Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 78


__ADS_3

Wah saya kembali lagi melanjutkan Novel ini. Buat yang masih mengikuti Novel ini, yuk lanjut lagi membacanya.


Novel ini terpaksa berhenti karena kesibukan author sebagai Assistent rumah tangga dan pengasuh anak. Jadi author hanya bisa mengerjakan dua novel saja dalam waktu bersamaan. Buat pembaca Novel ini, jangan kecewa ya.....


Terus dukung Author agar semangat dengan memberikan VOTE, LIKE, KOMEN dan HADIAH nya ya


******************😍😍****************


Setelah Dae dan Ani selesai menikmati makan malamnya, mereka menghabiskan waktu bersantai di depan TV. Keduanya dengan nyantai mengunyah cemilan dan menghabiskan beberapa minuman botol.


"Dae, besok kita kemana ya enaknya?" tanya Ani di sela acara menontonnya.


"Belum tau An. Emang Lo punya referensi buat kemana besok?" tanya Dae balik.


"Mmmm, belum ada sih," jawabnya. Lalu Ani mengambil ponselnya dan melakukan pencarian di google. "Wah lihat nih Dae, banyak juga tempat wisata yang bisa kita kunjungi besok," Ani memperlihatkan layar ponselnya.


Dae melihat nama-nama tempat yang memang menjadi pusat perhatian wisatawan lokal maupun luar.


"Sepertinya kita mulai ke tempat wisata Keraton," ucap Dae.


Ani pun mengecek tempat tersebut dan melihat-lihat beberapa foto yang di pajang di google tentang Keraton.


"Boleh juga tuh. Besok jam sembilan, kita harus bangun. Biar tidak kesiangan berangkat ke sana," balas Ani dengan semangat.


"Asal benar aja. Kadang Lo nya yang suka ngaret, susah bangun," sindir Dae.


"Eits enak aja. Kalau keadaannya seperti ini lagi happy-happy, gw pasti cepat bangunnya. Itu pasti," balas Ani meyakinkan Dae.


"Ya kita lihat aja besok. Kalau Lo telat bangun, gw ogah ngajak Lo jalan. Gw akan jalan sendirian dan ninggalin Lo di dalam kamar sendirian," ucap Dae cekikikan.


"Awas aja Lo kalau ninggalin gw sendirian di kamar. Gw akan balik ke Jakarta langsung," balas Ani yang gak mau kalah.


"Hahahaha, kita lihat aja," ancam Dae yang tetap teguh dengan ucapannya.


"Isssssh, Lo nih ya tetep juga ngeselin. Gak di kantor, gak di sini tetap ngeselin," ketus Ani.

__ADS_1


Dae hanya senyum-senyum tanpa mau menoleh ke arah Ani sahabatnya. Setelah mereka lelah untuk menikmati siaran TV. Keduanya memutuskan untuk naik ke atas tempat tidur dan mulai membaringkan tubuhnya.


Dae dan Ani tidur terpisah. Mereka tidur di tempat tidur masing-masing.


"Dae, gimana hubungan Lo dengan Ilyas?" tanya Ani sambil menatap langit-langit kamar itu.


Seketika Dae menoleh ke arah Ani. Kemudian dia pun ikut memandang langit-langit kamar itu.


"Gw dengan dia sudah tidak berhubungan lagi An," jawab Dae santai.


"Apa!" pekik Ani yang langsung memiringkan tubuhnya menghadap Meka. "Lo serius Dae? Kenapa?" Ani mencecer Dae dengan banyak pertanyaan.


"Buat apa Lo tau. Kepo banget sih," ketus Dae.


"Oh ya ampun..... Dae...., ya gw harus kepo dengan kehidupan Lo. Secara Lo kan artis kantor kita. Jadi gw harus update info duluan dari Lo," Ani tersenyum menyeringai menatap Dae. Ani merasa puas karena bisa membalas kata-kata Dae.


"Lo ini kayak infotainment aja. Kepoin hidup gw," sarkas Dae.


Ani tak perduli dengan ucapan pedas Dae. Emang Daenya dari dulu suka berbicara pedas. Dan syukurnya Ani tipe orang yang masa bodok dengan ucapan Dae.


"Biarin, sekarang Lo jawab. Kenapa Lo sudah tidak berhubungan lagi dengan Ilyas?" tanya Ani yang masih penasaran.


Dae merasa hatinya masih sakit mengingat kata-kata Ilyas yang menyakitkan baginya.


"Masa hanya ketahuan jalan bareng Presdir Edy, Lo langsung di tinggalin sama si Ilyas?" tanya Ani yang semakin curiga.


"Terus gw mau jawab apa An........ Emang itu yang terjadi," jawab Dae yang memang tak ingin menceritakan kejadian sebenarnya. Walaupun Ani sahabat Dae, tapi dia saat ini memang tidak ingin berbagi apapun dengan Ani.


"Sayang banget ya, padahal banyak loh peremouan yang menginginkan Presdir Ilyas. Lo justru putus darinya," ucap Ani yang kurang suka.


"Ya mungkin emang belum jodoh kali An. Biarkan saja, gw lebih senang sendirian dulu. Fokus dengan karier gw," balas Dae dengan menarik sudut bibirnya.


"Terus gimana dengan Presdir Edy? Apakah dia tidak menyukai Lo?" tanya Ani yang terus mengorek informasi secara akurat.


"Lo nih ya udah persis seperti seorang wartawan yang menginginkan berita terhot," cetus Dae.

__ADS_1


"Hihihi, tepat sekali. Gw suka pikiran Lo yang langsung pas." Ani manggut-manggut sambil tersenyum puas.


"Udah ah, gw mau tidur. Besok Lo jangan kesiangan ya bangunnya," Dae mengingatkan Ani.


"Tenang aja, gw akan bangun duluan dari Lo," balas Ani percaya diri.


Keduanya memutuskan untuk memejamkan mata dan beristirahat. Malam yang semakin larut, menanti hari esok dengan hati yang ceria.


Pagi menyapa, sinar matahari yang selalu menyinari bumi termasuk kamar yang di tempati Dae.


Sekitar pukul delapan pagi, Dae sudah bangun duluan. Dia mendengar suara dengkuran Ani yang begitu kencang.


"Ya ampuuun nih anak, ternyata dia ngorok. Kayaknya nih perlu gw rekam biar tidak menjahilin gw. Dengan senjata ini gw bisa membungkam bibirnya yang suka mencari berita tentang gw," ucap Dae menyeringai.


Lantas Dae mengambil ponselnya dan mulai merekam adegan Ani yang sedang mendengkur keras, hingga air liurnya menetes dari sudut bibirnya. Dae berusaha menahan tawanya yang gelik melihat model tidurnya Ani.


Setelah Dae selesai dengan aksinya yang merekam Ani, dia pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Dae berendam menikmati aroma teraphy yang disukainya. Hingga beberapa saat, dia pun selesai dan keluar dari dalam kamar mandi.


Saat Dae keluar, dia melihat Ani masih setia dengan suara dengkurannya. Dae pun mulai menjahilinya.


"Kebakaran, kebakaran An......., awas.....ada tikus besar An........!" teriak Dae menggunakan kedua tangannya agar suara Dae terdengar besar.


Ani pun langsung gelagapan dan lari kesana kemari seperti orang linglung. Dia melakukan aksi berputar-putar kesana kemari selama beberapa menit hingga dia kelelahan dan tersadar kalau keadaannya aman-aman saja. Ani pun mengatur nafasnya yang memburu, lalu setelah semua stabil, dia melihat sekeliling. Ternyata kamarnya masih sama dan tidak ada kebakaran. Lalu Ani menoleh ke sana kemari namun tak terlihat sama sekali tikus.


Hingga akhirnya, Ani pun tersadar kalau dia sudah di kerjain sama Dae. Mata Ani melotot ke arah Dae yang terlihat santai acuh tak acuh seperti tidak ada kejadian.


"Sialan Lo Dae........!" teriak Ani frustasi. Ani terduduk di lantai karena kelelahan.


"Katanya Lo mau bangun cepat dan duluan dari gw. Mana kenyataannya?" tanya Dae yang mengejeknya.


Ani langsung teringat tentang ucapannya kemaren malam. Dia pun bangkit dan mengambil ponselnya, laku melihat jam di dalam ponselnya.


"Hehehe gw telat bangun. Tapi masih jam delapanan, jadi gw masih punya waktu buat bersiap-siap," ucapnya tanpa bersalah.


"Gih sana Lo mandi. Lihat tuh iler Lo sudah kena ke wajah Lo. Ihhhhh bau deh," ledek Dae dengan menatap jijik.

__ADS_1


"Asem banget sih Lo. Tunggu aja, gw akan mandi biar cantik dan wangi seperti Dewi kahyangan," ucapnya tak mau kalah.


Lalu Ani meninggalkan Dae yang masih sibuk duduk di depan meja riasnya. Dae menggunakan makeup yang sederhana dan di padupadan dengan busana casual. Kecantikan Dae langsung terlihat dengan polesan sederhananya.


__ADS_2