CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 61. MEMBLOKIR BANDARA


__ADS_3

Lion membanting stir mobilnya, lalu keluar dari dalam mobil, ia berjalan memasuki mansionnya dengan sedikit berlari. Tadi saat Lion berada di  mausoleum seorang pengawal menelponnya, lalu berkata jika ada penyusup masuk ke dalam mansion. setelah mendengar itu, lion tak menunggu lama lagi, ia bergegas berlari dan pulang ke mansionnya. Namun, sepertinya ia terlambat. Para pengawalnya  sudah banyak terkapar di halaman mansion. 


Setelah melihat para pengawalnya terkapar, Lion berlari memasuki mansion, pikirannya hanya tertuju pada satu orang, yaitu Iren. Ya Iren, seorang tawanan yang berstatus sebagai istrinya.


Saat tiba di dalam mansion pemandangannya sama seperti di halaman tadi,  para pengawalnya terkapar. Lion mempercepat langkahnya menaiki tangga tanpa memperdulikan semua pengawalnya yang terkapar di lantai.


Sesampainya ia di lantai dua, Lion mendapati Maria dan dua pengawalnya yang sama tertidur di lantai sudah bersimpah darah dengan pisau yang menancap di tubuh Masing-masing, kecuali Maria yang hanya di bius. Lion mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras, Ia berjalan cepat menuju kamar utama. Saat tiba di kamar utama, ia langsung masuk ke dalam, mengendarakan seluruh pandangannya ke setiap sudut ruangan." IREN! IREN! Kau dimana, IREN!" teriakan  Lion menggelegar di setiap sudut ruang. Ia lalu berjalan ke arah kamar mandi, setelah membuka kamar mandi, ia masih tak menemukan dimana Iren."sial!" Lion mengumpat. Ia lalu berjalan ke ruang CCTV ingin memeriksa rekaman sisi TV. Namun, Lion kembali mengumpat karena semua CCTV yang terpasang di mansion itu mati." Sial," Lion kembali mengumpat dan menghancurkan Semua alat yang ada disana. Lion  kembali berjalan keluar dari kamar." Jeremy! Jeremy!" Panggil Lion yang saat ini sedang berdiri di depan ruang CCTV.


Mendengar namanya dipanggil, Jeremy yang masih berada di depan pintu utama, segera berlari menghampiri tuanya. Namun saat tiba di tangga ia menoleh sebentar ke arah pengawal yang terkapar dan langsung melanjutkan langkahnya.


"Ada apa tuan?" Ucap Jeremy. Deru Nafasnya masih naik turun akibat menaiki tangga. ya, mansion lion memakai tangga untuk naik ke lantai atas karena lift yang ada di mansion itu masih dalam proses perbaikan.


"Kau siapkan semua anak buah mu. Blokir beberapa jalan menuju bandara. dan sebagian lagi suruh mereka ikut dengan ku untuk berpencar di bandara mencari Iren. Mereka pasti belum jauh dari sini." Ucap Lion. Wajahnya sudah memerah dengan rahang yang mengeras.

__ADS_1


"REY, kau pasti dalang dari semua ini." Lion mengepalkan tangannya dan langsung memperlebar langkahnya menuruni tangga. Tetapi saat ia tiba di ruang tengah ia berpapasan dengan Audrey dan juga suaminya." Lion ada apa ini?" Tanya Audrey ia berpura-pura bodoh, seolah tidak tahu menahu akan kejadian ini.


"Nanti akan aku ceritakan." Sambung Lion. Ia memperlebar langkahnya keluar dari pintu mansion.


***


"Kalian cari mereka sampai ketemu." ujar lion. Lion baru saja menutup pintu bandara dan tidak ada yang boleh masuk kesana sampai batas waktu yang tidak ditentukan oleh Lionel.


Lion masuk ke dalam Bandara dan menerobos pintu keberangkatan, ia berlari ke landasan pacu mencari jet pribadi ataupun pesawat yang akan berangkat ke Singapura. Namun, hasilnya nihil, hari ini tak ada satupun jet pribadi ataupun pesawat yang ke Singapura.


Ia kembali masuk ke dalam bandara dan menghubungi pengawalnya melalui earphonenya, ia akan bertanya apakah mereka sudah ada yang menemukan Iren?.


Namun, hasilnya tetap nihil Iren tak ada dimana-mana. Lion kembali menyuruh anak buahnya menyisir kembali semua area bandara mencari keberadaan Iren.

__ADS_1


Tiga jam berlalu


"bagaimana? apa kalian sudah menemukan dia?" tanya Lion yang saat ini berdiri di depan pengawalnya.


Pengawal itu menunduk," belum tuan, kami belum menemukan nyonya." jawab salah satu pengawal itu.


setelah mendengar jawaban anak buahnya, Lion menendang perut anak buahnya hingga terhuyung ke lantai." bodoh! kalian memang bodoh!


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih karena sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak. Semoga kalian semua diberi kesehatan.


*Selamat Menjalankan ibadah puasa*


__ADS_2