
"Kau mau kemana membawa makanan sebanyak itu?" Tanya Lion yang baru saja turun dari tangga.
"Saya akan mengantarkan makanan ini untuk Nyonya Iren, tuan," jawab Maria.
"Siapa yang menyuruhmu memberinya makanan sebanyak itu?"cerca Lion. Menatap dingin ke arah Maria, yang bertugas sebagai kepala pelayan di mansion itu.
"Tidak ada, tuan. saya hanya berinisiatif memberi Nyonya makanan yang bergizi, tuan. Nyonya terlihat sangat pucat. Mungkin jika ia makan makanan yang sehat, dapat membuatnya lekas pulih." Maria menunduk, ada rasa takut yang ia rasakan di dalam hatinya saat melihat tatapan Lion yang sangat menusuk.
Lion menghempaskan nampang yang saat ini dipegang oleh maria, hingga isi dari nampang itu berserakan di lantai."Dengar baik-baik, aku tidak pernah menyuruh mu memberinya makanan yang enak! cukup beri dia makanan sisa! dia hanya boleh mendapat jatah makan omelet dan roti setiap harinya," Tegas Lion.
"Baik, tuan," Maria menjawab, ada rasa iba terselip di dalam hatinya, tapi mau tidak mau ia harus menuruti semua keinginan tuannya.
Setelah itu, Lion kembali berjalan keluar dari mansion, di luar sudah ada Jeremy yang duduk di kursi kemudi mobil Sambil menunggunya. Seorang penjaga kemudian Membukakan pintu untuknya, Lion masuk ke dalam mobil, lalu menyandarkan tubuhnya di kursi penumpang.
"tuan, hari ini tuan ada janji bertemu dengan Mr Jonathan. untuk membahas masalah pulau yang tuan inginkan."
" kau atur pertemuanku dengan Mr Jonathan hari ini."pungkas lion
"Baik tuan." Balas jaremy.
Setelah mengucapkan itu, jeremy lalu melajukan mobilnya menuju ke perusahaannya.
***
__ADS_1
Setelah menyiapkan roti bakar beserta omelet untuk Iren, Maria berjalan ke arah wastafel mencuci tangan kemudian ia mengeringkan tangannya menggunakan hand dryer. lalu kembali ke meja pantry.
"Makanan untuk siapa?" Tanya Elis yang baru saja masuk ke dalam dapur. Ia baru saja selesai membersihkan Ruang kerja lion.
"Makanan untuk nyonya Iren,"jawab Maria. Ia mencebikkan bibirnya. Ada rasa ketidak relaan saat akan membawa makanan itu pada Nyonya, tadi ia sempat berfikir jika lion orang yang pelit. namun, selama ia bekerja pada lion, tuannya itu selalu membarinya gaji lebih, lantas Kenapa hanya dengan makanan, tuan sangat perhitungan. Tak mau ambil pusing, Maria membuang pikirannya itu.
Tok.tok.tok. setelah mengetuk beberapa kali, Maria kemudian membuka kamar. Ia masuk ke dalam kamar membawa sarapan untuk Iren.
"Nyonya, ini sarapan untuk anda" ucap maria. Ia menyimpan nampan itu di atas nakas.
"Terimakasih, Maria."Iren tersenyum menatap ke arah Maria. Ia seperti menemukan teman di mansion ini.
"Sama-sama, nyonya. Silahkan di makan, Nyonya," lanjut Maria.
***
Dari kejauhan sudah terlihat 2 mobil berwarna hitam metalik menunggunya, dengan beberapa orang yang terlihat memakai jas.
Orang itu berlari ke arah Rey,"selamat sore, tuan." Sapa orang itu.
"Sore," jawab Rey diikuti anggukan.
"Apa ada info terbaru yang kalian dapatkan?" Tanya Rey saat berjalan ke arah mobil.
"Maaf, tuan. Kami sulit menembus informasi yang ada di dalam mansion. penjagaan di mansion itu, sangat ketat. bahkan, alat pengintai yang kami kirim masuk ke dalam mansion itu berhasil diketahui oleh beberapa pengawal. Sehingga beberapa dari pengawal itu sempat mengejar kami."pungkas orang itu.
__ADS_1
"Sial," umpat Rey. Ya, penjagaan di mansion milik Lion sangatlah canggih. Lion sudah mendesain pengaman sedemikian rupa agar tak seorangpun bisa dengan mudah menembus dan mencari informasi apapun.
"Jadi tindakan apa yang harus kami ambil selanjutnya, tuan?" Orang itu bertanya kembali.
"Kita akan menyusup masuk ke dalam mansion itu, dengan menyamar sebagai bodyguard Lion," ucap Rey. Lalu tersenyum. Tadi saat di pesawat, ia sudah merencanakan semuanya dengan matang, ia akan mengerahkan beberapa pengawal yang ia sewa untuk menyusup masuk ke dalam mansion milik Lion Tujuannya hanya satu, ia hanya ingin membawa adiknya kembali pulang.
Setelah mereka sampai di parkiran, mereka semua lalu masuk ke dalam mobil, kemudian melaju meninggalkan landasan pacu, tujuannya ialah, mereka akan ke markas rahasia yang sudah dibuat oleh Rey. Mereka akan membicarakan semuanya disana.
Sesampainya mereka di markas rahasia yang merupakan gudang kosong yang di sewa Rey melalui bantuan rekan bisnisnya yang ada di New York, mereka semua lalu keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam gudang itu, gudang kosong, yang sangat terlihat kumuh. Entah sudah berapa lama gudang ini tak diurus oleh pemiliknya, sehingga bangunan ini di penuhi banyak lumut di setiap dindingnya.
Saat masuk ke dalam gudang, tom nampak terlihat bergidik ngeri. Pasalnya, orang-orang yang di sewa Rey bukan orang-orang sembarang, Rey rela menggocek milyaran dollar hanya untuk menyewa mereka, tentu saja bukan uang dari perusahaan daddynya, melainkan Rey punya bisnis properti sendiri yang bisa meraup milyaran dollar perbulannya.
"Selamat siang, semua, perkenalkan, baliau tuan Rey, orang yang saat ini menyewa jasa kita untuk membebaskan adiknya dari mansion milik Lionel Muller." Ucap orang itu, yang diketahui sebagai pemimpin dari komplotan itu.
Mereka semua serempak membungkuk, tanda penghormatan pada, Rey.
Rey tak berekspresi, ia hanya membalas sapaan semua anak buahnya dengan anggukan. Sikap dingin dan sombongnya memang sudah melekat padanya sejak dulu.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak. Terimakasih 🙏
__ADS_1