
Dae masih gak sanggup menceritakan perihal masalahnya. Dia ingin menyelesaikan sendiri dengan caranya.
Tak berapa lama, mereka sampai di tempat acara launching busana dari Butik Mamanya. Dan dan Papanya keluar dari mobil. Mereka memasuki tempat itu dimana sudah disulap menjadi sangat cantik.
Dae melihat banyak yang datang untuk melihat acaranya.
"Sepertinya kita belum terlambat Pa," ucap Dae.
"Iya, sekarang kamu hubungi Mama, bilang kalau kita sudah di depan," suruh Papanya.
"Iya Pa," Dae pun langsung menghubungi Mamanya. Dae sedikit menjauh dari sana karena suara ramai dan music yang membuat Dae menghindar.
"Assalamu'alaikum Ma....! Kami udah di depan ya. Sekarang Mama kesini ya!" suruh Dae dengan suara kencangnya.
"Iya, tunggu aja Mama di depan ya," pinta Mamanya.
"Ok Ma...!" balas Dae.
Lalu Dae kembali ke tempat Papanya dan memberitahukan kalau dia sudah memberitahu Mamanya.
"Gimana Dae? Apa kata Mama?" tanya Papanya gak sabaran.
"Mama nyuruh kita nunggu disini. Nanti Mama yang datang Pa," jawab Dae.
Tak lama kemudian, sosok wanita cantik datang menghampiri mereka. Mamanya terlihat sangat cantik hari ini, dan tampak masih muda dengan wajah baby face.
"Waowww...Ma, cantik banget...!" puji Dae sambil meneliti penampilan Mamanya dari atas sampai bawah. Bahkan Dae menyuruh Mamanya berputar.
"Ihhhh Dae, masa Mama disuruh muter-muter. Kalau Mama pusing gimana?" kesal Mamanya.
"Kan ada Papa yang bisa membopong Mama ke dalam," balas Dae acuh tak acuh.
"Mama cantik banget hari ini. Papa jadi takut kehilangan Mama," goda suaminya.
"Ihhhh malu atuh Pa sama anak kecil di sampingmu," protes Mamanya Cha.
"What....! Anak kecil?" pekik Cha tak terima di bilang begitu.
"Loh kan benar masih kecil. Kekasih aja gak jelas," sindir Mamanya.
"Pa, lihat tuh Mama, nyari ribut aja sama Dae," rajuk Dae yang berpura-pura.
"Ma, jangan ganggu Dae dong. Sekarang kami mau duduk dimana nih. Papa pegel berdiri terus," ucap Papanya Dae.
"Oh iya lupa, Papa sih, paket acara muji Mama. Jadi lupa kan dengan keadaan Papa," kesal Mamanya Dae.
"Ya udah Ma, kami dimana duduknya?" tanya Dae mengulangi.
__ADS_1
"Ayo Mama anter kalian ke tempat duduk VIP, sudah Mama siapkan sayang," ajak Mamanya.
Dae dan Papanya mengikuti Mamanya ke ruang tempat acara akan di mulai. Disana sudah banyak tamu yang hadir. Dae dan Papanya duduk di meja bagian depan.
"Nah, Dae dan Papa duduk disini aja ya. Mama tinggal dulu karena acara akan segera dimulai," ucap Mamanya.
"Iya, semoga sukses ya," dukung Dae yang memberikan semangat.
"Semangat ya Mama. Jangan grogi ada Papa disini," goda suaminya.
"Ih Papa nih. Ya udah, Mama ke dalam dulu ya Pa, Dae, pamit Mamanya.
"Iya Ma," balas Dae dan Papanya.
Lalu Mamanya Dae pergi meninggalkan mereka yang sudah duduk di meja khusus.
"Sayang, Papa ke toilet bentar ya," ucap Papanya tiba-tiba.
"Loh Dae ditinggal nih...," balas Dae yang tak suka ditinggalin.
"Bentar loh sayang. Papa mau ke toilet dulu ya," ucap Papanya yang langsung pergi dari meja mereka.
Dae mengehela nafasnya dengan berat. Dia tidak ingin duduk sendirian walaupun hanya sebentar.
Sedangakan Papanya Dae berjalan ke arah toilet. Setelah beberapa menit di dalam, dia keluar dari toilet laki-laki. Namun saat dia hendak masuk ke dalam aula tempat acara di selenggarakan, Papanya Dae tak sengaja melihat sosok wanita yang dia kenal.
Tiba-tiba dari belakang, pundak Papanya Dae di tepuk sama Mamanya Dae.
"Loh, Papa ngapain disini?" tanya istrinya bingung.
Papanya Dae langsung menoleh dan terkejut karena di kagetin.
"Eh Mama, Papa baru aja dari toilet tadi. Nih mau ke tempat Dae lagi," jawab suaminya yang berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Kok wajah Papa pucat gitu? Apa Papa sakit ya? Kalau sakit, Papa pulang aja gih, Mama gak mau Papa kenapa-napa," cemas Mamanya Dae.
"Papa gak apa-apa Ma. Ya udah Papa balik lagi ya ke tempat Dae. Kasihan dia di tinggal lama-lama," kilah suaminya.
"Ya sudah, Mama mau lanjut ke dalam lagi ya Pa," pamit istrinya.
Suaminya mengangguk, melihat istrinya yang sudah jauh berjalan masuk ke dalam.
Sementara dia masih penasaran dengan sosok yang dilihatnya tadi. Papanya Dae masih tidak percaya jika seseorang di masa lalunya ada di gedung ini.
"Tidak mungkin dia disini. Tapi, siapa laki-laki yang di gandengannya?" gumam Papanya Dae.
"Ah sudahlah, mungkin itu hanya mirip saja. Dia tidak mungkin berada di Jakarta," gumamnya lagi yang berusaha menyangkal keberadaan mantan istrinya.
__ADS_1
Setelah sampai di tempat Dae, Papanya mencoba memperlihatkan wajah tenangnya.
"Papa kok lama banget sih?" tanya Dae kesal.
"Iya tadi ketemu Mama, pas Papa keluar dari toilet," jawab Papanya.
"Udah dimulai belum?" tanya Papanya balik.
"Baru oembukaan Pa, bentar lagi juga tampil," jawab Dae.
Papanya Dae diam tak menanggapi jawaban anaknya. Dia sibuk melihat ke sekeliling mencari keberadaan mantannya. Dia ingin memastikan benar tidaknya apa yang tadi di lihatnya.
Dae yang menangkap dari sudut ekor matanya, mengerti bahwa Papanya sedang memantau sekeliling.
"Papa kenapa? Kok seperti orang yang sedang mencari sesuatu?" tanya Cha curiga.
"Ah nggak, Papa hanya mau lihat banyak nggaknya tamu yang datang," kilah Papanya.
Lalu Cha pun ikut mengedarkan pandangannya melihat apa yang di sampaikan Papanya.
"Iya ya Pa, tamu undangan Mama, rame juga. Emang ada yang Papa cari disini?" tebak Cha dengan santai.
Sekejap wajah Papanya memucat. Dia terkejut mendengar tebakan Dae.
"Maksud Dae apa?" tanya Papanya yang pura-pura tidak mengerti.
"Dae pikir Papa sedang mencari seseorang. Habis dari tadi ngeliatin sekeliling Mulu," jawab Dae.
"Papa gak nyari seseorang sayang. Udah yuk kita lihat lagi acaranya," ucap Papanya.
"Iya, iya," balas Dae.
Kemudian mereka lanjut melihat acara yang sedang berlangsung.
Sementara di tempat lain, tepatnya di ujung deretan meja Dae, Ilyas dan Mamanya sedang duduk santai menikmati acara yang disuguhkan.
"Bu, emang nanti mau ketemu siapa disini?" tanya Ilyas.
"Ibu mau ketemu sahabat lama Ibu. Ini acara dia yang buat," jawab Ibunya.
Ibunya Ilyas sudah menjodohkannya dengan Dae. Namun Ilyas dan Dae tidak mengetahuinya karena memang sengaja dirahasiakan sama Ibu dan Mamanya Dae.
"Ibu sekarang sudah main rahasia-rahasia smaa Ilyas ya," ucap anaknya.
"Bukan rahasia nak. Tapi Ibu emang pengen kasih kejutan buat kamu. Pasti kamu senang ketika bertemu dengan sahabat Ibu," balas Ibunya senyum-senyum.
Acara pun berlangsung dengan meriah. Banyak tamu yang memuji baju-baju buatan Mamanya Dae. Dan tamu-tamu yang hadir, memberikan ucapan selamat dan sukses dengan karangan bunga.
__ADS_1