Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri

Calon Suamiku Ternyata Kakakku Sendiri
Bab 89


__ADS_3

Dae masih tak bergeming mendengar ajakan Rion. Dae khawatir jika nanti dia akan melihat hal yang tak mengenakan.


"Bagaimana Dae, kenapa kamu diam?" tanya Rion lagi.


"Sudahlah, aku tidak ingin melihatnya. Lebih baik sekarang kamu antar aku kembali ke hotel. Dan satu lagi, anggap saja apa yang terjadi dengan kita suatu kecelakaan," ucap Dae yang tidak ingin terlibat lagi dengan Rion.


"Aku tidak bisa berjanji untuk hal itu. Sekarang aku akan antar kamu ke hotel. Karena aku juga ingin langsung balik ke Jakarta," balas Rion.


Setelah keduanya bersiap-siap, akhirnya Dae dan Rion kembali ke hotel mereka masing-masing. Dae yang diantar Rion ke hotelnya, masuk ke kamarnya. Dia tidak tau harus bersikap bagaimana terhadap Ani.


"Apa yang terjadi dengan Ani ya? Apakah perkataan Rion itu benar. Ani telah menjebak ku? Ah lebih baik aku menunggunya di sini," gumam Dae yang sudah berada di dalam kamar hotel.


Sedangkan di kamar yang ada di sebuah club, Ani terbangun dan terduduk. Dia melihat laki-laki tanpa busana tertidur disampingnya. Ani langsung teringat akan peristiwa tadi malam yang terjadi. Dia marah dan sakit karena jebakannya, justru dia yang mengalaminya.


"Aku harus pergi dari sini secepatnya," gumam Ani yang langsung turun dari tempat tidur. Dia bergegas ke memakai bajunya tanpa membersihkan dirinya. Tanpa membuang waktu dia pergi keluar dari kamar yang membuatnya seperti ******.


Ani mempercepat langkahnya keluar dari area club itu. Dia memesan mobil online ke arah hotel tempat mereka menginap. Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya mobil pesanannya datang.


Di dalam perjalanan, Ani terus berpikir dan merenungkan kejadian yang terjadi malam tadi.


"Kalau laki-laki itu tidak bersama Dae, lantas kemana perginya Dae?" gumam Ani mengerutkan keningnya.


"Mbak kenapa?" tanya supir mobil itu yang heran melihat Ani dari kaca spionnya sedang ngomong sendiri.


Ani yang disapa, tak mendengar sapaan supir itu. Dia sangat fokus berpikir tentang Dae yang tidak tau bagaimana keadaannya.


"Apa dia sudah kembali ke hotel ya? Bukankah dia sudah meminumnya, lantas kemana dia pergi? Kenapa gw kecolongan begini, brengsek," geram Ani sambil mengepalkan tangannya dan memukul pahanya sendiri.


Sang supir terkejut mendengar umpatan Ani. Baginya kata-kata seperti itu tidak pantas diucapkan oleh wanita yang baik. Namun apalah daya, si supir hanya bisa diam dan tidak ingin ikut campur dengan bertanya.

__ADS_1


Tak lama di perjalanan, akhirnya Ani sampai di hotel tempat mereka menginap. Ani berusaha mencoba tenang seperti tidak ada kejadian. Lalu dia berjalan memasuki hotel dan membuat skenario baru lagi saat bertemu dengan Dae.


"Ternyata dia sudah berada di hotel. Dan dia baru saja kembali. Itu artinya tadi malam dia memang masih berada di club itu. Tapi kemana Dae pergi? Bukankah dia sudah masuk ke dalam kamar yang sudah aku pesan dan di sana ada laki-laki itu. Tapi kenapa justru gw yang terjebak? Sepertinya ada yang tidak beres ini," gumam Ani dengan suara pelan saat dia sudah tiba di depan kamar hotel.


Saat Ani sibuk dengan pikirannya sendiri, pintu kamarnya terbuka. Dae yang tidak mengetahui jika Ani berdiri di depan pintu kamarnya, merasa terkejut.


"Loh An, sejak kapan Lo di situ?" tanya Dae.


"Eh Dae, baru aja gw mau ngetuk pintunya, ternyata Lo udah bukain," Ani berpura-pura seperti tidak ada masalah.


"Emang Lo dari mana sih?" tanya Dae curiga.


"Gw baru pulang dari tempat kita. Lah Lo sendiri tadi malam kemana? Kenapa tidak kembali?" tanya Ani menyelidik.


"Oh, itu gw tadi malam langsung pulang mesen mobil online. Karena mau nyamperin Lo lagi ke dalam, gw takut pingsan. Habis kepala gw pusing banget," ucap Dae yang berbohong.


"Oh ternyata dia pulang. Tapi tunggu, bukannya dia sudah masuk ke dalam kamar. Kenapa dia bisa keluar dari kamar? Lantas kemana laki-laki itu?" bathin Ani yang terus menatap Dae.


Dae sebenarnya ingin bertanya, namun dia teringat akan ucapan Rion bahwa Ani bermalam dengan laki-laki yang dibayarnya untuk melecehkannya. Akhirnya Dae mencoba untuk melupakan kejadian itu.


"Lo udah sarapan An?" tanya Dae yang merasa sedikit canggung.


"Ah iya, gw belum sarapan," jawab Ani gugup. "Lah Lo mau kemana?" tanya Ani.


"Gw mau sarapan di bawah," jawab Dae. "Kalau Lo belum sarapan, mendingan kita sarapan bareng yuk," ajak Dae.


"Ah baiklah, tapi aku mau mandi dulu. Karena badan gw lengket semua. Apa Lo mau nunggu gw di dalam?" tanya Ani.


"Baiklah, gw akan nungguin Lo. Lagian gw juga mau menghubungi Nyokap gw, kangen," jawab Dae yang berusaha tersenyum.

__ADS_1


Lalu Ani pun masuk ke dalam kamar mereka. Dia bergegas mandi membersihkan tubuhnya habis bercinta. Sedangkan Dae duduk di sofa menunggu Ani sambil menghubungi Mamanya.


"Assalammu'alaikum Ma...!" sapa Dae dengan girang.


"Wa'alaikumussalam sayang...!" sahut Mamanya. "Kamu kapan pulangnya? Mama sudah kangen banget nih, gak ada temannya," ucap Mamanya mengadu.


"Iya Ma, Dae juga kangen. Hari ini rencananya Dae akan kembali Ma ke Jakarta. Mama mau di belikan oleh-oleh apa nih?" tanya Dae.


"Mama senang mendengarnya kalau kamu akan segera pulang. Mama nitip belikan baju batik kualitas bagus di sana. Dan bakpia ya sayang," pinta Mamanya.


"Siap Bos, permintaan akan dikabulkan," balas Dae dengan suara semangatnya.


"Kamu hati-hati ya sayang di sana. Kemaren Mama sempat mimpiin kamu. Mama mimpi kamu mengalami kesulitan di sana. Kamu baik-baik saja kan sayang di sana?" tanya Mamanya menyelidik.


"Alhamdulillah Dae baik-baik aja kok Ma. Mama gak usah khawatir ya," jawab Dae yang berusaha menutupi keadaannya.


"Syukurlah, Mama jadi tenang mendengarnya. Ya sudah sayang, Mama harus kerja lagi ya. Mama tunggu kedatangan putri cantik Mama kembali ke rumah ya," ucap Mamanya yang sangat senang mendengar Dae akan pulang.


"Iya Ma, Dae matikan ya Ma tlp nya, Assalammu'alaikum Ma," ucap Dae yang menyudahi obrolan.


"Iya sayang Wa'alaikumussalam," balas Mamanya.


Obrolan pun selesai. Dae merasa senang dan tenang ketika dia mendengar suara Mamanya. Dae sudah memikirkan tentang kepulangannya hari ini. Dia tidak ingin berlama-lama di Jogja bersama Ani. Dae jadi lebih waspada dengan Ani setelah kejadian itu. Namun Dae tak ingin memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap Ani. Karena bagaimanapun mereka sahabat.


Ani keluar dari dalam kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya yang lengket karena malam panasnya dengan laki-laki tak dikenal. Dia melihat Dae yang merasa bahagia.


"Kayaknya Lo happy banget nih," tegur Ani yang sedikit tak senang melihat Dae bahagia.


"Ah iya An, gw baru aja menghubungi Nyokap. Hari ini kita akan kembali ke Jakarta. Karena Nyokap sudah minta gw pulang. Ada pekerjaan yang harus gw bantu," jawab Dae yang berbohong.

__ADS_1


Keputusannya untuk kembali ke Jakarta bukan karena permintaan Mamanya. Tetapi itu karena memang keinginannya. Dae tidak ingin berada di Jogja bersama Ani. Dia khawatir jika Ani berbuat jahat lagi terhadap dirinya. Sehingga Dae berusaha menghindari Ani untuk bersama. Dae mencoba tersenyum saat menatap Ani sahabatnya.


__ADS_2