CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 13. KEJADIAN KELAM


__ADS_3

Setelah mereka berdua keluar dari mausoleum. Lion lalu mengajak Irene duduk di sebuah garden bench yang ada dibawah pohon, masih di area pemakaman.


Lion menatap lurus kedepan, wajahnya masih terlihat garang. namun tersirat kesedihan disana.


"Apa kau baik-baik saja?" Irene bertanya. Tangan bergerak untuk menggenggam tangan Lion 


" Ya, aku baik-baik saja." Jawab Lion menoleh ke arah Irene lalu tersenyum.


"Lion, bicaralah. Aku ingin mendengar semuanya."ucap Irene.


Lion menghela nafas panjang, lalu mulai menceritakan semuanya pada irene.

__ADS_1


"Cristian Gane dan Alexa Gane. Mereka berdua orang tuaku. Aku kehilangan mereka saat aku berusia 6 tahun dan kak Audrey berusia 8 tahun. hari itu dimension diadakan perjamuan keluarga untuk menyambut pencapaian Daddy karena membuka anak perusahaan di cabang lain. dan saat perjamuan berlangsung. Tiba-tiba datang segerombolan orang bertubuh besar. Mereka memakai pakaian serba hitam lengkap dengan senapan di tangannya. Dengan membabi buta mereka menyerang dan menembaki semua orang yang ada di mansion, beruntung saat itu mommy menyembunyikan kami di sebuah ruang rahasia. Namun pada akhirnya mommy juga ikut menjadi korban atas kebiadaban mereka. dan sejak saat itu aku dan kak Audrey hanya hidup berdua. tak ada siapapun. Karena hari itu keluarga Daddy dan mommy ikut menjadi korban. Setelah kami keluar dari ruang rahasia itu, aku melihat sendiri kedua orang tua ku tergeletak tidak jauh di ruang makan. Ibu ku terkena tembakan secara bersamaan dari jantung, hati dan limpa secara bersamaan.' tangan Lion seketika mengepal. Hal biasa yang ia akan lakukan ketika mengingat itu semua. Bayang-bayang kematian orang tuanya dan pembunuhnya masih sangat membekas di hati serta pikirannya. Ia tidak akan bisa hidup tenang selama belum membalaskan dendamnya. Menurut Lion nyawa harus di balas nyawa.


Mendengar itu semua Irene kembali menggenggam tangan kekasihnya. Ia tidak bisa membayangkan ternyata Lion yang selama ini ia kenal memiliki masa lalu yang sangat tragis. 


"Lion," panggil Irene.


"Hmmm," 


"Its ok, baby, kau berhak mengetahuinya. Kau kekasihku dan sebentar lagi akan menjadi istri ku." Ucap Lion ia menangkup pipi Irene menatap manik bulat yang saat ini menatapnya. Lama bertatapan Lion lalu mendekatkan wajahnya ke wajah irene. merasakan hembusan nafas wanita itu tak lama mereka pun berciuman.


***

__ADS_1


Di perusahaan gantari Crop. Rey menatap foto Irene yang sengaja ia pasang di atas meja kerjanya. Ia tersenyum tak kalah tangannya bergerak untuk membelai bingkai foto itu. 


Kasih sayangnya pada Irene masuk katagori kasih sayang yang tidak wajar karena kasih sayangnya melebihi batas seorang kakak. Ya, selama ini Rey tahu jika Irene bukan adik kandungnya. Ia pernah mendengar saat kedua orang tuanya berbicara jika Irene adalah anak adopsi. dari situlah rasa ingin memiliki tumbuh di hati Rey. Namun sepertinya cintanya tak terbalas karena sang adik sudah memiliki kekasih.


Saat sibuk memandangi foto sang adik. Seseorang tiba-tiba masuk keruangan. Dengan cepat Rey kembali menyimpan bingkai foto itu ke tempat semula dan mulai menetralkan perasaannya.


"Ada apa, tom?" Tanya Rey pada sekretarisnya.


"Jam dua kita ada meeting dengan Mr.li, aku kesini membawa berkas yang kau minta barusan." Jawab Tom menyerahkan berkas itu pada Rey.


"Ya. Aku sampai lupa, terima kasih tom." Lanjut Rey mengambil berkas yang di berikan tom tadi untuk di pelajari. 

__ADS_1


__ADS_2