Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 62


__ADS_3

Dae masih asyik menikmati cemilan kue kesukaannya yang di bawakan Mamanya.


Tiba-tiba terdengar suara pintu di ketuk.


"Tok tok tok, Dae...Mama masuk ya," pinta Mamanya yang diluar kamar Dae.


Ternyata yang mengetuk pintu kamarnya Mamanya Dae. Sejak kembali dari Butik tempatnya menghabiskan waktu bekerja, dia belum sempat bertemu dengan putrinya yang baru kembali dari Jogja.


Hingga saat ini, barulah Mamanya Dae datang ke kamar Dae ingin memastikan keadaan Dae.


"Masuk aja Ma..! Gak dikunci kok," sahut Dae dari dalam kamarnya.


Lalu pintu kamar itu terbuka dan terlihat sosok yang masih cantik di usianya yang sudah tak muda lagi.


"Mama...!" Dae berlari menghampiri Mamanya dengan memeluk erat Mamanya.


"Mmmm, gimana keadaanmu sayang? Apa kamu baik-baik aja disana?" tanya Mamanya yang memperhatikan penampilan Dae.


"Aku baik-baik aja Ma. Dan disana aku bertemu dengan Ilyas," jawab Dae.


Jawaban Dae itu membuat Mamanya terkejut saat mendengar nama Ilyas.


"Apa yang dilakukannya disana Dae? Apa dia mengikutimu sayang?" tanya Mamanya penasaran.


"Tidak Ma..., dia juga ternyata ada pertemuan kerja sama di Jogja. Dan kami satu hotel Ma," jelas Dae.


Lagi-lagi Mamanya Dae dibuat terkejut mendengarnya.


"Satu hotel?" ulang Mamanya Dae memastikan.


"Iya loh Ma. Bisa gawat aku, kalau dia sampai tau keadaan Dae," jelas Dae.


"Iya, Mama aja terkejut mendengarnya, apalagi kamu ya nak yang langsung ketemu sama orangnya. Pasti jantung kamu seperti habis lari maraton, kenceng banget," canda Mamanya.


"Ihhhh Mama, masih bisa candain Dae," kesal Dae.


"Mama serius loh Dae....., terus gimana sikap kamu ketika bertemu dengan dia?" tanya Mamanya Dae lagi.


"Wah jangan di tanya Ma, Dae udah sport jantung loh Ma...benar-benar diluar dugaan Dae Ma," jawab Dae.


Dae tidak tau, kalau Ilyas ke Jogja bukan karena bertemu rekan bisnis. Dia kesana karena mendapat informasi tentang Dae yang ke Jogja dari Mamanya Dae. Dia juga memesan hotel yang sama dengan Dae.

__ADS_1


Sampai saat ini Dae tak menaruh curiga terhadap Ilyas. Dae menganggap hal itu wajar, bertemu dengan rekan bisnis di Jogja dan tempat yang sama juga.


"Terus oleh-oleh buat Mama mana?" tanya Mamanya yang to the point.


"Ada Ma, bentar Dae ambilkan," lalu Dae berjalan ke arah kopernya dan membukanya. Dae mengambil oleh-oleh untuk Mama dan Papanya.


"Ini Ma, oleh-olehnya," Dae memberikan bingkisan paper bag yang isinya bakal batik yang sangat mahal. Dan itu Dae beli di Mirota Batik yang terkenal itu.


"Wah....anak Mama emang pinter. Kamu gak lupa keinginan Mama," puji Mamanya.


"Ini untuk Papa ya Ma. Karena tadi Dae gak sempat memberikannya. Jadi Dae nitip sama Mama aja ya," Dae menyerahkan paper bag satunya lagi.


"Iya deh, Mama yang akan ngasih sama Papa kamu," kesal Mamanya.


"Sayang, Mama mau nanya nih sama kamu!"


"Nanya soal apa Ma?" tanya Dae mengernyitkan dahinya.


"Kamu tuh sebenarnya mau sama Edy atau Ilyas sih? Masa dua-duanya di jalani sayang? Apa gak lebih baik kamu jalani dengan salah satu dari mereka?" tanya Mamanya lagi.


"Dae juga belum tau pasti Ma. Dae akan melihat mana yang benar-benar tulus sama Dae, Ma," jawab Dae.


"Iya Ma, ayo, Dae gak sabar pengen menikmati masakan si bibi," balas Dae.


Lalu tanpa berlama-lama di dalam kamar Dae, mereka segera keluar dan berjalan ke arah meja makan. Ternyata Papanya Dae sudah duduk dengan manis di meja makan.


"Loh Papa, udah lama nunggu disini?" tanya istrinya.


"Iya, tadi habis Mama keluar kamar kita, Papa pun ikut keluar kamar menyusul Mama. Tapi saat Papa berada diruang makan, Mama malah gak ada," jawab suaminya.


"Hehehe, Mama nyangkut di kamar Dae, Pa. Biasa ngecek anak gadisnya yang pergi dengan laki-laki," ucap istrinya.


"Anak kita baik-baik aja kok Ma. Jangan terlalu mengkhawatirkannya," balas suaminya.


"Gak bisa dong Pa, namanya juga anak Perempuan harus tetap di wanti-wanti loh," tegur istrinya.


"Iya Ma, kamu benar. Tapi jangan terlalu berlebihan loh Ma," suaminya memberinya peringatan.


"Iya loh Pa," balas istrinya.


Dae yang duduk di meja makan, hanya menjadi pendengar yang budiman. Dia menoleh kesana kemari ketika Mama dan Papanya bergantian bicara. Hingga membuat Dae pusing dan menghembuskan nafasnya berat.

__ADS_1


"Ma, Pa, udah selesai membahas Dae? Dae laper nih.....! Masa makanannya hanya di hidangkan saja dan dilihat doang. Kapan makannya Ma, Pa," protes Dae dengan sikap orang tuanya.


"Oh iya sayang, ayok di makan. Mama lupa kalau ada kamu diantara kami," guyon Mamanya.


"Mama nih," balas Dae.


Lalu Mamanya Dae mengambil nasi ke piring suaminya beserta lauk pauknya. Begitu juga dengan Dae. Mamanya Dae selalu memperhatikan makanan Dae.


Keluarga Dae selalu mengutamakan kebersamaan. Perhatian sekecil apapun, akan di dapati Dae dari kedua orang tuanya. Dae bersyukur karena orang tuanya sangat menyayanginya.


"Enak banget ya Ma. Dae gak mau dikit-dikit ah makannya. Kalau gemuk kan gak masalah ya Ma?" tanya Dae dengan mulut penuhnya.


"Eits, kamu gak boleh gemuk. Nanti gak ada yang mau sama kamu Dae.....Kamu harus memperhatikan bentuk tubuh kamu loh...," tekan Mamanya.


Mamanya Dae sangat menjaga penampilannya. Dia sering berolahraga dan menjaga pola makannya. Sehingga di usianya yang sudah tak muda lagi, wajahnya masih terlihat cantik dan menawan.


"Malas Ma, Dae udah diet di Jogja. Dan sekarang Dae akan memuaskan badan Dae untuk makan sepuasnya."


"Dae, kamu dengar itu apa kata Mama kamu. Kamu gak boleh gemuk loh. Nanti Edy malah berpaling dari kamu," ejek Papanya Dae.


"Biarin, masih ada satu cadangan lagi kok Pa," balas Dae.


Sontak saja ucapan Dae itu membuat kedua orang tuannya melotot ke arahnya.


"Hehehe, canda loh Ma, Pa..!" ucap Dae saat melihat ketidak sukaan ornsg tuanya atas jawabannya.


Makan malam pun berkahir dengan kekenyangan. Dae merasa perutnya sangat penuh dan sesak.


"Ma, Pa, Dae ke kamar langsung ya. Nih perut kekenyangan banget. Dae pengen meluruskan kaki di atas tempat tidur dulu Ma, Pa," pamit Dae.


"Ya udah gih kamu duluan ke kamar sayang," suruh Mamanya Dae.


Dae pun meninggalkan kedua orang tuanya. Dia berjalan ke kamarnya. Setelah Dae masuk ke dalam kamarnya, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Ahhhh, kenyangnya....begini nih Batman banget...gak ada yang ganggu," gumam Dae sambil melihat langit kamarnya.


Dae merebahkan tubuhnya sambil memejamkan matanya hingga dia terlelap. Dae pun tertidur karena kekenyangan.


Sementara Mama dan Papa Dae masih ngobrol santai di ruang keluarga sambil menonton TV. Mereka membahas tentang dua laki-laki yang kepincut sama Dae. Papanya Dae merasa kagum melihat pesona anaknya yang mampu membuat keduanya terpikat.


Sedangkan Mamanya Dae lebih memilih satu diantara keduanya. Dia lebih tertarik dengan Ilyas yang sederhana. Dan Dae tidak tau kalau Mamanya akan menjodohkan Ilyas dengan dirinya karena Ilyas anak dari sahabatnya di kampung. Dan Mamanya Dae akan memperkenalkannya nanti setelah Dae siap.

__ADS_1


__ADS_2