
Semua karyawan yang diundang untuk pertemuan diminta segera masuk ke dalam ruangan rapat. Assiten Li dan Sekretaris Lu baru saja masuk ke dalam ruangan. Dan di dalam ruangan sudah kumpul semua para Manager. Kecuali Manager Promotion yang tidak kelihatan.
"Kemana Bu Dae? Apa dia tidak masuk hari ini?" tanya Assitent Li.
"Ada Pak Li. Tapi beliau tadi izin ke toilet sebentar katanya," jawab Manager keuangan yaitu Bu Ana.
Asisstent Li sangat tidak suka jika ada karyawan yang belum hadir saat undangan pertemuan. Tiba-tiba Asisstent Li mendapat tlp dari Reseptionist yang memberitahukan kedatangan CEO Perusahaan Golden Otomotif.
Assisten Li buru-buru keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju Reseptionist.
Saat melihat kehadiran CEO itu, Assistenti Li langsung menyapanya.
"Selamat siang Pak Aditya Ilyas, CEO dari Golden Otomotif, selamat datang di Perusahaan kami," sapa Assistent Li dengan anggukan.
"Heum."
"Mari silahkan Tuan, saya antaran keruangan CEO Edy," Assisten Li mengajak Tuan Ilyas menuju lift.
Mereka naik lift khusus menuju ruangan Bosnya. Saat di dalam lift tak ada satupun diantara mereka yang berbicara hingga akhirnya lift berhenti di lantai dimana ruangan Manager Promotion.
Ternyata Dae menggunakan lift pribadi CEO ke lantai atas. Dia tidak menyadari jika lift yang digunakannya adalah lift pribadi CEO karena tergesa-gesa.
Saat pintu lift terbuka, Dae buru-buru masuk tanpa menyadari kehadiran Assisten Li dan CEO Golden.
Saat ini Meka sedang berdiri tepat dihadapan CEO itu. Hingga orang yang berada dibelakangnya bisa mencium aroma parfum yang sangat unik yaitu aroma red berries.
Saat Meka menoleh kesamping, Meka terkejut karena melihat Assitent Li di belakangnya. Dan dia lebih terkejut melihat adanya CEO yang kemaren dibayangkannya.
"Oh ya ampuuun Assitent Li, kenapa ada disini? Bukannya anda tadi diatas ya?" tanya Dae polos sambil menoleh kebelakang.
Assitent Li hanya berdehem dan melirik CEO yang berada disebelahnya.
Meka menjadi gugup dan salah tingkah. Jantungnya mulai berdegup kencang. Dia tanpa sadar memegang dadanya.
Sesaat kemudian, mereka sampai dilantai atas, dimana ruangan CEO Edy berada dan ruangan pertemuan. Saat pintu lift terbuka Dae langsung keluar. Tapi sayangnya dia tersandung kedepan dan hampir terjatuh. Karena CEO Golden dengan sigap menangkap tubuh Dae dari belakang dengan memegang pinggang Dae.
__ADS_1
Dae terkejut karena tidak jadi menyentuh lantai. Dan lebih terkejut lagi karena posisi Dae sangat memalukan. Dia membungkuk dan CEO Golden berada tepat dibelakangnya. Sehingga antara bokong dan kejantanan CEO itu bersentuhan. Seperti sedang melakukan permainan hot dengan gaya ***** *****.
Dae buru-buru berdiri tegak dan tak berani menoleh kebelakang. Dia terus berjalan menghindari tatapan kedua laki-laki yang berada dibelakangnya. Dadanya terus berdebar saat mengingat posisinya yang terjatuh.
"Gila Dae....bagaimana mungkin Lo bisa seperti itu tadi...! Buat malu aja Lo...Tadi itu apa ya? Kenapa gw ngerasain kejantanannya ya. Jangan bilang dia terangsang dengan posisi seperti itu. Oh...gw udah benar-benar tidak waras ini." gerutu Dae dalam hatinya.
Berbeda dengan CEO Ilyas, wajahnya sudah seperti terong rebus yang sangat matang. Dia menahan amarahnya, namun dia tak menyangka dengan kejantanannya yang bisa berdiri tegak akibat adegan seperti itu bersama wanita yang belum dikenalnya. Padahal CEO Golden terkenal dingin terhadap sosok wanita.
Assistent Li merasa tak nyaman berada di samping CEO Golden. Dia pun tak berani menoleh ke samping. Mereka keluar dari lift dengan sikap biasa saja, seperti tidak ada kejadian yang terjadi.
"Sialan tuh perempuan, buat junior gw tegak," umpat Ilyas sambil memegang juniornya sekilas.
"Silahkan Tuan Ilyas, Pak Edy sudah menunggu kehadiran anda," Assitent Li mempersilahkan CEO itu masuk.
"Hallo Tuan Ilyas, lama kita tidak bertemu. Bagaimana khabar anda?" sapa Edy.
"Ya, saya baik seperti yang anda lihat," jawab Ilyas.
"Kalau begitu kita langsung saja keruangan pertemuan," ajak Edy.
Lalu mereka berjalan menuju ruangan pertemuan. Saat kedua laki-laki tampan dan ditambah satu lagi, mereka yang berada di dalam ruangan langsung berdiri menyambutnya.
Manager Ana terpesona melihat ketampanan kedua laki-laki yang memasuki ruangan pertemuan. Sampai dia tak menyadari jika air liurnya keluar dari sudut bibirnya.
Dae tak berani memandang kedua laki-laki itu, dia menyibukkan dirinya dengan mencoret-coret kertas dihadapannya.
"Bu Dae, tampan banget ya Bos kita dan CEO itu!" puji Bu Ana.
Dae tak menanggapinya. Dia takut dan merasa malu atas kejadian yang tadi terjadi.
"Selamat siang semua," ucap Assistent Li yang membuka pertemuannya.
Edy melihat wanita yang tadi memarahinya hadir diruangan pertemuan itu. Dia menyunggingkan senyumannya sambil menatap kearah Dae.
Tanpa sengaja Dae juga menatap kearah Bosnya. Dia terkejut karena yang ditatapnya sedang melihat kearahnya.
__ADS_1
"Kenapa Bos ku senyum-senyum ngelihat kearah gw ya? Apa dia kesambet demit sini?" Ah...ngapain gw ngelihatin dia juga," bathinnya.
Dan bertepatan dengan itu Ilyas juga menatap kearah Dae. Dia menatap Dae dengan pikiran yang tak bisa diungkapkannya. Ada rasa deg-deg an dan penasaran dengan sosok Dae. Ilyas pun menyunggingkan senyum iblisnya.
"Eh Bu Dae, lihat dari tadi CEO Golden melihat kearah kamu terus. Apa kalian saling mengenal?" tanya Bu Ana disela meeting.
"Ah gak mungkin saya mengenalnya Bu."
"Wajah kalian ada kemiripan ya Bu Dae. Atau jangan-jangan kalian jodoh nih," celetuk Bu Ana dengan berbisik.
"Ibu ini aneh-aneh aja. Mana mungkin saya berjodoh dengan laki-laki tampan seperti beliau. Udah ah jangan dibahas. Bahaya kalau ketahuan Bos kita ngobrol," ucap Dae.
Selama satu jam pertemuan, akhirnya selesai pembahasannya dan kerja sama terjalin antara kedua Perusahaan.
"Bu Dae, bisa nanti keruangan saya setelah pertemuan ini?" tanya Edy tanpa senyuman.
"Ah, eh, saya keruangan Bapak? Ada apa ya Pak?" tanya Dae polos dan bingung.
"Maaf Bu Dae, anda keruangan Bos saja. Jangan banyak bertanya," Assisten Li langsung menjawabnya.
"Baik Pak."
Dae bingung buat apa dia keruangan Bosnya? Bukannya Bosnya paling tidak suka jika ada wanita lain masuk keruangan dia?
Dae jadi curiga dan waspada dengan ucapan Bosnya.
Lalu mereka yang ada diruangan tersebut bubar. Mereka kembali keruangannya masing-masing. Kecuali Dae, dia keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruangan Bosnya.
"Sekretaris Lu, di dalam ada CEO Golden ya?" tanya Dae.
"Iya Bu Dae. Dan Bu Dae sudah ditunggu di dalam," jawab sekretaris Lu.
Dae berjalan pelan sambil menghitung langkahnya sampai di deoan ruangan itu. Lalu dia mengetuk pintunya.
"Tok tok tok,"
__ADS_1
"Bu Dae masuk saja. Bos sudah menunggu dari tadi," celetuk Sekretaris Lu