
Dae membuka matanya dan melihat kalau mereka sudah sampai di depan rumahnya.
"Aku ketiduran ya. Maaf ya kalau aku gak nemani kamu nyetir," ucap Dae.
"Gak apa Dae. Udah buruan, nanti Mama kamu kecarian."
"Iya, aku masuk dulu ya," ucap Dae.
Lalu Dae keluar dari mobil Ilyas dan berjalan memasuki halaman rumah Dae. Tapi saat Dae berjalan, ternyata Ilyas ikut masuk ke halaman rumah Dae.
Dae mendengar langkah kaki yang mengikutinya dari belakang. Lalu dia menoleh dan terkejut melihat Presdir Ilyas mengikutinya.
"Loh, Pak ngapain ikut ke dalam?" tanya Dae bingung.
"Aku mau berpamitan sama orang tua kamu," ucap Ilyas santai.
"Oh...ya udah ayok masuk. Biar aku panggilkan Mamaku dulu," ajak Dae.
Lalu Ilyas menunggu Mamanya Dae keluar dari dalam rumahnya.
Dae memanggil Mamanya dan mengetuk pintu rumahnya. Namun yang membuka kan pintu itu ternyata pembantu Dae yaitu Bi Inem.
"Loh Bi, mana Mama?" tanya Dae melihat ke dalam ruangan.
"Nyonya belom pulang Non. Katanya tadi mau menyelesaikan kerjaannya dulu. Bibi disuruh nungguin Non Dae pulang," ucap si Bibi yang memberitahukan.
"Oh..., mmm ya udah, Bibi masuk aja lagi ke dalam," suruh Dae.
"Baik Non," si Bibi langsung meninggalkan Dae bersama Ilyas.
"Pak, Mama saya tidak ada di rumah. Jadi Pak Ilyas pulang aja ya," usir Dae.
"Kenapa kamu masih memanggilku Pak? Bukannya aku menyuruhmu memanggil namaku saja!" ucap Ilyas tak senang.
"Hehehe kebiasaan Pak, eh Yas. Maaf ya, aku belum terbiasa," ucap Dae cengengesan.
"Baiklah, aku pulang dulu. Sampai ketemu besok pagi, aku akan menjemputmu. Kita berangkat bareng," balas Ilyas.
"Aku gak mau merepotkan mu Yas dan di bilang manja. Biarkan aku berangkat sendiri ya," pinta Dae memelas.
"Tidak, pokoknya besok aku akan jemput kamu pagi. Aku pulang dulu," Ilyas berjalan mendekati Dae dan mengecup kening Dae dengan lembut.
__ADS_1
Dae terkejut dan merasakan kelembutan dikeningnya. Dia pun tersipu malu menatap Ilyas. Dae langsung kabur masuk ke dalam rumahnya.
Sedangkan Ilyas hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena lucu melihat tingkah Dae yang malu-malu. Dia pergi meninggalkan rumah Dae, kembali ke rumahnya.
Dae yang sudah masuk ke dalam kamarnya, merasa happy dan gembira karena cintanya tak bertepuk sebelah tangan. Dia masih tak menyangka kalau Presdir Perusahaan yang bekerja sama dengan Perusahaan tempatnya bekerja sekarang menjadi kekasihnya. Ini suatu khabar yang menggembirakan baginya.
"Hahhh, ternyata dia tidak seperti penampilannya. Orangnya lembut penuh perhatian. Tapi kalau berhadapan dengan yang lainnya, wajahnya selalu tanpa ekspresi," gumam Dae sambil menatap langit-langit atap kamarnya dari atas tempat tidur.
Saat Dae melamun, tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar.
"Dae....., sudah tidur ya sayang..!" panggil Mamanya.
Dae mendengar suara Mamanya memanggil, dia segera bangkit dari tempat tidur dan membukakan pintu kamarnya.
"Eh Mama, Dae belom tidur kok Ma...," sahut Dae.
"Oh ya tadi kamu pulang sama siapa nak?" tanya Mamanya langsung.
"Oh...itu, Dae tadi diantar sama Presdir Perusahaan yang bekerja sama dengan Perusahaan tempat Dae bekerja Ma. Emang kenapa Ma?" tanya Dae.
"Nggak, tadi si Bibi lapor ke Mama. Katanya kamu diantar sama cowok tampan banget. Jadi Mama penasaran aja benar gaknya si Bibi," jelas Mamanya.
"Hehehe, si Bibi bisa aja."
"Iya sayang, Mama baru aja pulang. Besok aja Mama selesaikan. Mama pengen istirahat dulu ya. Besok pagi Mama harus berangkat cepat," ucap Mamanya.
"Mau Dae pijitin Ma?" tanya Dae.
"Gak usah sayang. Mama istirahat aja. Lagian kamu juga besok harus ke Kantor kan! Jadi kamu juga harus istirahat ya. Met tidur ya sayang," Mamanya mengecup pipi kiri dan kanan Dae serta memeluknya sebagai ucapan selamat tidur yang biasa dilakukan Dae.
Dae pun masuk kembali ke dalam kamarnya setelah Mamanya pergi. Kemudian Dae membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Saat Dae hendak memejamkan matanya, tiba-tiba ponsel Dae berbunyi menandakan pesan masuk.
Dae mengambil ponselnya disamping bantalnya dan melihat pesan masuk dari siapa. Ternyata yang mengirim pesan ke Dae adalah Ilyas.
"Selamat tidur kekasihku, mimpiin aku ya...!😘😘😍," begitulah isi pesannya.
Dae senyum-senyum melihat emoticon yang dikirimkan Ilyas. Lalu Dae pun membalas pesannya.
"Iya makasih, mereka tidur juga ya Yas...😆," balas Dae.
Lalu Dae mengembalikan ponselnya kebawah bantal. Dia pun membaringkan kembali tubuhnya dan memejamkan matanya hingga dia terlelap.
__ADS_1
Pagi pun menyapa, Dae terbangun dan melihat cuaca cerah. Dae bergegas mandi karena dia harus berangkat ke Kantor. Dae mandi beberapa menit. Setelah itu dia memakai pakaiannya dan merias wajahnya dengan riasan sederhana.
Sedangkan dari luar kamar Dae, terdengar suara Mamanya yang mengajak Dae untuk segera sarapan pagi.
"Dae.....ayo sarapan sayang..!" panggil Mamanya.
"Iya Ma...! Dae segera keluar. Dae lagi bersiap dulu Ma.., bentar ya..!" sahut Dae dari dalam kamarnya.
Setelah selesai merias wajahnya, Dae pun melangkah keluar kamar menuju meja makan.
"Pagi Ma..!" sapa Dae sambil mengecup pipi Mamanya.
"Pagi sayang, ayo sarapan. Mama buatkan nasi goreng kesukaanmu," ucap Mamanya sambil menghidangkan nasi goreng keatas piring Dae.
"Waowww enak banget Ma. Mama emang top banget. Tau aja kemauan Dae pagi ini," puji Dae dengan gembira.
"Mama lihat kamu sepertinya hari ini kelihatan senang banget ya? Ada apa nih...?" tanya Mamanya.
"Ah Mama, gak ada apa-apa kok. Dae biasa aja loh Ma..," jawab Dae mengelak.
"Beneran nih....!"
"Iya Ma beneran kok."
Lalu terdengar suara mobil memasuki halaman rumah Dae. Dan Ilyas mengetuk pintu rumah Dae. Dia menepati janjinya untuk menjemput Dae agar berangkat ke Kantor bareng. Walaupun mereka beda tempat, tapi Ilyas akan mengantar Dae.
"Nya, diluar ada tamunya Non Dae yang kemaren," ucap Bibi yang memberitahukan.
"Oh iya Bi, suruh masuk aja," suruh Dae.
"Bi, ajak aja masuk ke dalam dan langsung suruh kemari biar sarapan pagi bareng. Sekalian Mama juga mau berkenalan," ucap Mamanya senyum.
Dae malu-malu seperti anak remaja yang batu jatuh cinta.
"Assalamu'alaikum Tante...!" sapa Ilyas.
"Ayo silahkan gabung, kita sarapan bareng. Kebetulan Tante masak agak banyak buat sarapan," ucap Mamanya Dae.
Dae tak berani menatap ke arah Ilyas. Dia hanya menundukkan wajahnya dan mengaduk-aduk nasi gorengnya.
"Ayo silahkan dicoba Nak Ilyas. Ini masakan Tante Loh...!"
__ADS_1
"Iya Tante, wah pasti Tante hoby masak ya." tanya Ilyas yang berusaha akrab.
"Ya begitulah. Tapi Tante gak banyak waktu buat memasak. Kadang-kadang aja kok," jawab Mamanya Dae.