
Edy merasa terhibur dengan sikap Dae yang seperti kekanak-kanakan. Dae makan tanpa perduli dengan adanya Edy di hadapannya. Dae merasa tidak perlu menjaga imagenya saat makan di hadapan Edy.
Sesaat kemudian, Dae menyadari jika Edy sedang menatapnya. Lalu Dae pun mendongak ke depan melihat ke Edy.
"Kenapa kamu melihatku? Apakah kamu sudah kenyang hanya dengan melihatku makan?" tanya Dae yang seketika menghentikan kunyahannya.
"Tentu, aku sudah kenyang dengan melihatmu makan seperti itu," jawab Edy tersenyum cerah.
"Dasar membual," celetuk Dae dengan ketusnya.
"Hahaha, aku tidak membual sayang. Aku serius loh mengatakannya."
Edy sangat terhibur dengan wajah Dae yang terlihat kesal.
"Lebih baik kamu makan Ed, sayang itu makanan gak di makan. Keburu dingin lagi," balas Dae yang tak memperdulikan ucapan Edy.
"Baiklah, kalau kamu memaksa," ucap Edy dengan mengedikkan bahunya.
Lalu Edy pun memakan makanannya. Disela menikmati makanan, ternyata Dae melirik ke Edy. Dae pun menggeleng-gelengkan kepalanya merasa lucu melihat sikap Edy.
Tak berapa lama, mereka selesai menikmati makanannya. Edy dan Dae selesai dengan acara makannya.
"Ed, gimana kalau ada yang mencari ku di ruanganku nanti?" tanya Dae khawatir.
"Kamu gak perlu khawatir, tidak akan ada yang mencarimu, tenanglah," jawab Edy santai.
"Kenapa kamu bisa bilang begitu?" tanya Dae lagi.
"Tentu saja, karena itu Perusahaanku, siapa yang berani mencari masalah di kantorku?" tanya Edy balik dengan memain-mainkan alisnya.
"Huh..arogan," sewot Dae. Dae beranjak dari meja makannya. Dia meninggalkan meja itu dan berjalan ke arah sofa.
"Hei kenapa meninggalkanku?" tanya Edy tak suka.
"Aku ingin bersantai di sofa sambil nonton. Kamu juga bisa ikut menonton bersamaku," jawab Dae menyunggingkan senyumnya.
"Kamu duluan aja, aku mau membereskan bekas makanan kita," ucap Edy.
Dae merasa gak enak hati mendengar jika Edy ingin merapikan bekas makan mereka. Lalu dia pun bangkit dari sofa dan kembali berjalan ke meja makan.
"Biar aku aja yang merapikannya," tiba-tiba Dae sudah berada di belakang Edy berdiri.
Edy terkejut dan membalikkan badannya menghadap ke Dae.
__ADS_1
"Serius..., kalau begitu lakukanlah," balas Edy.
Lalu Edy pun meninggalkan Dae sendirian di meja makan. Dia berjalan ke arah sofa dengan santainya dan menyalakan TV dengan tak merasa bersalah.
Dae yang masih berdiri di dekat meja makan, malah terbengong melihat tingkah Edy yang seenaknya nyelonong begitu saja meninggalkan nya.
"Apa dia sedang balas dendam denganku? Kenapa jadi di yang meninggalkanku?" gumam Dae di tempatnya berdiri.
Sementara Edy yang sedang asyik menonton tv dengan santainya. Dia tidak mengetahui kalau Dae masih berdiri di tempatnya dekat meja makan.
Lalu Dae mulai merapikan meja makan dan membersihkannya dengan hati yang menggerutu.
Setelah Dae selesai dengan pekerjaannya, dia berjalan menghampiri Edy. Dae pun duduk di samping Edy tanpa menoleh kearahnya.
"Sudah selesai bersih-bersihnya?" tanya Edy.
Dae hanya membalasnya dengan mengedikkan bahunya. Dae masih kesal karena Edy meninggalkannya begitu saja tanpa mau membantu ataupun menemaninya.
"Kok wajahnya cemberut gitu? Apa ada yang salah?" tanya Edy yang saat ini sudah merubah posisi duduknya.
Edy menatap Dae dengan serius, dia masih tidak tau kenapa sikap Dae berubah saat ini.
"Aku lagi malas ngomong. Mau fokus nonton," ketus Dae tanpa menoleh ke Edy.
"Terus wajah aku harus gimana Ed? Seperti ini....," Dae menunjukkan senyuman lebarnya dengan memperlihatkan gigi kelincinya di hadapan Edy.
"Nah, seperti itu lebih bagus. Kamu terlihat cantik dan mempesona," puji Edy sambil tersenyum.
"Gombal, huhhh," balas Dae dengan membenarkan posisinya.
"Hahaha, Dae, Dae," Edy mengacak-acak rambut Dae dengan gemas.
"Ihhhh, nanti rambut aku kusut loh," protes Dae yang tak suka rambutnya di acak-acak.
"Kalau kusut tinggal di benarin dengan sisir. Gak perlu di ribetkan," balas Edy.
Dae tak membalas ucapan Edy, dia merasa kesal dengan perlakuan Edy. Dae memilih fokus menonton TV, hingga dia merasa ngantuk dan menyandarkan kepalanya di bahu Edy sampai dia tertidur.
Edy melihat kalau Dae sudah tidur lelap. Dia tidak tega membangunkannya. Edy berinisiatif menggendong Dae dan membawanya ke kamar. Sesampainya di kamar, Edy meletakkan Dae perlahan.
Edy melakukannya, agar Dae tidak terbangun atau terusik dengan pergerakan yang di buat Edy.
Setelah Edy meletakkan Dae di atas tempat tidurnya, dia pun ikut naik ke atas tempat tidur dan berbaring di samping Dae. Edy memeluk erat tubuh Dae hingga dia pun ikut terlelap sambil memeluk Dae.
__ADS_1
Waktu terus berjalan, hingga sore pun tiba. Dae tersadar dan mengerjapkan matanya. Dia melihat sekeliling. Dae sempat mengernyitkan keningnya menatap ruangan yang sangat teduh di pandang.
Lalu Dae melihat ke samping yang ternyata Edy ikut terbaring di sampingnya.
"Hah, ternyata dia tidur juga," gumam Dae.
Kemudian Dae beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Dia ingin membersihkan tubuhnya dan segera kembali ke rumahnya.
Setelah Dae selesai dengan acara mandinya, dia keluar dan melihat Edy yang masih terbaring disana. Lalu Dae berjalan menghampiri Edy dan membangunkannya.
"Ed, ayo bangun! Antar aku pulang," ucap Dae dengan suara lembutnya.
Edy tak juga bergerak, dia masih asyik berkelana dalam mimpinya. Suara Dae yang begitu merdu di telinga Edy, membuatnya tak mau bangun. Edy mengira suara itu datang di dalam mimpinya.
"Ed, ayo banguuun...Ini udah sore loh..!" teriak Dae.
Sesaat itu juga Edy terbangun dan langsung duduk terbengong. Pikirannya masih belum stabil dan pandangannya masih belum normal. Edy mengucek-ngucek matanya dan melihat Dae yang sudah rapi. Edy masih menatap ke Dae dengan pandangan rumit.
Edy belum sadar sepenuhnya, hingga gerakan tangan Dae di lengannya membuat Edy tersadar.
"Ed, ini sudah sore. Ayo, kamu harus mengantarku pulang. Nanti orang tuaku mencariku," paksa Dae.
"Benarkah ini sudah sore?" tanya Edy tak percaya. Edy merasa kalau dia baru saja tertidur.
"Iya benar, tuh lihat jam dinding kamu. Udah jam lima lewat. Ayo buruan mandi sana. Biar kamu mengantarku balik ke rumah," suruh Dae.
"Iya, bentar. Aku mandi dulu," ucap Edy.
Edy segera beranjak dari tempat tidur. Dia mulai membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.
Sementara Dae, menunggu Edy di sofa sambil memainkan ponselnya. Dae tak mengetahui bahwa di kantornya sudah menyebar gosip tentang dirinya yang berjalan bersama Presdir mereka.
Ketika Dae membuka WA group, dia mendapatkan banyak pertanyaan yang datang dari pihak karyawan kantor.
Dae heran dan dia malah tertawa terbahak-bahak melihat dirinya yang menjadi trend hot gosip di kantornya. Tawa Dae terdengar sampai di telinga Edy yang sedang berada dalam kamar mandi.
"Ada apa dengan dia. Kesambet apa ketawa karena hal yang lucu," gumam Edy penasaran.
Lalu Edy pun segera menyudahi mandinya. Dia keluar dari dalam kamar mandi, namun tak melihat adanya Dae.
"Kemana dia? Apa jangan-jangan yang tadi ketawa itu bukan Dae ya?" gumam Edy sambil bergidik ngeri.
Edy langsung mencari keberadaan Dae. Ternyata Dae sedang duduk di meja makan ambil ngemil.
__ADS_1
"Ngapain kamu disini Dae?" tanya Edy yang melihat Dae sedang mengunyah cemilan.