Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 77


__ADS_3

Setelah menempuh beberapa jam, akhirnya mereka tiba di Kota Jogja. Dae dan Ani merasa letih hingga tak sabar ingin segera sampai di Hotel yang sudah di booking Dae.


"Dae, kamu booking Hotel dimana?" tanya Ani yang sudah kelelahan.


"Di daerah Malioboro. Biar enak dekat jalan-jalan di sana," jawab Dae.


"Wah mantep tuh, biar bisa jalan kaki di sekitar Mioboro kita, ya kan," ucap Ani.


"Heum," balas Dae cuek.


Akhirnya mereka sampai di Hotel yang dituju. Dae memarkirkan mobilnya di depan Hotel. Kemudian mereka keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam Hotel.


"Selamat malam Mbak, ada yang bisa saya bantu?" tanya Resepsionis itu.


"Iya, saya sudah booking atas nama Dae. Saya mau ceking sekarang," jawab Dae.


"Sebentar ya Mbak, bisa minta KTP nya? Saya cek dulu ya," Reseptionist itu menerima KTP Dae dan mengeceknya di layar komuter.


Setelah beberapa menit, Resepsionist mengembalikan KTP Dae dan memberikan kartu kamarnya.


"Ini Mbak, silahkan diantar sama Mas nya ini," ucap Reseptionist itu.


"Terima kasih Mbak," balas Dae.


"Ayo An, kita ikutin Masnya ini," ajak Dae sambil memegang kartu kamarnya.


Mereka pun berjalan mengikuti petugas Hotel itu ke arah kamar yang sudah di pesan. Setelah berjalan dan naik lift, akhirnya mereka sampai di depan kamarnya.


"Ini Mbak kamarnya, silahkan. Kalau ada yang dibutuhkan, silahkan contact Reseptionist aja ya," ucap petugas Hotel itu.


"Baik Mas, terima kasih," balas Dae sambil memberikan selembar uang lima puluh ribu kepada petugas itu.


"Makasih banyak Mbak," ucap petugas itu yang merasa senang mendapatkan tips.


Dae hanya mengangguk, lalu dia membuka pintu kamar itu menggunakan kunci kartu.


Lalu Dae dan Ani masuk ke dalam kamar itu. Mereka berdua meletakkan tas masing-masing. Ani langsung berjalan ke arah jendela kamar yang bisa melihat ke arah luar. Ani merasa takjub melihat pemandangan jalanan di bawah Hotel ini.


"Wah Dae, lihat deh, bagus banget pemandangannya. Gw suka banget nih Hotel, pas bisa lihat jalanan Kota Jogja," Ani memuji Hotel itu.


Dae pun berjalan menghampiri Ani yang berdiri di depan jendela. Dae juga bisa melihat jalanan Kota Jogja yang ramai.


"Udah ah, gw mandi duluan ya," ucap Dae yang meninggalkan Ani dengan rasa takjubnya.

__ADS_1


Ani tak menjawabnya, dia masih asyik dengan memandangi jalanan di bawah sana.


Dae berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Dia ingin segera membersihkan tubuhnya dan beristirahat.


Setelah beberapa menit, Dae akhirnya menyelesaikan mandinya. Dia melihat Ani yang masih setia berdiri di depan jendela.


"An, Lo gak mandi?" tegur Dae.


Ani membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Dae. "Nih gw mau mandi," balas Ani.


Setelah Ani masuk ke dalam kamar mandi, Dae mengambil ponselnya dan menghubungi Mama dan Papanya. Dae menunggu tlp nya diangkat.


"Assalamu'alaikum Ma..., belum tidur?" tanya Dae.


"Wa'alaikumussalam Dae..., Mama nungguin kamu kasih khabar. Gimana mau tidur, kamunya belum hubungi Mama," jawab Mamanya yang berbaring di tempat tidur.


Papanya Dae yang berada di sebelah istrinya, bertanya dengan suara pelan.


"Dae dimana itu?" tanya Papanya terhadap istrinya, agar istrinya yang menanyakannya.


"Sayang, Papa kamu nih nanyain kamu sedang dimana?" tanya Mamanya yang mewakili suaminya.


"Dae udah di Jogja Ma, baru aja sampai nih. Tadi Dae mandi dulu Ma, baru menghubungi Mama," jelas Dae.


"Kalau gitu udah dulu ya Ma. Dae mau makan dulu, udah telat nih makannya," ucap Dae.


"Kenapa kamu malah telat maem sayang. Apa kalian tidak berhenti di jalan untuk makan dulu?" tanya Mamanya heran.


"Nggak Ma, Dae pengen cepat sampai aja disini Ma. Biar bisa segera beristirahat," jawab Dae.


"Ya udah, gih makan dulu. Kamu hati-hati di sana ya sayang. Kalau ada apa-apa, kamu khabari Mama ya. Oh ya, kalian nginep di Hotel mana?" tanya Mamanya.


"Kami di Hotel **** di Malioboro Ma," jawab Dae. "Kalau gitu udahan dulu ya Ma, Dae mau pesan makanan," pamit Dae.


"Iya sayang, hati-hati disana ya Dae, Papa kamu pesan jangan lama-lama disana kalau udah selesai urusan kerjaan," ucap Mamanya.


"Iya Ma, Assalamu'alaikum," ucap Dae.


"Wa'alaikumussalam sayang," balas Mamanya.


Lalu obrolan pun selesai, ponsel Dae letakkan kembali ke dalam tasnya. Lalu dia memesan makanan di Hotel itu karena Dae males untuk keluar mencari makan.


Kemudian Ani keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Dae sedang memesan makanan. Dia pun ikut memesan makanan melalui Dae.

__ADS_1


"Dae, berapa lama kita di Jogja?" Ani tiba-tiba bertanya.


"Belum tau An, gw lagi pengen aja di Jogja," jawab Dae cuek.


"Loh kok bisa gitu sih. Gimana dengan kerjaan kita? Gak mungkin kan kita tinggalin lama-lama? Apalagi sekarang Presdirnya sudah ganti, bisa bahaya kita Dae," seru Ani yang kesal mendengar jawaban Dae yang nyantai.


"Iya gw tau. Lo tenang aja, kita gak lama kok disini," balas Dae yang masih cuek.


Lalu Ani menghampiri Dae yang sedang menonton TV.


"Dae, Lo jujur deh sama gw. Lo lagi ada masalah ya?" tanya Ani hati-hati.


"Kenapa Lo mikirnya gitu?" Dae malah bertanya balik.


"Gw yang nanya, Lo malah balik nanyain. Gimana sih! cetus Ani.


"Ya gw pengen tau kenapa Lo bisa beranggapan seperti itu terhadap gw?" tanya Dae yang tak mau kalah.


"Karena gw lihat mood Lo hari ini berbeda! Lo seperti orang yang ogah-ogahan menjalani hidup!" seru Ani geram.


Dae langsung mengalihkan pandangannya ke arah Ani dan menatapnya dengan dingin.


"Gw gak ada masalah An. Lo tenang aja dan gak perlu khawatir dengan keadaan gw. Aman kok," balas Dae acuh tak acuh.


Ani hanya bisa menghela nafasnya dengan rasa kesal melihat jawaban Dae. Lalu dia memilih untuk mengambil ponselnya dan berkirim pesan kepada gebetannya.


Dae pun melirik ke arah Ani dan menahan senyumnya di dalam hati. Lalu dia melanjutkan menonton TV kesukaannya.


Tak berapa lama, pesanan makanan mereka datang. Seorang petugas membawa makanan yang di pesan Dae.


"Silahkan Mbak ini pesanannya. Kalau ada yang kurang bisa hubungi kami kembali ya," ucap petugas itu sambil meletakkan makanan itu di atas meja.


"Iya Mas, makasih banyak ya," balas Dae.


Setelah mengantarkan makanan ke kamarnya Dae, petugas itu pergi meninggalkan kamarnya Dae.


"Wah...pas banget nih. Gw udah laper. Yuk Dae, kita makan," ajak Ani.


"Iya gw juga udah laper. Enak nih kayaknya menunya," balas Dae sambil mengambil makanan pesanannya.


Mereka pun menikmati makan malamnya yang sudah terlalu malam. Dae dan Ani menghabiskan makanan sambil menonton TV. Mereka menghabiskan waktu dengan ngobrol dan menyantap makanannya.


Hingga akhirnya mereka menyelesaikan makan malamnya. Lalu Dae dan Ani memilih untuk beristirahat karena malam pun semakin larut.

__ADS_1


__ADS_2