Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 50


__ADS_3

Dae dan Edy segera sarapan pagi. Mereka ada jadwal pertemuan pagi ini. Edy tak ingin mereka terlambat hingga mengakibatkan fatal.


Aistent Li sudah mengatur jadwal pertemuan itu. Dia juga menyuruh beberapa Manager yang ikut dalam pertemuan itu agar tidak terlambat. Mereka akan berkumpul di ruang rapat di Hotel itu.


Sesaat kemudian, semua sudah berkumpul dalam ruangan itu. Beberapa menager heran melihat kehadiran Dae di dalam ruangan itu.


"Kapan Bu Dae nya datang ya?" tanya salah satu Manager.


"Iya, bukannya kemaren Bu Dae tidak ikut bersama kita ya. Terus sekarang Bu Dae disini. Sejak kapan ya?" tanya Pak Raffi yang curiga melihat kehadiran Dae.


Dae yang duduk berdekatan dengan Presdirnya, tak berani menoleh ke arah Manager lainnya. Dia sibuk dengan file-file yang ada di atas mejanya.


Pertemuan pun berlangsung lama. Belum ada tanda-tanda mereka keluar dari ruangan tersebut. Hingga beberapa jam kemudian, mereka menyelesaikan pertemuan kerja sama itu. Beberapa manager sudah keluar dari ruangan itu. Mereka berkumpul di Restaurant yang berada di lantai bawah.


Setelah pertemuan itu berlangsung, Presdir Edy mengajak rekan bisnisnya makan siang bersama di Restaurant Hotel. Beberapa dari mereka sudah ada yang bergegas ke sana. Hanya tinggal Presdirnya, Dae dan Asistent Li serta beberapa dari rekan bisnis Edy.


Sesampainya di Restaurant itu, Edy mengajak Presdir dari Perusahaan lain untuk menikmati hidangan makan siang.


"Dae, ayo gabung bersama disini," ajak Edy.


Dae merasa sungkan, dan tidak pantes makan siang bersama dengan atasan semeja.


"Maaf Presdir, saya akan bergabung dengan yang lainnya saja," elak Dae yang tak ingin membuat yang lainnya curiga.


Edy tak bisa memaksakan kehendaknya dan berdebat dengan Dae di hadapan rekan bisnisnya. Tapi dia juga tidak ingin melihat Dae makan siang bersama yang lainnya satu meja. Rasa cemburu Edy muncul, tapi dia tidak bisa berbuat jauh.


Lu Edy pun mengangguk, membiarkan Dae bergabung dengan manager lainnya.


Setelah kedua belah pihak mendapatkan kerja sama yang saling menguntungkan, Edy memberikan kebebasan terhadap karyawannya untuk melakukan hal yang mereka inginkan.


Sore hari pun tiba, Edy dan Dae kembali ke kamar mereka. Edy berniat mengajak Dae berjalan-jalan ke Malioboro. Namun Dae menolaknya. Dia tidak ingin yang lainnya melihat kedekatan antara dia dan Presdirnya.


"Sorry Ed, aku lagi males aja. Pengen istirahat disini," kilah Dae.


"Kalau begitu, aku akan menemanimu disini juga. Kita akan pesan makan malam di kamar, ok!"


"Terserah kamu saja Ed. Aku ngikut aja," balas Dae.


"Berarti kalau ngikut aku ke pelaminan, kamu mau kan Dae ku...!" seru Edy dengan senyum menggodanya.

__ADS_1


"Tidak," jawab Dae tegas.


Edy pun mendengkus mendengar jawaban Dae. Namun kata-kata itu tak menyurutkan keinginan Edy untuk mendapatkan Dae sepenuhnya.


"Mungkin tidak sekarang mengatakan tidak, ke depannya pasti kamu bilang, mau Edy......," balas Edy sambil memperagakan suara gaya dan suara Dae.


Dae pun terkekeh melihat ke konyolan Edy yang mencoba meniru suaranya dan gaya Dae.


"Wkkkkkkk, Ed kamu lucu banget. Aku gak menyangka ternyata si kulkas ini bisa juga bercanda," ledek Dae tanpa rasa takut sedikitpun terhadap Edy.


Edy tersenyum, dia perlahan menghampiri Dae yang sedang duduk di sofa sambil menonton. Edy langsung duduk disamping Dae, dan merebahkan kepalanya di pangkuan paha Dae.


"Apa yang kamu lakukan?!" teriak Dae.


"Tolong pijitkan kepalaku, Dae. Aku sedikit pusing," rengek Edy.


Dae enggan melakukannya, tapi dia tak tega melihat Edy yang merasakan sakit di kepalanya.


Lalu dengan perlahan Dae mulai memijit keningnya.


Edy memejamkan matanya karena keenakan. Ternyata Dae pinter melakukannya hingga membuat Edy tertidur di atas pahanya.


"Merepotkan," gerutu Dae.


Dae merasa kesal karena dia harus menahan pegal di pahanya akibat tekanan kepala Edy. Karena menunggu Edy yang tak kunjung bangun, Dae pun mencoba memejamkan matanya hingga dia juga ikut tertidur.


Merasa kepalanya sudah mendingan, Edy bangun dan membuka matanya. Hal pertama yang dilihatnya adalah Dae yang tertidur dengan posisi duduk menahan kepalanya Edy.


"Kamu selalu galak terhadapku Dae. Tapi kamu sangat menggemaskan. Aku benar-benar jatuh cinta Dae," gumam Edy senyum-senyum.


Dae merasakan adanya pergerakan di bagian pahanya, dia pun membuka matanya dan melihat ke arah Edy. Namun Dae melihat Edy yang ternyata masih tertidur. Dae mencoba membangunkan Edy.


"Ed, bangun..., aku laper," ucap Dae.


"Jam berapa ini Dae..?" tanya Edy pura-pura.


"Ini sudah malam, ayo pesan makanan atau kita jalan keluar cari makan malam," jawab Dae dan dia mengajak Edy untuk makan malam di luar.


"Kamu ingin keluar Dae?" tanya Edy.

__ADS_1


Edy belum beranjak dari atas paha Dae. Dia masih betah berlama-lama dengan posisi seperti itu.


"Iya, aku ingin mencari makanan di luar. Sekalian pengen jalan malam," jawab Dae.


"Gimana kalau habis makan malam, kita jalan-jalan ke alun-alun. Kamu mau?" tanya Edy.


"Boleh juga. Aku juga pengen jalan keluar malam ini. Ternyata berlama-lama di dalam kamar, bosen juga," jawab Dae.


"Kalau begitu bersiap-siaplah Dae," suruh Edy.


"Baiklah. Aku akan bersiap-siap dulu."


Dae pun mulai mengganti pakaiannya. Dia berdandan ala kadarnya.


Setelah selesai, mereka berdua keluar dari dalam kamar. Dae dan Edy meninggalkan Hotel itu. Mereka menggunakan delman mencari tempat tongkrongan. Hingga sebuah cafe yang ramai, membuat Dae ingin mencobanya.


Dae dan Edy segera masuk ke dalam cafe itu. Mereka mencari tempat duduk yang masih kosong. Setelah mendapatkan tempat duduk, mereka segera memesan makanan.


"Malam Mbak, Mas. Silahkan di pesan makanannya. Ini buku menunya," pelayan itu memberikan buku menu itu kepada Dae dan Edy.


"Terima kasih ya Mbak," balas Dae tersenyum.


Lalu pelayan itu meninggalkan mereka yang masih melihat menu-menunya.


Beberapa saat kemudian mereka berdua memesan makanan. Selagi menunggu makanan datang, Dae dan Edy ngobrol sambil sesekali tertawa.


"Dae, aku senang, akhirnya kamu mau juga keluar malam ini," ucap Edy tersenyum.


"Iya Ed, aku bosen. Ternyata berlama-lama di dalam kamar bosen juga," balas Dae.


"Aku pikir kamu akan betah di kamar seharian. Ternyata dugaanku salah."


"Besok jam berapa kita akan meninjau lokasinya Ed?" tanya Dae yang mengalihkan pembahasan.


"Aku belom mengetahui jadwalnya. Aku akan menanyakannya kepada Asistent Li."


"Semoga tidak terlalu siang, karena aku ingin jalan-jalan ke Prambanan," ucap Dae.


"Aku akan menemanimu Dae. Besok kita akan kesana. Semoga saja pagi hari kita melakukan peninjauannya," balas Edy.

__ADS_1


Setelah lama mereka ngobrol, akhirnya pesanan makanan datang dan pelayan menghidangkan di atas meja mereka.


__ADS_2