
Bagaimana, apa kalian semua sudah menemukan di mana keberadaan Iren?" Tanya Lion yang baru saja tiba di mansionnya.
Anak buah Lion mengeleng, maafkan kami tuan, kami sudah menelusuri seluruh kota New York bahkan sampai daerah terpencil sekalipun, tapi Kami tidak menemukan tanda-tanda di mana keberadaan Nyonya.
Seketika Lion mengeram, ia berjalan ke arah anak buahnya." Bodoh, bodoh! Kalian semua memang tidak becus!" Bentak lion ia melayangkan satu tamparan pada pipi anak buahnya.
Hari ini semua anak buah Lion Menelusuri kota New York, bahkan mereka sampai mencari Iren di daerah terpencil sekalipun. Namun hasilnya nihil, mereka tidak menemukan di mana pun keberadaan Iren.
Lion mengambil ponsel yang ada di sakunya , kemudian menelpon anak buahnya yang ia tugaskan ke Singapura mencari tahu di mana keberadaan iren. Setelah panggilan telepon tersambung, Lion kembali bertanya pada anak buahnya, tentang keberadaan Iren. Namun lagi-lagi anak buahnya menjawab jika mereka belum mendapatkan informasi apapun. sejak tadi tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari mansion gantari, mobil yang masuk ataupun keluar dari mansion itu tidak ada sama sekali. Seketika Lion kembali mengepalkan tangannya dengan buku-buku tangan yang terlihat sangat jelas.
Setelah bertanya pada anak buahnya, Lion lalu meninggalkan mereka, dan tujuan selanjutnya adalah mencari paman Gery. Karena sejak tadi, ia belum berbicara dengan paman Gery. Ia harus meminta penjelasan pada paman Gery atas insiden yang terjadi di mansion. saat itu cuma ada Maria dan paman Gery di mansion, dan sebelum meninggalkan mansion Lion sudah memperketat penjagaaannya. hal mustahil jika ada yang bisa menembus masuk penjagaan di mansion dan yang membuat Lion lebih curiga adalah mengapa Cctv di mansion itu bisa mati. Hal Itu yang membuat kecurigaan Lion semakin menjadi-jadi, ia curiga ada orang dalam yang membatu Rey melepaskan Iren.
"Maria!" panggil Lion, wajahnya tampak memerah dengan rahang yang mengeras.
"Ada apa tuan."jawab Maria Berdiri di depan Lion sambil menunduk, tubuhnya bergetar dengan raut muka penuh kecemasan.
"Apa yang kau lakukan, sehingga wanita itu bisa kabur!" Ujar lion menatap tajam pada Maria.
"Maafkan saya…..tuan."balas Maria. ia kemudian menceritakan kejadian yang ia alami tadi siang dan ia tidak tahun menahu tentang kejadian ini, ia hanya tahu jika Iren di bawah oleh seorang pria dan seorang wanita. Selebihnya ia tak tahu menehu karena saat itu ada yang membiusnya dari belakang.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Maria. Lion segera melangkah menuju ke kamar kakek Gery. Langkahnya terhenti di ambang pintu saat melihat Audrey sedang menyuapi kakek Gery makan.
__ADS_1
Audrey yang menyadari keberadaan Lion segera menoleh ke arah pintu.
"Bagaimana, apa kau sudah menemukan Iren?"tanya Audrey. Lion mengeleng. Ia kemudian melangkah masuk ke dalam kamar kekek Gery dan mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di sana, matanya menelisik kakek Gery, ada sedikit kecurigaan pada pria tua itu, tapi Lion berusaha berfikir positif, mana mungkin kakek Gery melakukan itu padanya. Lion tidak mau gegabah dengan menuduh kakek Gery, ia akan mencari bukti terlebih dahulu, dan jika memang kakek Gery yang melakukannya Lion aja menghukum pria itu, sekalipun kakek Gery adalah pria yang merawatnya dari kecil, tapi Lion tipe orang yang tak akan pernah menorerir kesalahan orang yang berkhianat padanya.
Audrey yang paham akan tatapan Lion, ia segera mengalihkan perhatian Lion, ia mengajak Lion untuk berbicara. Audrey tidak ingin kakek Gery dan juga dirinya ketahuan jika merekalah yang membatu Iren keluar dari mansion.
***
Tuan Mahesa berjalan mondar mandir di dalam mansionnya, sejak tadi ia ingin keluar dari mansion itu menuju ke landasan pacu. Namun ia curiga dengan beberapa pria yang ada di dalam mobil yang terparkir di luar mansion. Ia curiga jika pria itu adalah anak buah Lion.
"Bagaimana dad, apa kita sudah bisa pergi?" Tanya Sonia yang baru saja keluar dari kamarnya.
Nyonya Sonia kemudian mendudukkan tubuhnya di sofa. Tapi bagaimana dengan Iren dad. Putri ku pasti sudah menunggu ku."lanjut nyonya Sonia, ia meremas jari jemarinya khawatir dengan kondisi Iren. Walaupun Rey tidak menceritakan kondisi Iren yang sebenarnya, tetap membuat nyonya Sonia khawatir akan kondisi putrinya.
lama menunggu, beberapa pria dengan tampilan jas hitam masuk ke dalam mansion setelah memperlihatkan kartu akses masuk ke dalam mansion Gantari.
Setelah mereka semua masuk kedalam mansion, ia mencari keberadaan Nyonya Sonia dan Tuan Mahesa.
"Apa Rey yang menyuruh kalian datang kemari" Tanya Mahesa pada pria suruhan Rey.
" Benar tuan, tuan Rey sangat mengkhawatirkan anda." Balas pria itu.
__ADS_1
Tak lama, terdengar ponsel di saku pria itu berbunyi, ia mengangkat panggilan itu, dan ternyata Rey yang menghubungi mereka.
Pria itu lalu memberikan ponsel itu pada tuan Mahesa.
Rey dan tuan Mahesa kemudian berbicara, terlihat tuan Mahesa mengangguk-anggukkan kepalanya dan tak lama ia langsung mematikan ponselnya.
Setelah berbicara dengan Rey, tuan Mahesa lalu berjalan ke arah kamarnya, membuka lemari, lalu mengambil sebuah pistol yang berjenis revolver dari dalam laci kemudian keluar dari dalam kamar.
"Ayo kita berangkat!" Ujar tuan Mahesa.
.
.
.
Terimakasih karena sudah berkenan mampir di novel receh author. semoga kalian semua diberi kesehatan, jangan lupa tinggalkan jejak.
selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.😊🙏
__ADS_1