
Sesampainya Dae dan Ani di Pantai Parangtritis, Dae keluar dari dalam mobil dan di ikuti oleh Ani. Mereka berjalan ke arah Pantai di mana banyak toko yang berjejeran sebelum masuk ke dalam kawasan pantainya.
"Waowww Dae...gw mau beli topi sama lain pantai. Yuk kesana!" seru Ani yang sangat bersemangat.
"Iya gw juga. Kalau gak pake topi tar wajah gw hitam," balas Dae.
"Hahaha, walaupun item tapi Mas Edy dan Ilyas cinta mati gak masalah kan," goda Ani sambil terus berjalan.
"Please jangan bahas mereka berdua, kalau gak gw buang Lo ke laut sana," ancam Dae kesal.
"Wuihhh si cantik ngamuk, serem gw, hahahaha," ledek Ani yang meninggalkan Dae berjalan sendirian. Lalu Ani masuk ke dalam salah satu toko penjual baju dan topi.
"Dae sini, lihat nih cakep kan topinya? Lo gak beli?" tanya Ani sambil memperagakan gaya dengan menggunakan topi.
"Bagus, Lo beli yang mana An?" tanya Dae. Dae juga sibuk memilih-milih topi yang di pajang di toko itu.
"Gw mau beli yang ini aja deh," jawab Ani dengan memegang topi pilihannya. "Lah Lo sendiri yang mana?" tanya Ani.
"Gw ini aja, simple," jawab Dae.
Kedua sahabat itu memilih topi yang berbeda. Selain membeli topi, Dae dan Ani membeli kain pantai. Mereka langsung menggunakannya sebagai lapisan luar celananya.
"Wah keren nih, udah serasa bule lokal, hahaha," ledek Ani terhadap diri mereka berdua.
"Udah yuk ke sana. Kita cari pondok buat nyantai sambil mesan makanan," ajak Dae.
"Setuju....., gw dah laper nih Dae. Enaknya makan apa ya di Pantai gini?" tanya Ani yang minta pendapat Dae.
"Gw pengen makan mie rebus pedas sama es kelapa muda," jawab Dae.
"Mmmmm, gw mesan mie goreng aja deh. Enak kali makan yang di goreng-goreng," balas Ani.
Mereka terus berjalan ke bagian dalam kawasan Pantai hingga mendapatkan pondok yang di inginkan.
"Nah nih dia pondoknya, pas banget dekat dengan air. Jadi gak terlalu jauh jika jalan-jalan di bibir Pantai," ucap Dae.
"Mbak kami mau pondok yang ini aja ya," ucap Ani kepada orang yang menyewakan pondoknya.
"Oh iya Mbak, sekalian mau pesan makanan ndak Mbak?" tanya Orang itu.
"Oh iya Mbak, pas banget. Saya pesan mie rebus pake telur dan mie goreng pake telur. Minumnya es kelapa muda dua ya," jawab Ani.
"Baik Mbak, di tunggu sebentar ya. Tak siapkan dulu pesanannya. Nanti diantar kemari ya," ucap orang tersebut.
__ADS_1
"Ok Mbak!" seru Ani.
Lalu Dae dan Ani naik ke dalam pondoknya. Mereka menyelonjorkan kakinya biar tidak pegal.
"Dae....gw nanti mau naik delman itu ya...kayaknya asyik juga tuh," tunjuk Ani dengan kegirangan.
"Gampang, nanti semua kita jalani. Tapi isi dulu nih perut. Udah laper banget," balas Dae.
"Ternyata enak juga ya liburan ke Jogja. Kalau Bali bosen gw kesana terus."
"Emang Lo baru kali ini main ke Jogja?" tanya Dae mengerutkan keningnya.
"Iya, biasanya gw selalu ke Bali kalau gak ya ke Lombok. Pas sama Lo baru gw ke Jogja," jawab Ani.
"Berarti Lo bersyukur gw ajak ke mari kan?" tanya Dae merasa bangga terhadap dirinya sendiri karena menjadi orang pertama yang membawa Ani ke Jogja.
"Yoi, bersyukur banget. Apalagi gak pake ongkos aliran gratis tis tis," jawab Ani cengengesan.
"Yeeeeee, itu maunya Lo. Lo kan hobby yang gratis tis tis," ketus Dae.
"Kalau sama sahabat gak apa gratis asal jangan sama orang lain, jaga gengsi dong Dae," balas Ani tanpa sungkan.
"Iyalah, sahabatku," ledek Dae.
"Mas, kok diam?" tegur Ani saat melihat seorang laki-laki tampan sedang membawa makanan di baki.
"Ah iya Mbak, maaf saya kaget aja. Nih saya bawa pesanannya Mbak," jawab si pelayan laki-laki itu.
"Wah letakkan di sini Mas," suruh Ani.
Laki-laki itu meletakkan makanan itu di dalam pondok. Sesekali dia melirik ke arah Dae dan Ani. Laki-laki itu berpikir mereka sepasang kekasih yang sedang jalan-jalan.
Ternyata saat laki-laki itu melirik ke arah Dae dan bergantian ke Ani, aksinya itu di ketahui oleh Ani.
"Kenapa Mas lihat-lihat ke saya dan teman saya?" tanya Ani langsung tanpa basa basi.
"Eh anu Mbak, gak ada apa-apa," jawab laki-laki itu dengan logat Jawa nya.
"Kok lihatin kami bergantian. Emang ada yang salah ya Mas?" tebak Ani.
"Oh itu Mbak, saya lihat Mbaknya hanya berdua aja ke sini? Apa lagi jalan-jalan ya Mbak?" tanya laki-laki itu memberanikan dirinya bertanya.
"Iya Mas, kami hanya berdua lagi pengen liburan aja. Apa Mas nya mau nemani kami di sini?" tanya Ani yang menantang laki-laki itu.
__ADS_1
Laki-laki itu seketika menoleh ke arah Ani, dia tersenyum dan menjawab "Gak enak Mbak. Nanti di pikir saya cari kesempatan dalam kesempitan."
"Loh emang kenapa begitu?" tanya Ani heran.
"Lah iya, saya kan sedang bertugas Mbak dan saat ini sedang mengantar pesanan Mbaknya, kalau saya ngobrol di sini apa kata bos saya di sana Mbak?" tanya laki-laki itu sambil menunjuk ke arah warung jualannya.
"Bilang aja di ajak ngobrol sama teman Masnya," balas Ani yang memberi ide.
"Wah gila nih si Ani, masa cowok begini di paksa ngobrol di sini. Kayak gak ada laki-laki lain apa," bathin Dae dengan geleng-geleng kepala.
Ani menyadari kalau Dae menggeleng-gelengkan kepala. Lalu dia menoleh dan menatap Dae bingung.
"Kenapa Lo?" tanya Ani.
Dae yang sedang asyik menyantap Indomie rebusnya seketika tersedak.
"Uhuk uhuk uhuk," Dae pun terbatuk-batuk.
"Pelan-pelan Dae ngunyahnya. Lo nih gak pake perasaan kalau makan," ledek Ani.
"Asem Lo, gw begini ya gara-gara Lo," ketus Dae.
"Loh kenapa gara-gara gw? Emang gw ngapain?" tanya Ani balik.
"Gw lagi asyik ngunyah, malah Lo tanyain," jawab Dae sebel.
"Ya ampun Dae...., habis gw lihat Lo geleng-geleng kepala. Ngapain coba?" tanya Ani.
"Gak ada, gw cuma pengen aja. Kan gak masalah," jawab Dae ngasal.
"Susah ngomong sama Lo. Dah lanjut makan Lo," suruh Ani.
Lalu Ani menoleh ke arah laki-laki tadi. Dia pun tersenyum melihat Masnya yang kebingungan.
"Ya sudah Mas, gak usah di hiraukan ya. Kami emang biasa seperti ini. Selalu bertengkar. Tapi gak sampai KDRT," ucap Ani dengan nyantai.
Laki-laki itu semakin bingung, dia merasa yakin kalau Dae dan Ani sepasang kekasih karena mendengar kata KDRT. Kemudian laki-laki itu berpamitan dan buru-buru meninggalkan pondok mereka.
"Lah kenapa dia pergi? Kan mau ngobrol?" gumam Ani.
"Mungkin dia males ngobrol sama Lo yang banyak nanya nya," jawab Dae ngasal.
"Asem Lo, dah gw mau makan. Laper nih," ucap Ani sambil mengambil makanannya.
__ADS_1
Keduanya menikmati makanan yang di pesan. Udara di Pantai sangat mendukung mereka untuk bersenang-senang di Pantai Parangtritis.