Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 70


__ADS_3

Dae terpaku menatap ke sekeliling dengan pemandangan yang sangat cantik. Lalu Dae menatap tak percaya ke arah Ilyas yang diam dengan wajah penuh arti.


"Yas, ini benar-benar indah dan sungguh cantik," puji Dae senang.


"Ini belum seberapa sayang. Coba kamu lihat ke depan sana," tunjuk Ilyas dengan telunjuknya.


Dae pun menoleh ke depan melihat sesuatu yang sangat indah dan ini benar-benar merupakan kejutan yang indah.


Di depan mereka, muncul ucapan I love you dengan lampu warna warninya yang indah.


"Ini benar-benar indah Yas. Aku suka banget...!" lagi-lagi Dae memujinya.


"Sekarang ayo kita nikmati makan malam disana. Aku sudah memesankan makanan kesukaan kamu sayang," ajak Ilyas menuju meja yang sudah di dekorasi cantik.


Mereka pun berjalan ke arah meja yang terletak di pinggiran balkon Restaurant, sehingga mereka berdua bisa melihat pemandangan kerlap-kerlip lampu.


"Sejak kapan kamu mempersiapkan semua ini Yas?" tanya Dae tak percaya dengan semua kejutan ini.


"Saat aku pulang dari Jogja, aku sudah mempersiapkannya. Dan ingin memberikan kamu kejutan Dae," jawab Ilyas.


"Terima kasih Yas, aku sungguh sangat menyukainya," Dae pun mengecup pipi Ilyas sebagai hadiahnya.


"Sama-sama sayang," balas Ilyas yang langsung memeluk Dae dan mendaratkan kecupan di kening Dae.


Ilyas melepaskan pelukannya dan mengarahkan Dae ke kursinya dengan menarik kursinya dan mempersilahkan Dae duduk. Lalu Ilyas pun segera duduk di kursinya yang berhadapan dengan Dae.


Ilyas menatap Dae dengan senyum tipisnya. Dan dia berkata


"Sebentar lagi akan ada kejutan yang menunggumu sayang," ucap Ilyas.


"Aku jadi penasaran Yas, kejutan apa yang akan kamu berikan. Kamu begitu banyak memberikan kejutan malam ini," balas Dae.


"Kamu senang kan menerima kejutan dariku Dae?" tanya Ilyas.


"Heum," Dae menganggukkan kepalanya.


Lalu pelayan datang membawa hidangan ke atas meja mereka. Dae tidak menyangka kalau Ilyas tau makanan kesukaan Dae. Semua makanan yang dihidangkan adalah menu kesukaan Dae.


"Silahkan Tuan dan Nona dinikmati makanannya," ucap pelayan itu.


"Terima kasih," balas Dae tanpa menoleh ke arah pelayan itu.


Dae terus menatap makanan yang dihidangkan di hadapannya.


"Kenapa di lihatin teru" tanya Ilyas yang terus memandang Dae.


"Hehehe, makanannya banyak banget, gimana ngabisinnya ya Yas?" tanya Dae yang cengengesan.

__ADS_1


"Kalau gak habis ya sudah gak apa-apa. Kalau kamu sanggup menghabiskannya, ya habiskan," jawab Ilyas tenang.


"Apa kamu tidak protes kalau aku gemuk Yas?" tanya Dae.


"Ya kalau kamu gemuk kan bisa olah raga sayang. Ayo kita makan," jawab Ilyas dan menyuruh Dae makan.


Ketika mendengar jawaban Ilyas, Dae langsung teringat akan ucapan Edy yang tidak mempermasalahkan berat badan Dae.


"Isshhh, kenapa aku malah memikirkan dia ya?" bathin Dae bertanya.


"Sayang, malah melamun. Ayo di makan," ucap Ilyas menegur Dae karena terlihat diam bengong.


"Eh iya maaf Yas, terlalu fokus melihat makanan ini semua," kilah Dae.


"Ya udah yuk kita makan," ajak Ilyas lagi.


Ilyas dan Dae menikmati makan malam yang romantis berdua.


"Yas, ini benar-benar lezat banget loh," puji Dae sambil mengunyah.


"Makan aja dulu, biar gak keselek loh sayang," ucap Ilyas yang memberi perhatiannya.


"Hehehe, habis enak banget Yas, gak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Benar-benar lezat."


Ilyas hanya geleng-geleng kepala merasa lucu melihat tingkah Dae.


Tak berapa lama, setelah mereka selesai dengan makan malamnya. Ilyas beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan ke arah piano yang memang sudah disediakan atas permintaan Ilyas.


Cha hanya memandangnya dari tempat duduknya. Dia melihat Ilyas sudah duduk di bangku piano itu.


Ilyas mulai memainkan piano itu dengan sentuhan yang gemulai.


Seketika Dae terkesiap mendengar lagu yang di mainkan Ilyas. Sebuah lagu romantis yang syairnya mengungkapkan perasaan yang mendalam di diri orang tersebut terhadap kekasih hatinya.


Lagi-lagi Cha teringat dengan Edy yang saat berdua dengan Dae di mobil memutar lagu yang syairnya tentang perasaan mendalam untuk kekasih hatinya.


"Isssh kenapa aku mengingatnya lagi sih. Dae....sadar, nih acara romantis Lo dengan Ilyas. Jangan merusak semua ini Dae....dengan mengingat Edy..," Dae berbicara dengan dirinya sendiri dengan gigi menggeretek.


Sementara Ilyas yang fokus memainkan piano itu, sesekali menoleh ke arah Dae. Saat Ilyas menatap Dae, hati Dae merasa sedih karena telah mengecewakan Ilyas.


Setelah beberapa lagu di mainkan Ilyas, dia beranjak dari tempat piano itu. Ilyas berjalan menghampiri Dae yang masih takjub bercampur sedih melihat permainan Ilyas.


"Sayang, gimana lagunya? Apakah kamu menyukainya?" tanya Ilyas yang sudah berdiri di hadapan Dae.


"Kamu benar-benar keren Yas. Aku gak nyangka kalau kamu bisa memainkan piano dengan lancar begitu," puji Dae.


"Aku memang tidak ingin menceritakanya sayang. Dan aku lebih suka kamu melihat dan mendengar aku memainkan piano itu," jelas Ilyas.

__ADS_1


"Tapi tetap aja bagiku ini sebuah kejutan Yas. Bahwa kamu itu sangat pandai bermain piano."


"Iya iya sayang, makasih ya udah memberikan pujiannya ya," ucap Ilyas.


"Yas, katanya kamu akan memberikan kejutan untukku lagi?" tanya Dae yang ingat akan ucapan Ilyas.


"Kamu udah gak sabar ya mau tau apa kejutan selanjutnya?" tanya Ilyas menggoda Dae.


"Iya tentu Yas. Aku penasaran denga. kejutannya," jawab Dae bersemangat.


Lalu Ilyas meminta Dae berdiri dari tempat duduknya. Setelah Dae berdiri, Ilyas langsung berlutut dihadapan Dae.


Dae terkejut melihat sikap Ilyas yang mendadak berlutut di hadapannya.


"Dae, maukah kamu menjadi kekasih hidupku sepanjang umurku?" tanya Ilyas sambil menyodorkan sebuah cincin berlian yang sangat cantik.


Dae lagi-lagi di buat terkejut dengan ucapan Ilyas dan perbuatan Ilyas yang secara tidak langsung melamarnya saat itu juga. Dae menutup mulutnya dengan kedua tangannya merasa tak percaya dengan keadaan ini, hingga dia tak sengaja meneteskan air matanya.


"Yas, maaf aku belum bisa menerima semua ini. Kamu tidak tau bahwa aku sudah berbuat tidak baik denganmu," ucap Dae teecekat lidahnya.


Ilyas menatap lurus ke mata Dae, mencari sesuatu yang membuat Dae bisa mengatakan maaf, dan itu artinya Dae menolak lamarannya.


Ilyas langsung berdiri dan menatap dingin ke Dae.


"Apa kamu menolakku sayang?" tanya Ilyas tak percaya.


Dae menggelengkan kepalanya, karena dia tak sanggup memberitahukan Ilyas kebenarannya.


"Terus kenapa kamu berkata seperti itu sayang?" tanya Ilyas lagi.


Dae masih dia dan menundukkan kepalanya. Dia tidak berani memandang mata Ilyas yang dingin.


"Kenapa kamu diam Dae? Aku butuh penjelasannya!" bentak Ilyas.


Dae terkejut mendengar suara Ilyas yang kencang di hadapannya. Dia langsung mendongakkan kepalanya menatap Ilyas dengan rasa tak percaya.


"Aku bingung Yas, mau menjelaskannya dari mana. Aku bingung!" teriak Dae.


"Apa ini ada hubungannya dengan dia?" tanya Ilyas.


"Maksud kamu dia, siapa?"


"Presdir kamu itu, iya?"


Dae membelalakkan matanya tak percaya karena ucapan Ilyas langsung ke intinya.


___________________________________________

__ADS_1


Hai pembaca setiaku, maaf kalau saya sering bolong update. Itu karena ada urusan yang harus saya utamakan daripada menulis novel.


Semoga kalian, tetap terus setia dan suka dengan karyaku ini ya...


__ADS_2