
Setelah melakukan Hal bejatnya, Lion keluar dari kamar utama meninggalkan Iren yang sudah tidak sadarkan diri. Ia lantas berjalan menuju ke ruang kerjanya untuk membersihkan diri sebelum ia terbang ke kanada. Selama ini, lion memang tidur terpisah dengan Iren, ia memilih tidur di ruang kerjanya yang sudah ia sulap menjadi kamar tidur ketimbang tidur dengan istrinya.
Lion masuk ke dalam ruang kerjanya, ia lalu membuka kulkas. Mengambil sebotol wine kemudian menyeruput cairan yang berwarna hitam pekat itu, hingga tersisa setengahnya. Ia memijat pelipisnya, sejak tadi ia memikirkan perubahan sikap Iren. Lion bisa melihat jelas tatapan benci serta jijik wanita yang pernah ia cintai itu. Ada rasa sesak yang ia rasakan saat mengingat tatapan Iren padanya.
Pikirannya kembali menerawang jauh, dimana pada saat ia dan juga Iren menghabiskan waktu bersama. ada segaris senyum di bibirnya saat ia mengingat kebersamaannya dengan iren. Namun, dengan cepat ia menggeleng." Tidak! Aku tidak boleh mengingatnya lagi," lirih Lion. Ia cepat-cepat menggeleng dan masuk ke kamar mandi.
Hampir 30 menit Lion berada di dalam kamar mandi, ia keluar dengan berbalut handuk di pinggangnya, kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya. Namun, saat ia membuka lemari tiba-tiba ada kotak kecil yang terjatuh dari dalam lemari. Lion menekuk tubuhnya dan langsung mengambil kota yang terjatuh tepat di bawah kakinya. Ia membuka kotak itu, saat kotak itu terbuka, Seketika Lion terdiam saat memandangi kotak yang berisi hadiah untuk Iren. Sebenarnya kotak itu ia akan berikan pada iren tepat saat Mereka melakukan malam pertama. Namun semuanya di luar dugaan, sebuah hal yang tidak Pernah Meraka berdua pikirkan terjadi.
Lion lalu mengeluarkan isi kotak itu. sebuah kalung peninggalan mommynya, kalung yang membuatnya mejadi pemberani sampai detik ini. Ia berencana akan memberikan kalung peninggalan ibunya untuk iren sebagai tanda sayangnya pada wanita itu. Namun karena kejadian itu, lion terpaksa mengurungkan niatnya untuk memberikan itu pada iren.
__ADS_1
Tak lama terdengar pintu di ketuk dari luar.
Tok, tok ,tok.
"Tuan, apa anda mendengar saya?"tanya Jeremy
"Heemm, ada apa?"
"Tunggu aku di mobil, aku segera akan menyusul," balas lion dari dalam kamar.
__ADS_1
"Baik tuan,"pungkas jeremy.
Setelah tak ada lagi suara dari luar kamar, Lion bergegas menutup kotak itu dan langsung menyimpannya kembali ke dalam lemari. Kemudian ia segera bersiap.
Butuh 25 menit untuk Lion bersiap. Ia kembali menatap pantulan tubuhnya di cermin. setelah itu ia keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju tangga. Namun saat ia hendak melewati kamar utama, ia berhenti sejenak. Ia melangkah dan ingin membuka knop pintu itu, tetapi tangannya terhenti. Ia dengan cepat tersadar." Untuk apa juga aku melihatnya," ucap Lion. Dengan cepat ia mengeleng, kemudian melanjutkan langkahnya menuju tangga.
Dan hal itu tidak luput dari penglihatan Maria yang baru saja turun dari rooftop. Tadi Maria baru saja selesai membersihkan area rooftop, Namun saat ia menuruni tangga, ia tidak sengaja melihat Lion yang berhenti melangkah dan hendak membuka kamar iren.
***
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kau berhasil membujuknya?" Tanya Tom saat Rey baru saja masuk ke dalam mobil.
Rey menghembuskan nafas berat kemudian menggeleng." Dia tidak mau membantuku. Menurutnya ia sudah tidak mau berurusan dengan orang kaya."