
Pagi pun tiba, Dae masih tak mau beranjak dari tempat tidurnya. Dia tak ingin memperlihatkan wajahnya di depan Mama dan Papanya. Dia memutuskan untuk kembali tidur.
"Tok tok tok, Dae.....!" panggil Mamanya.
Hingga beberapa kali bunyi ketukan, tak ada juga sahutan dari Dae.
Sebenarnya Dae mendengar suara ketukan itu, tapi dia lagi tidak ingin bertemu dengan Mamanya.
"Dae....., kamu gak ke kantor sayang?" tanya Mamanya dari luar kamar.
"Nih anak kok gak nyahut. Apa sudah berangkat ke kantor ya? Kok gak pamit gitu," gumam Mamanya Dae.
Lalu Mamanya pun pergi meninggalkan kamar Dae dan mencari pembantunya.
"Bi, Dae sudah berangkat ke kantor ya?" tanya Mamanya Dae saat melihat si bibi lagi menyiapkan sarapan.
"Belum Nyonya, masih di kamar kok," jawab si bibi.
"Masa sih, kenapa di panggil dari tadi gak nyahut ya? Emang kemaren Dae pulang jam berapa bi?" tanya Mamanya Dae yang mulai mengintrogasi.
"Kemaren pulang gak terlalu malam kok Nyonya," jawab si bibi.
"Dianter sama Ilyas kan?" tanya Mamanya Dae lagi.
"Sepertinya tidak Nyonya. Kayaknya sama teman perempuan Nya," jawab si bibi.
"Loh, siapa itu? Ada apa nih sama dia?" gumam Mamanya.
Mamanya Dae penasaran, dan dia kembali berjalan ke arah kamar Dae.
"Tok tok tok, Dae....buka pintunya!" teriak Mamanya.
"Iya Ma..., Dae lagi gak ke kantor Ma. Perut Dae sakit karena lagi datang bulan," jawab Dae yang sengaja berbohong.
Dae tak ingin Mamanya tau tentang hubungannya dengan Ilyas yang sudah berantakan.
"Benaran kamu gak kenapa-napa Dae? Kalau gitu Mama suruh si bibi anter sarapan ke kamar kamu ya!" teriak Mamanya dari luar kamar.
"Iya Ma...," balas Dae.
Dae males gabung sarapan bareng dengan orang tuanya. Karena saat ini pastinya mata Dae terlihat membengkak setelah menangis puas.
__ADS_1
Tiba-tiba ponsel Dae berdering, Dae enggan bangkit dari tempat tidurnya. Dia membiarkan ponsel itu berdering terus.
Sementara di luar rumah Dae, Ilyas sudah menunggu di mobilnya untuk bertemu Dae.
Dia menghubungi Dae, tapi tak kunjung diangkat juga.
"Please Dae....angkat...," gumam Ilyas.
Ilyas tau kalau ucapannya kemaren sudah menyakiti hati Dae. Tapi dia juga tak mau disalahkan. Dae juga sudah berkhianat darinya.
Ilyas mencoba terus menghubungi Dae namun tak juga di respon.
"Mungkin kami berdua butuh waktu untuk menenangkan pikiran masing-masing. Lebih baik aku ke kantor," gumam Ilyas yang merasa tak puas.
Akhirnya Ilyas mengalah dan pergi meninggalkan rumah Dae dalam keadaan sedih.
Di rumah Dae, Papa dan Mamanya sedang sarapan pagi di ruang makan.
"Loh Dae nya mana Ma?" tanya Papanya Dae.
"Masih di kamar Pa. Katanya perutnya lagi sakit, biasa perempuan Pa," jawab istrinya.
"Oh...berarti dia gak ke kantor ya Ma?" tanya suaminya.
"Papa anter Mama ya ke Butik. Mama hari ini mau louching gaun pernikahan dari Butik Mama. Kemungkinan sedikit malam Papa jemput Mama ya," ucap istrinya.
"Loh Mama mau louching gaun dari Butik? Kok gak bilang Papa? Papa kan bisa ajak Dae untuk melihatnya," balas suaminya.
"Ya Mama pikir kalau Papa sama Dae pasti juga sibuk. Kalau tau kalian mau datang, Mama kan senang banget Pa," ucap istrinya sedih.
"Ya udah, nanti Papa coba bujuk Dae agar ikut kesana. Sekarang Papa nganter Mama dulu. Setelah itu Papa ke kantor. Nanti Papa hubungi Dae buat ngajak dia ke Butik Mama," balas suaminya.
"Mudah-mudahan Dae mau ya Pa. Itu anak kadang susah diajak Pa, sebel Mama lihatnya," keluh Mamanya.
"Ya nanti Papa akan bujuk deh. Yuk berangkat, nanti Papa terlambat," ajak suaminya.
Papa dan Mamanya Dae pun pergi ke tempat kerja masing-masing. Mereka meninggalkan Dae sendiri di dalam rumah.
Sementara di kamar, Dae sedang sarapan. Sebenarnya Dae sangat malas menyentuh piringnya, tapi si bibi memaksanya untuk sarapan.
Ketiak Dae sarapan, air matanya kembali menetes hingga jatuh ke piring yang berada di pangkuan Dae.
__ADS_1
Dae membiarkan air matanya terjun bebas ke piring hingga membuat rasa makanannya sedikit berbeda yang ada di pinggiran piring.
Setelah selesai makan, Dae membersihkan dirinya. Dia masuk ke dalam kamar mandi dengan malas-malasan. Suasana hatinya hari ini sangat buruk dan kacau. Dae butuh hiburan dan dia pengen menenangkan pikirannya sejenak.
"Kayaknya gw butuh liburan. Mungkin gw bisa jalan ke Jogja bareng Ani. Mending gw hubungi Ani biar kami berangkat secepatnya," gumam Dae.
Lalu Dae mengambil ponselnya dan menekan no Ani sahabatnya.
"Assalamu'alaikum Dae....," sapa Ani di seberang tlp.
"Wa'alaikumussalam An," sahut Dae.
"Lo benar gak masuk kantor?" tanya Ani penasaran.
"Iya An, gw gak masuk kantor hari ini. Oh ya An, temani gw dong ke Jogja, gw pengen liburan nih," ajak Dae.
"Apa...! Ke Jogja?" tanya Ani dengan terkejut.
"Iya ke Jogja loh. Mau gak An?" tanya Dae lagi.
Dae mencoba membujuk Ani agar mau menemaninya ke Jogja untuk liburan.
"Emang Lo kenapa Dae? Kok tiba-tiba ngajak gw ke Jogja sih?" tanya Ani santai.
"Lo mau gak nemani gw? Kalau Lo banyak bertanya, mending gak usah deh. Gw bisa pergi sendirian," ucap Dae merajuk.
"Eits....gitu aja kok ngambek sih Dae? Ok, gw mau nemani Lo. Kapan kita berangkat?" tanya Ani.
"Hari ini, nanti siang gw jemput Lo ke kantor. Lo bisa kasih alasan sama atasan apa aja. Yang penting siang gw jemput, ok!"
"Iya, iya gw tunggu nanti siang di kantor. Nih Lo emang lagi ngapain?" tanya Ani.
"Gw lagi berbaring di kamar. Ntah kenapa hari ini bawaan gw tuh males Mulu," ucap Dae.
"Mantep, enak banget ya nyantai di kamar. Oh ya nanti kalau Lo benaran ke kantor, gw mau cerita sesuatu sama Lo. Yang pasti banyak deh yang mau gw ceritakan," ucap Ani semangat.
"Iya gw pasti datang, kalau gitu, gw siap-siap dulu ya. Ntar Lo bilang ke Nyokap gw kita liburan bareng yang lainnya ya. Gw males di kasih banyak pertanyaan nantinya," pinta Dae.
"Siip deh. Sekarang gw lanjut kerja lagi. Ntar si bos marah kalau gw makan gaji buta, hehehe," balas Ani cengengesan.
"Ok, selamat bekerja dengan baik ya, Assalamu'alaikum," ucap Dae.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam," balas Ani.
Obrolan pun berakhir. Dae kembali berbaring di atas tempat tidurnya. Dae masih terngiang-ngiang dengan ucapan Ilyas yang menyakitkan itu. Dia menghela nafasnya dengan berat. Namun hari ini dia tidak ingin amb pusing masalahnya. Hari ini mereka akan berlibur ke Jogja berdua. Menghabiskan waktu dengan sahabatnya Ani.