
Dae benar-benar dilema, dia ingin melarikan diri dari kumpulan orang-orang yang sedang berjoget riang bersama para wanitanya.
"Ya ampun...,apa yang sudah aku lakukan? Ini benar-benar tak nyaman banget. Rion......!" gerutu Dae dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya.
Rion tidak berani terlalu aktif bergerak, dia hanya berdiri sambil memeluk pinggang Dae dari belakang dengan menggoyangkan badannya perlahan. Keadaan mereka berdua yang sangat intim, terlihat oleh Ani. Dia semakin membenci Dae.
"Perempuan murahan Lo Dae....! Sekarang Lo akan lebih menjadi murahan dan menjadi ****** yang sesungguhnya," bathin Ani menyunggingkan senyumnya.
Ani hanya berjoget di area tempat duduk mereka bersama dengan Denny. Dia menunggu Dae kembali ke meja mereka. Ani sudah merencanakan sesuatu terhadap Dae.
Sementara di tengah kumpulan orang-orang berjoget, Dae masih bersama Rion dalam posisi yang sangat intim.
"Dae, lebih baik kita kembali ke meja saja. Kalau lama-lama begini, aku gak bisa menahannya," bisik Rion dengan suara yang sudah serak.
"I--iya lebih baik kita kembali," balas Dae canggung dan wajah yang semakin merah merona.
Lalu Rion membawa Dae kembali ke meja. Akhirnya Dae bisa merasa legah bisa lepas dari Rion yang mesum.
"Wah Dae, kalian berdua serasi banget ya. Yuk kita minum dulu," ucap Ani saat Dae menghampiri meja mereka.
"Iya An, gw udah haus nih," balas Dae.
Rion pun kembali ke tempat duduknya dan mengambil minuman yang di pesannya.
"Haus ya Dae," goda Rion dengan senyum nakalnya.
"Kamu benar-benar mesum. Mengambil kesempatan dalam kesempitan," cibir Dae dengan kesal.
"Tapi kamu terlindungi kan dengan sikap mesumku?" tanya Rion yang semakin menggoda Dae.
Dae tak menggubris ucapan Rion, dia benar-benar haus akibat perbuatan Rion tadi. Lalu Dae mengambil minumannya dan langsung meneguknya sampai tandas.
"Ah....legah banget," gumam Dae.
Rion senyum-senyum melihat tingkah Dae. Dia semakin terpikat oleh kepolosan Dae dan sikap blak-blakan Dae.
__ADS_1
Hingga beberapa saat, Dae merasakan tubuhnya yang tidak nyaman. Dia mulai gelisah dan kegerahan. Ani yang melihat gelagat Dae sudah mulai berubah, dia langsung mengajak Dae ke toilet.
"Dae, temani gw yuk ke toilet, udah sesak banget nih," pinta Ani. Dia tidak ingin Denny dan Rion mengetahui perubahan tingkah Dae, sehingga dia buru-buru membawa Dae menjauh dari mereka.
Ani sudah mempersiapkan segalanya. Dia menyewa laki-laki hidung belang untuk meniduri Dae di kamar yang sudah di pesannya. Dan saat ini laki-laki itu sedang menunggu Dae di dalam kamar tersebut.
Tetapi Ani tidak mengetahui bersama siapa dia saat ini. Rion yang memang bukan orang sembarangan, memerintahkan pengawalnya untuk memantau gerak-gerik Ani sejak mereka masuk ke dalam club. Sehingga Rion mendapat info bahwa Ani menyewa laki-laki untuk menunggu Dae di kamar sewaannya.
Namun laki-laki sewaannya sudah di bayar Rion untuk meninggalkan kamar tersebut. Sehingga kamar yang di sewa Ani dalam keadaan kosong.
Kembali ke Ani dan Dae. Mereka saat ini sedang berjalan ke arah toilet.
"Dae, kamu kenapa?" tanya Ani yang berpura-pura.
"Gak tau nih An, badan gw kok gelisah gini ya. Rasanya gw pengen buka baju," jawab Dae yang mulai berkeringat.
"Ya sudah, mending kita istirahat aja dulu ya. Mungkin kamu gak enak badan, ataupun mungkin kaget karena berada di club ini," balas Ani yang berpura-pura perhatian.
"Kita istirahat dimana emangnya An?" tanya Dae bingung.
"Kita ke kamar aja, kita menginap di sini aja. Lagian aku takut juga lama-lama kumpul sama mereka," jawab Ani yang masih berpura-pura.
"Aku ke kamar mandi yang ada di kamar aja Dae. Sepertinya toiletnya ramai," jawab Ani ngasal.
"Dimana kamarnya?" tanya Dae yang sudah mulai tidak tahan. Pikiran Dae menjadi tidak normal, dia sudah tidak bisa berpikir lagi, kenapa Ani bisa mendapatkan kamar itu. Yang ada saat ini Dae ingin segera membuka bajunya.
"Itu kamarnya di sana Dae," tunjuk Ani dengan senyum puasnya.
"Ayo kesana, gw udah gerhana banget An," ajak Dae.
Ani pun segera membawa Dae ke kamar itu. Kemudian dia membuka kamarnya dan meminta Dae masuk duluan.
"Dae, kamu masuk aja duluan. Aku mau ambil tasku yang ketinggalan di meja kita tadi. Dan sekalian mau bilang sama mereka kalau kita di sini," Ani beralasan.
"Oh, ya sudah cepatlah. Aku sudah gerah nih An. Aku tunggu kamu di dalam ya," ucap Dae.
__ADS_1
"Iya," balas Ani dengan menyunggingkan senyumnya.
Lalu Dae masuk ke dalam kamar itu. Dia menyalakan lampu kamar itu dan saat itu tubuhnya sudah tidak bisa diajak kompromi. Dae mulai membuka baju atasannya hingga tersisa pakaian dalamnya saja. Dia mulai membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Sementara Ani mengunci kamar itu, dia mengira laki-laki suruhannya saat ini berada di dalam kamar itu.
"Rasakan kamu Dae. Dasar perempuan munafik, sekali ******, maka akan tetap menjadi ****** seterusnya," gerutu Ani. Lalu dia meninggalkan kamar itu dengan hati yang gembira.
Sesampainya Ani di meja tempat mereka kumpul, dia melihat Rion sedang duduk di sana. Ani berjalan dengan santai dan menghempaskan bokongnya di samping Rion.
"Rion, ayo kita berjoget di sana," ajak Ani yang mencoba mendekatkan dirinya ke Rion.
"Dae mana? Kenapa kamu malah sendirian?" tanya Rion yang berpura-pura gak tau.
"Ah dia sedang di toilet. Tadi aku disuruhnya kembali duluan. Karena dia sedang menghubungi seseorang," jawab Ani dengan wajah tenang.
"Den, gw ke toilet dulu ya, kebelet nih," ucap Rion yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
"Ok, jangan lama-lama ya Yon," balas Denny.
Rion pun menemui pengawalnya dan meminta kunci kamar yang dimasuki Dae. Setelah dia membuka pintu kamar itu, Rion masuk ke dalamnya. Tepat ketika Rion masuk, dia melihat Dae dalam keadaan tanpa busana dengan posisi telentang di atas tempat tidur.
Dae yang melihat kedatangan Rion, bukannya kaget. Dia justru turun dari tempat tidur dan menghampiri Rion.
"Yon, aku gak tau kenapa tubuhku seperti ini," ucap Dae yang langsung menggerayangi tubuh Rion. Dae terus meraba-raba tubuh Rion hingga memegang milik Rion. Dae sudah tidak bisa mengontrol pikirannya serta tubuhnya.
"Dae, kamu jangan memaksaku melakukannya. Lebih baik kamu berendam di kamar mandi. Ayo aku bantu," ajak Rion yang mencoba menahan hasratnya.
"Rion aku tidak bisa menahannya lagi. Tolong aku ingin melakukannya. Aku tau kalau aku sudah tidak perawan lagi, tapi aku benar-benar tidak bisa menahannya. Aku gak tau kenapa seperti ini, please Yon," rengek Dae yang semakin gencar meraba tubuh Rion. Bahkan tangannya sudah mulai membuka resleting celana Rion. Namun Rion menahan tangan Dae.
Rion sempat terkejut mendengar pengakuan Dae yang sudah tidak perawan lagi.
"Apa kamu sering melakukannya?" tanya Rion geram.
"Aku melakukannya dengan seseorang yang memaksaku. Tetapi hanya dia yang melakukannya. Tolong Yon, bantu aku," Dae semakin kepanasan.
__ADS_1
Tanpa rasa malu Dae langsung membuka penutup aset kembarnya dan hanya menyisakan penghalang bagian intimnya saja. Dia menggesek-gesekkan miliknya ke tubuh Rion yang masih berpakaian.
"Maaf Dae, aku tidak bisa. Aku gak mau kamuarah setelah sadar dan menyesalinya," ucap Rion.