
Ada apa Maria?" Tanya Iren saat Maria masuk ke dalam kamar. Pasalnya sejak tadi ia mendengar suara keributan, tetapi ia tidak tahu asal suara keributan itu, ia hanya mendengar suara dentuman senjata. Namun ia tak bisa melihat apa yang terjadi.
"Ada penyusup, nyonya. masuk ke dalam mansion ini." Iren mengernyitkan keningnya saat Maria mengucapkan kata penyusup.
"Penyusup?"
"Iya Nyonya. penyusup. nyonya tidak usah heran, hal ini sudah sering terjadi. Mereka musuh-musuh tuan Lion, entah apa yang mereka incar. Terapi hal ini sudah sering terjadi di mansion ini." Ucap Maria.
Iren mengangguk-anggukkan kepala tanpa bertanya lebih lanjut.
"Apa lukanya sudah agak mendingan, Nyonya?" Tanya Maria yang baru saja menaruh nampang berukuran kecil dengan bahan stainless. Ia mengambil obat kemudian memberikannya pada iren.
"Sudah agak mendingan. Terimakasih karena kau sudah merawat ku, Maria," balas Iren saat menerima obat yang diberikan Maria padanya.
"Sama-sama, nyonya," jawab Maria.
__ADS_1
Iren tersenyum menatap kepala pelayan itu. setidaknya ia mempunyai teman di mension ini.
***
Rey menghajar Tom dengan penuh amarah
"Sudah ku katakan, aku tak akan pergi dari mansion itu sebelum membawa Iren! Lantas kenapa kau membawaku kabur keluar dari mansion itu seperti seorang pengecut," teriak Rey, ia mencengkram kerah kemeja Tom, Tom tak bergeming, ia terdiam mendapatkan serangan dari atasannya. Ia membiarkan Rey melampiaskan kemarahannya. Berbicara pun pasti tak akan ada gunanya, ia tetap akan disalahkan. itu sebabnya Tom lebih memilih diam, ia tahu betul bagaimana karakter Rey.
Setelah puas menghajar Tom, Rey melepaskan cengkramannya, ia terduduk dilantai dengan kaki ditekuk dengan nafas yang masih tersengal-sengal.
Sedangkan Tom, terduduk di lantai dengan posisi meringkuk. Wajahnya sudah dipenuhi luka lebam hasil karya Rey.
"Maafkan aku bos," tiba-tiba Tom bersuara, "aku hanya takut kau Kenapa-kenapa. Tadi kau sudah babak belur, aku tak bisa membiarkanmu mati mengenaskan di tangan Lion. Aku sudah membaca semua sepak terjang pria itu, dia pria yang terkenal sangat tempramental. Ia bisa menghancurkan musuh-musuhnya dengan satu kali kedipan. dia pria yang sangat berbahaya bos. Entah dari mana Iren bisa mengenal pria itu," Tom berdecak. Ia benar-benar tak habis pikir, walaupun ia tidak begitu dekat dengan Iren, ia tahu betul bagaimana sifat wanita itu. Wanita lembut, baik, anggun dan cantik, siapa pun pasti ingin menjadi kekasihnya.
Rey menoleh ke arah Tom.
__ADS_1
"Benarkah begitu? Begitu kenalnya kah kau dengan dia?"tanya Rey.
"Aku tidak begitu mengenalnya, aku hanya membaca beberapa artikel tentang dia."balas Tom, ia menjeda ucapannya, lalu kembali berucap." Bahkan kekayaanmu tak ada seberapa nya di bandingkan dia bos, ia masuk kategori pria terkaya," lanjut Tom berbicara tanpa takut akan kemarahan atasannya.
"Apa tangga ku ini belum cukup membuat wajah mu babak belur?" Rey berucap, mengepalkan tangannya tepat di depan wajahnya lalu menatap tajam ke arah Tom.
Melihat Itu, seketika Tom menciut, ia lantas tersenyum," ampun, bos. Aku hanya bercanda," balas tom. Ia tersenyum kikuk saat melihat ekspresi Rey.
Rey kembali diam, ia sedang berfikir cara untuk masuk kedalam mension itu setelah tadi ia gagal membawa Iren pergi.
.
.
.
__ADS_1
.Jangan lupa Tinggalkan jejak.😘🙏