pangeran Chen berkuda seharian tanpa beristirahat dan karena sudah terlalu lelah dia memilih beristirahat di hutan yang dilaluinya yang sudah dekat dengan gerbang utama kerajaan awan.
Saat dia istirahat dengan tenang tiba-tiba para perampok yang sudah biasa merampok di daerah hutan itu mendatangi Pangeran Chen.
"Hey kau serahkan seluruh benda berhargamu jika kau tak ingin berakhir disini," ucap pria botak yang di duga ketuanya.
"Cihh, kalau aku tak mau," kata Pangeran Chen menantang.
"Jika kau tak mau terpaksa kami akan membunuhmu dan mengambil barang-barangmu," kata pria botak percaya diri.
"Kalian para tikus tak berguna, ingin membunuhku, jangan mimpi," kata Pangeran Chen sinis.
Geram dikatakan tikus tak berguna pria botak itu memerintahkan bawahannya yang berjumlah 8 orang menyerang Pangeran Chen.
Pertarungan pun terjadi, dengan mudah Pangeran Chen mengalahkan 2 orang dan masih berlanjut dengan yang lainnya. Mungkin karena tak fokus Pangeran Chen yang lengah terkena sabetan pedang si perampok dan melukai pergelangan nya. Tapi dengan sekuat tenaga Pangeran Chen masih melawan.
Tak jauh dari tempat perkelahian Pangeran Chen, ada Lily yanh sedang bersantai di atas pohon.
Treng trang
Suara pedang beradu yang memasuki pendengaran Lily yang bersantai.
"Akgh, kenapa tak ada hari tenang bagiku," gumam Lily kesal sambil mengacak rambutnya.
Karena sangat mengganggu dia pun mencari asal perkelahian itu.
*
*
*
*
*
Jangan lupa like, comments and vote.
Happy Reading
Next...
__ADS_1