Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 92


__ADS_3

Setelah selesai mengambil barang bawaan masing-masing, Dae berpamitan dengan mereka.


"Maaf, gw duluan ya. An, Lo gimana, siapa yang jemput?" tanya Dae saat mereka sudah selesai mengambil barang bawaan.


"Gw bareng Denny aja. Katanya akan di jemput, dan Denny menawarkan mengantarku," jawab Ani bangga.


"Owh baiklah. Kalau begitu, gw duluan ya," Dae pun meninggalkan Ani bersama yang lainnya.


Tiba-tiba Rion menarik lengan Dae, dan dia mengatakan sesuatu.


"Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang? Kebetulan rumahku juga searah denganmu," ucap Rion yang menawarkan diri.


"Bagaimana bisa? Dari mana kamu tau rumahku?" tanya Dea curiga.


"Tentu saja aku mengetahuinya," jawab Rion dengan menaik-naikkan alis matanya menggoda Dae.


"Aku tidak membutuhkan bantuanmu. Aku bisa pulang sendiri," Dae bergegas dari hadapan Rion. Dia tidak ingin berlanjut menjalin komunikasi dengan Rion.


Sementara Rion sengaja membiarkan Dae pergi. Dia senyum-senyum memandang kepergian Dae.


"Rion, Lo mau ikut gak bareng gw?" tanya Denny yang menghampirinya dari belakang bersama kedua sahabat mereka dan Ani.


"Gak perlu, gw sudah dijemput sama supir gw," jawab Rion tenang.


"Wah padahal, aku pengen kamu juga ikut bareng kita Rion. Sapa tau bisa makan nyantai dulu di luar sana," sambung Ani yang kecewa mendengar jawaban Rion.


"Iya Rion, ayo lah bareng kami aja. Kita bisa makan dulu di luar sana," ajak sahabat mereka yang lain.


"Gimana Yon, Lo mau gak?" tanya Denny lagi.


"Sorry gw gak bisa. Lain kali aja ya. Gw harus secepatnya kembali ke rumah. Sorry ya," ucap Rion nyantai. Rion memang tidak ingin gabung dengan mereka. Sikap dinginnya kembali muncul. Rion hanya ingin ikut jika Dae bersama mereka.


Lalu Rion pergi meninggalkan mereka dan berjalan ke arah pintu keluar. Sebenarnya Rion tidak kembali ke rumah orang tuanya. Dia kembali ke Apartementnya. Rion sengaja berjalan ke arah parkiran, supaya tidak bertemu dengan Denny dan yang lainnya.


"Tuan, silahkan masuk," ucap anak buahnya saat dia berada di depan mobil. Rion pun masuk ke dalam mobil itu.


Saat mobil itu hendak keluar dari area bandara, dari kejauhan Rion melihat Dae yang masih berdiri ditempat antrian Bus. Rion pun menghampirinya.


"Berhenti!" perintah Rion terhadap anak supirnya.

__ADS_1


"Ada apa tuan?" tanya anak buahnya heran.


"Saya ingin menemui seseorang. Kamu tunggu saja di sini dan jangan ikuti saya," perintah Rion.


Sang supir dan anak buah Rion saling berpandangan. Mereka heran melihat tingkah tuan mudanya yang tidak seperti biasanya. Keduanya menoleh ke arah tempat Rion menghampiri seseorang.


"Apakah tuan muda sedang jatuh cinta? Apakah gadis itu kekasih tuan muda?" bathin anak buahnya bertanya-tanya.


"Siapa gadis itu? Wah tuan muda mulai menyukai seorang perempuan. Ini Khabar baik buat tuan besar dan Nyonya," bathin supirnya yang terus melihat ke arah Dae.


Sementara Rion berjalan santai ke arah Dae dan dia berdiri tepat dihadapannya.


"Hei, pulang bareng aku aja yuk," ajak Rion.


Dae terkejut melihat kehadiran Rion yang sudah berdiri dihadapannya.


"Loh kamu!" seru Dae kaget. "Ngapain kamu ke sini? Mana yang lainnya?" tanya Dae celingak-celinguk.


"Mereka sudah pulang. Aku pulang sendirian. Kebetulan aku lewat dari sini dan melihat kamu. Ya lebih baik aku ajak kamu bareng pulangnya," jelas Rion tersenyum menawan.


"Kamu di jemput?" tanya Dae.


"Berapa bayarannya kalau kamu nganter aku ke rumah?" tanya Dae santai.


Dae tidak ingin memiliki utang budi terhadap siapapun, sehingga dia berani menanyakan ongkosnya.


"Tenang saja, kamu bisa membayarnya dengan apapun. Gimana? Hari sudah mau malam. Jalanan Ibu kota juga macet, gimana?" tanya Rion yang tak sabaran.


Dae menimbang-nimbang tawaran Rion. Lalu dia menjawabnya. "Baiklah, aku akan ikut bersamamu. Dan aku akan membayarnya dengan traktiran makan, gimana?" tanya Dae balik.


"Wow tentu saja aku mau. Tapi tidak malam ini. Bagaimana kalau besok kamu traktir aku makan siang?" tanya Rion penuh harap.


"Ok, besok kita akan makan siang berdua," jawab Dae. Mereka pun sepakat untuk bertemu kembali esok siang.


Akhirnya Dae pulang bersama Rion. Rion mengantar Dae ke rumahnya. Selama dalam perjalanan, Dae dan Rion terlibat obrolan nyantai membahas seputar kehidupan pribadi mereka. Hingga akhirnya Dae sampai di rumahnya.


"Apa kamu tidak menawarkan aku untuk masuk ke dalam dan mencicipi teh buatanmu?" tanya Rion sengaja.


"Lebih baik tidak. Aku tidak ingin Mama dan Papaku mengira kamu pacarku sekarang. Mendingan kamu langsung pulang. Dan besok aku akan menepati janjiku mentraktir mu makan siang, ok," ucap Dae menjelaskan.

__ADS_1


"Heum, baiklah. Tidak masalah. Masih ada lain waktu untukku berkunjung ke rumahmu. Besok ku tunggu janjimu," balas Rion.


Dae pun keluar dari dalam mobil, dia menunggu mobil Rion pergi dari rumahnya. Setelah mobil itu menghilang, Dae pun berjalan ke arah pintu rumahnya. Lalu Dae mengetuk pintu rumahnya


"Tok tok tok, bi...!" panggil Dae kencang.


Tak berapa lama, pintu depan di buka oleh si Bibi. "Wah nona sudah kembali!" serunya.


"Papa dan Mama dimana bi?" tanya Dae saat melangkah masuk ke dalam rumahnya.


"Tuan dan Nyonya ada di dalam kamarnya. Apakah nona, mau saya panggilkan mereka?" tanya si bibi.


"Ah tidak usah bi, nanti saat makan malam juga ketemu. Saya mau istirahat dulu. Bilang saja sama Papa dan Mama kalau saya sudah kembali dari Jogja," ucap Dae yang menyuruh si bibi memberitahu orang tuanya tentang kedatangannya.


"Baik nona," balas si bibi.


Dae berjalan ke arah kamarnya yang sudah beberapa hari tak ditempatinya.


"Wah kamar gw masih sama seperti pertama gw tinggalin. Bersih dan rapi. Pasti Mama nyuruh si bibi selalu membersihkannya," gumam Dae yang langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya.


Dae menatap langit-langit kamarnya. "Ah Ed, bagaimana khabar mu?" gumam Dae. "Dan juga bagaimana khabar mu Yas?" Dia mengingat kedua laki-laki yang pernah ada dalam hidupnya sebelum ke Jogja.


Saat Dae melamun, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar.


"Dae....kamu sudah pulang ya?" tanya Mamanya dari luar.


Dae langsung melompat dari tempat tidur untuk menghampiri Mamanya. Dia sudah sangat kangen ingin memeluk Mamanya menyalurkan seluruh kegundahan hatinya.


"Mama...!" seru Dae saat pintu kamarnya terbuka. Dae memeluk Mamanya dan mencium pipi kiri dan kanan Mamanya.


"Ya ampun Dae....., kamu ngagetin Mama aja," protes Mamanya. Tapi Mamanya tetap membalas pelukan anak tersayangnya.


"Dae kangen banget sama Mama!" seru Dae dengan sangat senang.


"Mama juga kangen banget sayang. Kamu kelihatan kurusan sayang," ucap Mamanya saat melepaskan pelukannya. Dan Mamanya meneliti kondisi tubuh Dae yang memang terlihat kurusan.


"Ah Mama, masa baru berapa hari gak ketemu, Dae udah kurusan," balas Dae tak terima ucapan Mamanya yang mengatakan dia kurus.


Mamanya Dae terus menatap tajam ke arah anaknya. Dia merasa ada sesuatu yang membuat wajah anaknya tak bahagia. Padahal Mamanya berpikir Dae akan merasa senang jika tugas ke Jogja sambil liburan.

__ADS_1


__ADS_2