
Setelah acara selesai Dae dan Papanya langsung menemui Mamanya di bagian belakang layar. Mereka berdua ingin segera kembali ke kantor dan rumah. Dae ingin berpamitan sama Mamanya karena harus berangkat ke Jogja.
"Hai sayang kenapa kemari, ayo kita ke depan. Ada yang mau Mama kenalin," ucap Mamanya mengajak Dae dan suaminya ke depan.
"Ma, Papa harus balik lagi ke kantor. Mama sama Dae aja ya. Papa buru-buru ya," balas suaminya yang membujuk istrinya agar mengerti keadaannya.
Papanya Dae sengaja menghindar, dia tidak ingin apa yang dilihatnya tadi adalah kebenaran. Jika itu kenyataan, dia tidak ingin membuat rumah tangganya yang sudah tenang menjadi hancur. Sehingga dia menghindar dari kenyataan yang sudah ada di depan matanya tadi.
"Yahh....padahal Mama udah janji mau kenalin Papa dengan sahabat Mama," kecewa Mamanya Dae.
"Maaf Mama, Papa benar-benar tidak bisa berlama-lama di luar kantor. Lain kali aja, ajak makan malam bersama di rumah kita ya," hibur suaminya.
"Mmm ya udah deh," balas Mamanya Dae yang pasrah. " Kalau kamu Dae, apa mau pergi juga?" tanya Mamanya yang sudah kecewa.
"Maaf Ma, sore ini Dae harus berangkat ke Jogja karena ada tugas dari kantor. Tadi Ani menghubungi Dae karena nama Dae tercantum untuk melaksanakan tugas dinas ke Jogja," jawab Dae menjelaskan.
Lagi-lagi Mamanya Dae menghela nafasnya yang berat. Dia merasa tidak enak nantinya dengan sahabatnya.
Sementara sahabat yang dimaksud Mamanya Dae, dialah mantan istrinya Papanya Dae. Begitu juga dengan Sahabatnya itu tidak mengetahui tentang keluarga Mamanya Dae. Mereka berencana ingin menjodohkan Dae dan Ilyas.
"Ya sudah, lain kali Mama akan mengundang mereka langsung untuk makan malam bersama kita di rumah aja biar bisa ketemu sama kalian berdua," balas Mamanya yang merajuk.
"Oh ayolah Ma..., kalau mereka di undang ke rumah, kami akan menyambut mereka dengan berbagai makanan yang lezat. Dae akan membantu Mama menyiapkannya," bujuk Dae.
"Iya Mama, nanti undanglah mereka ke rumah kita, biar lebih mengenal. Kita akan menyambut keluarga mereka," hibur suaminya.
"Baiklah, kali ini Mama akan memaafkan kalian berdua. Tapi nanti kalau kalian tidak menemui sahabat Mama lagi, Mama akan ngambek," ucap Mamanya dengan nada mengancam.
"Iya, iya sayang, Papa akan menemui sahabat Mama nanti," balas suaminya.
"Kalau gitu kami berangkat dulu ya Ma, salam buat sahabat Mama," ucap Dae.
"Hati-hati di jalan kamu ya sayang. Khabari Mama kalau sudah sampai di Jogja," pinta Mamanya.
"Iya Ma, Assalamu'alaikum," pamit Dae sambil mencium pipi kiri dan kanan Mamanya.
__ADS_1
"Papa antar Dae dulu baru ke kantor ya Ma," pamit suaminya.
"Iya Pa, hati-hati dijalan," balas Mamanya Dae.
Keduanya meninggalkan tempat acara yang berlangsung. Papanya Dae merasa legah karena bisa keluar dari tempat itu. Dan ketakutannya tidak menjadi kenyataan.
"Dae, sekarang Papa akan anter kamu ke rumah. Setelah itu Papa akan ke kantor balik," ucap Papanya.
"Iya Pa, gak apa-apa. Lagian Dae juga akan langsung berangkat bareng Ani. Dae yang akan jemput dia ke kantor nanti," balas Dae.
"Kamu hati-hati disana. Khabari Mama kamu kalau udah disana. Kamu tau kan, Mama kamu akan mengkhawatirkanmu kalau tidak dapat khabar, kalau sudah begitu, Papa yang akan menjadi sasaran amukan Mamamu," ucap Papanya Dae mengingatkan.
"Iya Pa, nanti pasti Dae khabari.
Papanya Dae terus melajukan mobilnya menuju rumah mereka. Jalanan yang di lewati tidak begitu ramai. Sehingga waktu yang di tempuh tidak lama.
Sementara di tempat acara, Mamanya Dae bertemu dengan sahabatnya yang kebetulan Ibunya Ilyas.
"Loh Tante, ada disini juga?" tanya Ilyas bingung.
"Maksud Ibu?" tanya Ilyas yang bingung dengan pertanyaan Ibunya.
"Iya, apa kamu kenal nak, sama sahabat Ibu?" tanya ulang Ibunya.
"Ini anak kamu yu?" tanya Mamanya Dae.
"Iya, ini anak aku. Ini yang mau aku kenalkan sama kamu," jawab Ibunya Ilyas.
"Oalah....., ini toh anak kamu. Ya aku udah kenal. Nak Ilyas ini kan berteman dekat sama anakku Dae," jelas Mamanya Dae.
"Oh ya ampuuun..., kenapa bisa kebetulan seperti itu ya," sambung Ibunya Ilyas.
"Hahahahaha, yu ternyata dunia ini sempit ya. Anak-anak kita sudah pada kenal dan dekat," balas Mamanya Dae.
Ilyas yang berada di samping Ibunya hanya bisa tersenyum penuh arti. Dia juga tidak menyangka kalau sahabat Ibunya ternyata Mamanya Dae, kekasihnya yang sekarang sedang mengkhianatinya.
__ADS_1
"Saya gak nyangka kalau Dae itu anak kamu loh. Kemaren dia makan bersama denganku dan Ilyas. Lah sekarang anaknya dimana? Apa gak datang?" tanya Ibunya Ilyas.
Mamanya Dae merasa gak enak, karena dari awal dia ingin memperkenalkan Dae sama Ibunya Ilyas.
"Oh Dae nya tadi datang, tapi dia buru-buru karena ada tugas dari kantornya ke luar kota," jawab Mamanya Dae.
Ilyas mengerutkan keningnya mendengar pengakuan Mamanya Dae.
"Maaf Tante, kalau boleh tau tugas ke luar kotanya kemana ya?" tanya Ilyas yang penasaran.
"Oh itu, katanya sih ke Jogja bareng teman kantornya. Tadi langsung balik ke rumah mau mempersiapkan semuanya, habis tuh baru ke kantor," jawab Mamanya Dae menjelaskan.
"Kenapa Dae tidak menghubungiku? Hah..maafin aku Dae. Kamu sudah membuatku kecewa dengan pengkhianatan mu. Aku tidak bisa menerimanya," bathin Ilyas yang menatap ke arah Mamanya Dae dengan pandangan kosong.
"Kalau gitu, gimana lain kali, kalian saya undang makan malam di rumah. Nanti bisa ketemu sama Papanya Dae dan sama Dae nya juga. Gimana yu?" tanya Mamanya Dae yang meminta pendapat Ibunya Ilyas.
"Wah boleh juga itu. Ya sudah kita atur lagi waktunya ya. Biar Ilyas dan Dae bisa bertemu," jawab Ibunya Ilyas yang setuju dengan saran Mamanya Dae.
"Nah kalau gitu ayo kita sekarang ke depan menikmati acaranya. Nanti saya akan menghubungi kamu yu buat makan malamnya ya," ucap Mamanya Dae.
Ilyas mencoba untuk tidak menghubungi Dae. Rasa sakit hatinya dan kecewa membuatnya enggan menghubunginya.
Di tempat lain, Dae ternyata sudah sampai di rumahnya. Dia mulai membenahi barang-barang yang tadi sempat tertunda. Setelah selesai merapikan barangnya, Dae menghubungi Ani sahabatnya di kantor.
"Assalamu'alaikum An, gimana sudah bisa aku jemput sekarang?" tanya Dae.
"Wa'alaikumussalam Dae, iya nih gw udah beres-beres. Lo jadi kan kemari?" tanya Ani balik.
"Iya gw jadi kesana. Lo siap-siap aja ya gw jemput. Oh ya, kayaknya gw gak masuk ke kantor. Gw nunggu di luar kantor aja ya," pinta Dae yang memang gak mau bertemu Edy.
"Ok, tar Lo hubungi gw kalau udah sampai di depan kantor ya," balas Ani.
"Ok, gw segera otw ya, sampai ketemu di depan kantor," ucap Dae yang menyudahi obrolannya.
Lalu Dae pun memasukkan ponselnya ke dalam tas kecilnya. Kemudian dia keluar dari kamar dan berpamitan sama si bibi yang berada di ruang dapur.
__ADS_1
Setelah Dae berpamitan dengan si bibi, dia bergegas keluar dari rumah menuju mobilnya. Kemudian Dae melajukan mobilnya menuju kantor untuk menjemput Ani sahabatnya. Selama perjalanan, Dae masih memikirkan kata-kata Ilyas yang sangat tidak enak di dengar.