Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 96


__ADS_3

Dae dan Rion masih terus melihat-lihat foto mereka berdua di akun sosmed nya Ani. Dae merasa dia harus waspada terhadap Ani sahabatnya sendiri.


"Ngomong-ngomong, kamu kerja dimana Dae?" tanya Rion yang sengaja membuyarkan lamunannya.


"Eh itu, aku kerja di salah satu Perusahaan besar. Kalau kamu?" tanya Dae balik.


"Aku seorang Dokter," jawabnya santai.


Dae terkejut mendengar jawaban Rion. Dia tidak menyangka kalau Rion adalah seorang Dokter.


"Serius kamu Dokter?" tanya Dae tak percaya.


"Apa tampangku tidak meyakinkan? Tentu aku seorang Dokter," jawab Rion meyakinkan.


"Terus kenapa bisa gabung bersama mereka? Apakah mereka juga seorang Dokter?" tanya Dae yang penasaran. Dae sudah merasa sedikit mencair terhadap Rion. Dia merasa sedikit nyaman saat ngobrol dengan Rion.


"Mereka sahabat-sahabat ku satu kampus. Kami sudah berteman lama," jelasnya.


"Oh..., kalian ke Jogja kemaren hanya untuk refreshing atau...."


"Kami liburan. Ya sesekali tidak salah kan libur dari pekerjaan," balas Rion.


"Iya sih."


"Kalau kamu sama Ani apakah sahabat lama atau bagaimana?" tanya Rion sambil menyeruput minumannya.


"Dia sahabat aku di kantor. Kami sudah berteman lama, ya sudah tahunan lah," jawab Dae. Tapi ada sesuatu yang tidak nyaman ketika Dae menceritakan Ani dan itu terlihat jelas di matanya saat Rion menatap Dae.


Saat mereka mulai akrab ngobrol, ponsel Dae berdering. Dae mengambilnya dari dalam tas dan dilayar muncul nama Mamanya.


"Assalammu'alaikum Ma, ada apa?" tanya Dae sambil menatap Rion.


"Wa'alaikumussalam sayang," sahut Mamanya. "Dae, kamu dimana sekarang?" tanya Mamanya.


"Dae lagi di luar Ma, lagi makan siang," jawab Dae. "Mama kenapa menghubungi Dae? Apa ada sesuatu?" tanya Dae balik.


"Sayang, nanti malam kamu harus di rumah ya. Karena ada yang mau datang ke rumah."


Dae Mengerutkan keningnya heran. "Siapa Ma, yang mau datang ke rumah? Kenapa Dae harus di rumah?" Dae terus bertanya.


"Pokoknya kamu harus di rumah. Mama tunggu ya," jawab Mamanya yang tidak ingin mendengar penolakannya.


Setelah ucapan Mamanya yang terakhir, tlp dimatikan sepihak. Dae terbengong karena belum sempat menjawabnya.


"Ada apa?" tanya Rion ketika melihat Dae terbengong.


"Eh, iya, itu tadi Mama aku nyuruh cepat pulang. Ntar malam ada yang mau datang," ucap Dae memberitahu.

__ADS_1


"Sepertinya spesial ya yang akan datang. Atau perjodohan," tebak Rion.


Dae menatap Rion serius. Dia tidak berpikiran ke sana. Tetapi saat Rion mengatakannya, Dae pun berpikir seperti itu.


"Mungkin, hah..sudahlah," balas Dae acuh tak acuh.


"Dae, habis dari sini, kamu mau kembali ke kantor atau..."


"Aku mau jalan-jalan, aku lagi gak pengen balik ke kantor," jawab Dae acuh.


"Terus gimana dengan kerjaan kamu?" tanya Rion lagi.


"Biarkanlah, aku lagi tidak ingin memikirkannya."


"Bagaimana kalau aku ikut menemanimu," Rion menawarkan dirinya menemani Dae.


"Mmm bukannya tadi kamu bilang akan menemui pasien hari ini?" tanya Dae melirik.


"Oh kamu mendengarnya?" Rion terkekeh kecil.


"Tidak sengaja, habis sapa suruh kalian ngobrol tepat di belakang ku."


"Hohoho tapi kamu menyimaknya dengan jelas."


"Sudahlah tidak usah di bahas." Dae kesal karena dikatakan menguping sama Rion. Dia memanyunkan bibirnya.


"Apa dia mantan kamu?" tebak Dae yang mulai kepo.


"Ya, dia mantanku yang ingin kembali. Tapi aku tidak menginginkannya," balas Rion.


Dae tidak ingin bertanya lebih jauh. Dia pun mengangguk saja. Lalu Dae mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Kemana kita akan jalan?" tanya Dae.


"Berarti kamu mau aku temani?" tanya Rion yang merasa senang karena mendapatkan lampu hijau dari Dae.


"Ya, hitung-hitung balas kebaikan kamu."


Rion tersenyum melihat Dae yang kebingungan menjawab. "Ok, aku akan mengajak kamu ke tempat yang sering aku kunjungi kalau lagi bosan."


"Hmmm sepertinya menyenangkan, ayo kalau gitu," Dae pun semangat mengikuti Rion.


Akhirnya mereka menjadi akrab dan suasana semakin menyenangkan. Dae dan Rion keluar dari cafe itu. Rion yang membawa mobil mengajak Dae ke kota Bandung. Mereka akan berkunjung ke tempat wisata yang ada di sana.


"Rion, aku belum pernah ke Bandung, sepertinya ini pengalaman pertamaku ke sana bersama mu," ucap Dae antusias.


"Aku senang mendengarnya, karena aku orang pertama yang membawamu ke Bandung. Mari kita nikmati kebersamaan kita. Kita rayakan pertemanan kita hari ini," ucap Rion yang juga sangat bersemangat.

__ADS_1


Rion sengaja menyetel lagu dangdut, supaya Dae terhibur dan tidak mengingat keadaannya hari ini.


"Wah Rion, ternyata kamu menyenangkan. Aku sangat terhibur dengan lagi dangdut. Ayo kita bernyanyi sebelum sampai ke tujuan," ajak Dae bersemangat.


Mereka bernyanyi bersama dan sesekali Dae berjoget ria di dalam mobil hingga membuat mobil pun ikut merasakan kebahagian Dae dan mobil pun bergoyang.


"Dae.., apa kamu bahagia?" tanya Rion sambil menyetir mobilnya.


"Ya Rion, aku sangat gembira sekali. Terima kasih sudah membuatku seperti ini. Kita akan bersenang-senang hari ini."


Mereka terus bernyanyi hingga Dae merasa kelelahan. Dia pun akhirnya tertidur di dalam mobil karena terlalu banyak mengeluarkan suara untuk bernyanyi.


"Kirain bakalan bertahan sampai tiba ke tujuan. Ternyata tidur juga," gumam Rion yang menoleh ke samping menatap Dae sekilas.


Rion terus melajukan mobilnya sampai mereka menempuh empat jam lebih. Rion membawa Dae ke daerah Lembang, dimana banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi.


"Dae bangun, kita sudah sampai," Rion membangunkan Dae karena mereka sudah tiba di tempat wisatanya.


"Kita sudah sampai ya Rion...Aku mengantuk sekali. Maaf tidak bisa menemanimu dalam perjalanan," ucap Dae yang masih belum sadar sepenuhnya.


"Tidak apa-apa. Ayo kita keluar," ajak Rion.


Dae dan Rion keluar dari mobil. Mereka berjalan ke arah tempat wisatanya.


Perjalanan Rion dan Dae hari ini sangat menyenangkan bagi keduanya. Hingga sore pun tiba, mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta.


"Gimana perasaan kamu hari ini Dae? Apakah kamu senang?" tanya Rion.


"Makasih Rion, aku sangat happy hari ini. Bertemu denganmu menjadi keberuntungan untukku," jawab Dae.


"Baiklah, aku akan mengantarmu pulang ke rumahmu, gimana?" tanya Rion.


"Boleh juga."


Rion melajukan mobilnya menuju Jakarta dan mengantarkan Dae ke rumahnya. Selama dalam perjalanan pulang, Dae menghabiskan waktunya dengan melihat-lihat foto-foto mereka berdua saat di tempat wisata tadi. Dae pun senyum-senyum melihat foto lucu mereka.


Perjalanan pulang memakan waktu lima jam karena banyak yang berkunjung ke kota kembang tersebut hingga membuat macet di jalan. Setelah menempuh perjalanan jauh dan lama, akhirnya mereka sampai di rumah Dae. Dae melihat ada mobil yang terparkir di halaman rumah orang tuanya.


"Ada tamu ya Dae?" tanya Rion.


"Mungkin," jawab Dae acuh.


"Kalau begitu aku langsung balik ya. Sampai ketemu lain waktu," ucap Rion.


"Terima kasih untuk hari ini," balas Dae.


Dae pun keluar dari dalam mobil Rion. Dia berjalan perlahan ke pintu rumah yang sedang terbuka lebar.

__ADS_1


__ADS_2