Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 88


__ADS_3

Dae mencoba mengingat apa yang sudah di lakukannya. Kondisi Dae dan Rion saat ini masih dalam keadaan tanpa busana berbalut selimut. Saat Dae memikirkan apa yang terjadi saat malam itu, Rion mendekat ke arah Dae. Dia membisikkan sesuatu di telinga Dae.


"Kamu harus bertanggung jawab Sweety, karena keperjakaanku sudah kamu renggut," ucap Rion sambil mengecup daun telinga Dae.


Dae terkejut dan bulu kuduknya meremang karena kecupan yang diberikan Rion di daerah sensitifnya. Dia menoleh ke arah Rion dan menatapnya tajam. Dae sudah mengingatnya, mengingat apa yang dilakukannya terhadap Rion. Seketika wajahnya memerah menahan malu, karena begitu agresifnya dia melakukannya terhadap Rion.


"Apa! Enak saja, justru kamu sudah mengambil kesempatan dalam keadaanku!" teriak Dae marah.


"Sweety kamu seharusnya berterimakasih terhadapku. Kalau aku tidak menolongmu, maka saat ini kamu sudah berakhir dengan laki-laki itu," balas Rion dengan santai.


"Maksud kamu? Laki-laki itu, siapa?" Dae bingung dengan mengernyitkan keningnya.


"Sudah kamu juga nanti akan mengetahuinya. Sekarang kamu mau melanjutkan kegiatan kita tadi malam atau kita keluar dari sini?" tanya Rion dengan menaik-naikkan alisnya sambil menatap Dae dengan intens.


"Kenapa kamu memandangku seperti itu?" tanya Dae yang menutup tubuhnya dengan selimut.


"Hahahaha, Sweety, aku sudah melihat semuanya. Buat apa kamu menutupinya. Bahkan aku tau ada tahi lalat di bagian paha dalam kamu, benar gak, hah," Rion semakin menggoda Dae dengan memain-mainkan alisnya.


Rion sangat menyukai saat melihat wajah Dae yang merona karena digodanya.


"Dasar kamu itu mesum," balas Dae yang malu mendengar ucapan Rion.


Rion mendekatkan wajahnya ke arah Dae. Sementara Dae memundurkan tubuhnya hingga dia hampir terjatuh dari tempat tidur hingga terlepas genggaman tangan Dae dari selimutnya. Tapi Rion dengan sigap menarik tangan Dae dan memeluk tubuhnya hingga kulit mereka bersentuhan.


Dae memelototkan matanya karena adegan yang terjadi, tubuh mereka bersentuhan dalam keadaan telanj***. Sehingga Dae bisa merasakan degup jantung Rion yang terdengar kencang dan merasakan dada kekar Rion.


"Oh ya ampuuuun...., adegan apa ini? Kenapa aku seperti wanita ****** yang tidur sama laki-laki yang aku tidak memiliki perasaan. Apa mungkin Ani menjebakku?" bathin Dae bertanya-tanya.


Dae tak menyadari kalau mereka masih saling berpelukan hingga Rion yang sudah terbawa suasana langsung mendaratkan ciuman di bibir Dae. Dia melum** bibir Dae dengan lembut dan tangannya menarik pinggang Dae semakin erat dalam pelukannya.


Dae yang sedang melamun, tersentak karena ada benda kenyal yang menempel di bibirnya. Dia menatap tajam ke arah Rion dan langsung memberontak memukul-mukul dada Rion.


"Emmpp...," Dae berusaha melepaskan pagutan bibir mereka.


Rion tak ingin melepaskannya, namun karena dia tidak ingin Dae kehabisan nafas, Rion pun melepaskan tautan bibir mereka berdua.

__ADS_1


"Manis, nikmat seperti kamu," ucap Rion sambil mencolek dagu Dae.


Dae meninju perut Rion sehingga membuat Rion meringis.


"Awww Dae....kamu kejam sekali!" ucap Siwon sambil memegang perutnya.


"Kamu terlalu mesum dan kurang ajar. Awas, aku mau mandi," Dae menarik selimut yang menutupi tubuhnya dan membuat tubuh Rion yang polos terpampang.


"Sweety.....," panggil Rion.


Dae menoleh dan langsung berkata " Rion.......kenapa kamu tidak menutup tubuhmu!" bentak Dae sambil menutup matanya dengan kedua tangannya. Pipi Dae panas terbakar karena melihat pemandangan yang sangat indah. Dae langsung berlari ke kamar mandi sebelum Rion menjawabnya.


Rion hanya bisa tertawa melihat Dae dengan wajah merah merona.


"Lucu sekali kamu Dae, bagaimana bisa malu melihatku sekarang? Padahal kita sudah melewati malam panas yang menggairahkan tadi malam. Benar-benar unik," gumam Rion.


Lalu Rion memakaikan celana pendeknya dan menunggu Dae sampai selesai membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.


Setelah Dae menyelesaikan ritual mandinya, dia keluar dari dalam dan melihat Rion yang sudah memakai celananya.


"Aku mau kembali ke hotel. Kamu cepatan mandi dan antarkan aku. Aku gak tau saat ini sedang berada dimana," ucap Dae sambil berjalan ke meja rias untuk membenahi rambutnya.


"Ya, aku ingin kembali ke hotel," jawab Dae meyakinkan.


Dae tak menyadari ucapannya. Dia melupakan sesuatu, mereka sudah berbohong terhadap Rion dan yang lainnya. Bahwa mereka tinggal di Jogja. Rion tidak tau kalau sebenarnya Dae dan Ani liburan ke Jogja.


"Bukankah kamu tinggal di Jogja? Kenapa kembali ke hotel?" tanya Rion curiga.


Dae berhenti sejenak dari aktifitas merapikan rambutnya. Dia baru tersadar akan ucapannya.


"Ups kenapa aku lupa kalau mereka taunya gw dan Ani memang tinggal di Jogja. Aisssh Dae.....kenapa Lo bego banget.....," bathin Dae menggerutu.


"Kenapa diam? Kenapa kamu harus kembali ke hotel?" tanya Rion mengulanginya.


"Oh itu anu, aku memang tinggal di Jogja, tapi kadang aku ingin menginap di hotel. Bosen kalau terus di rumah. Biasa pengen refreshing, hehehe," jawab Dae sambil cengengesan demi menutupi kegugupannya.

__ADS_1


Rion menatap Dae dengan serius, dia menaikkan sebelah alisnya mencari jawaban yang sesungguhnya.


"Heum sepertinya dia berbohong. Tidak mungkin seseorang yang memang tinggal di Jogja, malah ingin menginap di hotel, apalagi seorang perempuan," bathin Rion.


Dae tak memperdulikan dengan apa yang di pikirkan nya, dia mencoba bersikap tenang dan berpura-pura.


"Oh kalau begitu baiklah. Aku akan mengantarkan mu kembali ke hotel. Kalau begitu aku akan mandi dulu. Tunggulah sebentar," balas Rion.


"Baik, aku akan menunggu." Dae pun menunggu Rion duduk di sofa depan TV. Dia menikmati tontonan yang di tayangkan.


Beberapa menit kemudian, Rion keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan yang sudah bersih dan rapi. Rion menoleh ke arah Dae yang sedang menikmati film di salah satu Chanel.


"Oh ya, apa kamu tidak ingin mengetahui bagaimana keadaan sahabat kamu?" tanya Rion tiba-tiba yang datang dari arah kamar mandi.


"Ani?" gumam Dae.


"Ya dia yang telah menjebak kamu tadi malam," ulang Rion.


"Apakah mungkin dia menjebakku? Kenapa dia melakukannya?" tanya Dae heran.


"Aku tidak tau, coba saja kamu tanyakan ke dia," suruh Rion.


"Apa kamu tau dimana dia sekarang?" tanya Dae berharap Rion mau memberitahukannya.


"Dia ada di salah satu kamar yang ada di club' ini bersama dengan laki-laki bayarannya," jawab Rion.


"Apa!? pekik Dae tak percaya.


"Ya, dia juga sedang menikmati malam panas dengan laki-laki yang akan melecehkanmu," balas Rion.


"Maksudnya dia melakukannya juga?" tanya Dae yang tak percaya. Dae langsung menutup mulutnya karena terkejut.


"Ya begitulah," jawab Rion dengan mengedikkan bahunya.


"Itu tidak mungkin. Dia tidak mungkin melakukannya," Dae menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang di dengarnya.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita tunggu mereka keluar dari salah satu kamar yang ada di sini," ajak Rion yang ingin membuktikan kebenarannya.


Dae diam dan berpikir. Apakah dia harus mengikuti ucapan Rion atau tidak. Namun dia juga penasaran dengan apa yang di katakan Rion. Dae menatap Rion untuk memastikan dirinya.


__ADS_2