
Dae menikmati kesendiriannya di cafe itu dengan menyantap makanan yang di pesannya. Dia melupakan sementara orang-orang yang sudah memberikan kejutan terhadap hidupnya hari ini.
"Makanan ini sangat lezat. Lumayan bisa menghilangkan penat di kepalaku saat ini," gumam Dae dengan menyantap rakus makanannya.
Di depan pintu cafe, sosok lelaki yang sangat tampan memasuki cafe sendirian. Dia mengedarkan pandangan mencari meja yang Sosok itu tidak lain adalah Rion yang akan bertemu dengan seorang perempuan cantik. Mereka janjian di cafe itu. Rion tak menyadari kehadiran Dae di meja kursi sofa belakangnya.
"Hai, sudah lama menunggu?" tanya Rion sama perempuan cantik itu.
"Ya lumayan sudah dari tadi," jawabnya.
Dae seperti merasa familiar dengan suara laki-lakinya. Tapi...., "Apakah itu Rion?" bathin Dae yang seketika menghentikan suapan ke dalam mulutnya.
Dae hendak menoleh ke belakang memastikan pendengarannya. Tetapi dia takut kalau itu benar Rion.
"Kenapa kamu ngajak aku bertemu di sini? Apa kamu tidak ada jam praktek?" tanya Rion sambil menatap perempuan di hadapannya.
"Hari ini aku tidak ada praktek, aku ingin ketemu sama kamu. Sudah lama kita tidak bertemu sejak hubungan kita selesai."
"Hah..," Rion menghela nafasnya. "Untuk apa kamu menemuiku, aku tidak banyak waktu karena aku harus bertemu pasien hari ini," balas Rion yang tak ingin basa basi.
"Kamu berubah Rion. Apa dia tahun perpisahan kita sudah membuatmu melupakan ku?" tanya mantannya.
"Maaf, sepertinya aku tidak bisa berlama-lama. Kalau tidak ada hal penting, aku permisi dulu," ucap Rion yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Tepat saat Rion berdiri, Dae justru menoleh ke belakang karena sangat penasaran. Tatapan keduanya saling bertabrakan. Rion kaget melihat Dae yang duduk di belakang mantannya. Begitu juga dengan Dae yang terkejut melihat Rion yang ternyata laki-laki di belakangnya.
"Kamu...!" tunjuk Meka terbengong.
Rion tersenyum hangat melihat Dae yang terkejut. Dia melambaikan tangannya ke arah Dae dengan genitnya.
"Hai...," sapa Rion dengan senyum sumringah.
Perempuan yang bersama Rion bingung dengan sikap Rion yang menyapa orang lain. Dia pun menoleh ke belakang, yang di lihatnya justru Dae.
"Siapa yang di sapanya?" pikir perempuan itu.
Rion berjalan menghampiri Dae yang sendirian. Dengan semangat Rion menemuinya tanpa memperdulikan mantan kekasihnya yang duduk di belakang Dae.
__ADS_1
"Hai Sweety..., kamu sedang apa di sini?" tanya Rion yang langsung duduk di sebelah Dae.
Dae menggeram dan kesal sekaligus. "Hah, bukannya tenang, malah ada aja gangguan hari ini. Kapan gw tenangnya," gerutu Dae dengan wajah cemberutnya.
"Ngapain kamu ke sini?" tanya Dae ketus tanpa menoleh ke Rion.
"Ya menemui kamu Sweety. Kamu sendiri ngapain di sini? Tunggu.., jangan bilang kamu ngikutin aku ya," goda Rion membuat Dae semakin emosi.
"Apa..! Kamu itu kalau ngomong suka sembarangan ya. Ngapain juga aku ngikutin kamu. Kayak selebritis aja. Lagian kalaupun Selebritis, aku juga gak akan ngikutin kamu, gak kerjaan kali," ketus Dae dengan wajah juteknya.
"Hahahaha, kamu makin menggemaskan setelah gak ketemu. Aku kangen sama kamu," bisik Rion di telinga Dae.
Tentu saja ucapan Rion itu terdengar di telinga mantannya yang belum beranjak dari tempat duduknya. Hatinya terasa sakit dan kesal. Bagaimanapun rasa cinta untuk Rion masih sangat besar di hatinya. Karena tak ingin menyaksikan keromantisan keduanya, mantan Rion pergi meninggalkan cafe itu.
Sementara Dae yang mendengar kata kangen dari Rion, mengerutkan keningnya. Dia menoleh ke Rion yang ternyata masih menatap ke Dae. Tatapan mereka bertemu, dan saling mengunci.
Dae grogi dan dia mengalihkan pandangannya ke makanan yang di hadapannya.
Rion menahan senyumnya, padahal dalam hatinya dia merasa senang sekali bertemu dengan Dae secara tak sengaja.
"Wah kamu makan gak ngajak-ngajak ya. Padahal aku laper banget," ucap Rion melihat ke arah makanan Dae.
"Galak banget sih jawabnya. Tapi aku laper banget. Aku coba makanan kamu ya sedikit. Sebelum pesananku datang," ucap Rion dengan wajah memelas.
Dae melihat wajah memohon Rion. Dia pun tak tega dan akhirnya memberikan makanannya untu di makan Rion.
"Suapin dong Sweety," pinta Rion dengan manja.
"Kamu udah besar Yon, ngapain pake di suapin segala. Kayak anak kecil aja," gerutu Dae yang menahan emosinya. Dia tetap tidak mau menyuapi Rion. Bagi Dae, Rion bukan siapa-siapa. Walaupun mereka pernah melakukan kencan satu malam. Tapi bagi Dae itu sebuah kesalahan yang menjebaknya.
"Hah, baiklah Sweety. Aku akan makan sendiri. Kekasih tak perhatian," ngedumel Rion.
Setelah Rion memesan makanannya, dia menyantap sedikit makanan milik Dae. Karena Rion memang sangat kelaparan saat bertemu mantannya.
Dae melirik sekilas melihat bagaimana Rion dengan semangatnya menyantap makanan miliknya yang baru saja di makannya.
Hingga akhirnya pesanan Rion datang. "Wah ini dia yang di tunggu," ucap Rion dengan mata berbinar melihat makanannya datang.
__ADS_1
"Silahkan Mas, ini pesanannya," pelayan itu meletakkan makanan ke atas meja mereka.
Rion pun langsung menyantap makanannya. Karena makanan Dae hanya sedikit di makannya. Rion dengan santai mengunyah makanan itu. Seketika dia teringat akan Dae yang duduk di sampingnya.
"Sweety, apa kamu mau aku suapin?" tanya Rion.
"Ah tidak perlu. Lebih baik kamu nikmati makanan itu dan jangan banyak bicara. Nanti bisa keselek," jawab Dae.
Dae sedang asyik melihat sosmed nya. Dia melihat fotonya sedang bersama Rion waktu di pantai. Dae mengerutkan keningnya lalu menoleh ke arah Rion yang sedang menikmati makanannya.
"Kenapa Ani memposting foto-foto ini? Sejak kapan dia mengambilnya? Apa maksud dia dengan semua ini?" gumam Dae yang tak menyadari kalau Rion mendengarnya.
"Kenapa Dae?" tanya Rion yang langsung menoleh ke Dae. Lalu dia melihat ke arah ponsel Dae dengan curiga.
"Gak apa-apa," jawab Dae.
Rion terus memandang ke arah ponsel Dae dengan ras angin tau apa yang membuat Dae terbengong seperti ini.
"Apa ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman Dae?" tanya Rion menebaknya.
Dae melihat ke arah Rion. Dae bingung apa dia harus mengatakannya ke Rion atau tidak.
"A--aku melihat foto kita berdua di akun nya Ani. Dia memasang foto-foto kita saat liburan di Jogja," jawab Dae.
"Oh...bagus dong. Mungkin Ani ingin menunjukkan foto-foto liburannya dengan teman-teman di sosmed miliknya," ucap Rion dengan santai.
"Mungkin sih, tapi kenapa foto aku sama kamu yang sangat dekat begini juga di panjangnya?" tanya Dae sambil matanya menatap ke arah foto di ponsel nya.
"Maksudnya?" Rion menghentikan kunyahannya dan melihat ke arah ponsel Dae dengan mengintip.
Rion melihat foto mereka berpelukan, itu terjadi ketika ombak besar datang dan mereka berlari, namun Dae tidak sigap hingga dia terjatuh, dan Rion menangkapnya.
"Kenapa dia bisa memiliki foto kita seperti ini?" Rion malah bertanya curiga.
"Aku juga bingung dan gak ngerti. Kapan dia ngambilnya? Dan buat apa di panjangnya?" Dae terus bertanya tanpa henti.
Keduanya terus memikirkan foto itu dengan pemikiran masing-masing.
__ADS_1
"Sudahlah, tidak usah di pikirkan," tiba-tiba Rion mengehentikan aksi mereka yang terlalu memikirkan foto-foto itu.
Keduanya saling menatap, dan Dae membenarkan ucapan Rion.