
Rey menarik kursi yang akan diduduki Sera, setelah Sera duduk, Rey menarik kursi yang ada di seberang kursi yang diduduki Sera.
Tak lama seorang waiters datang membawakan pesanan mereka. dua piring steak dan 1 gelas jus lemon dan satu cangkir kopi.
Sera menatap makanan yang ada didepannya, kemudian beralih menatap Rey yang saat ini diam sambil menikmati makanannya.
"Kenapa belum di makan?" Tanya Rey yang saat ini memegang garpu serta pisau kecil di tangannya.
"Apakah kita hanya memakan ini?" Tanya Sera. Wajahnya tampak serius saat bertanya pada Rey.
"Iya, memangnya ada apa dengan makanannya?"balas Rey.
Sera mengeleng," hanya daging? Tanpa nasi?"
"Tentu. Memangnya dengan apa lagi?"balas rey.
"Akuu tidak terbiasa memakan daging jika tak di barengi dengan nasi." Ucapnya." Bolehkah aku meminta nasi?"pinta Sera.
Rey mengerutkan keningnya saat mendengar permintaan Sera. "Bukankah ini steak dengan campuran kentang sebagai karbohidrat? Kenapa harus meminta nasi." Gumam Rey di dalam hati.
Dengan terpaksa Rey memangil waiters untuk memesan nasi, tak lama nasi yang di pesan Rey datang.
Mata Sera berbinar saat melihat makanan di depannya, dengan tidak tahu malunya. Sera menyimpan garpu beserta pisau, lalu melahap makanannya mengunakan tangan.
__ADS_1
Rey menelan salivanya, tiba-tiba nafsu makannya menghilang saat melihat Sera memakan nasi beserta daging dengan mengunakan tangannya. hal biasa yang sering dilakukan Sera sejak kecil. Ia memang dilahirkan dan di besarkan di Indonesia. Namun, karena keterbatasan ekonomi, orang tuanya terpaksa menjadi TKI di negara Singapura.
***
"Terima Kasih," ucap Sera saat keluar dari restoran.
Rey hanya mengangguk, lalu tersenyum dan tak berniat membalas ucapan Sera.
Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil dan melaju ke suatu tempat. Hari ini Rey akan mengajari Sera teknik menembak yang benar, syera memang jago bertarung namun ia belum begitu faham bagaimana cara teknik menembak yang benar.
Setelah Mereka sampai di sebuah lapangan tembak. Rey lalu mengajak Sera untuk keluar dari mobil. Mereka lalu melangkah masuk ke dalam gedung.
"Ayo," ucap Rey, ia menggenggam tangan Sera Menuju ke locker tempat penyimpanan barang sekaligus aksesoris menembak.
Setelah mereka sampai di locker tempat penyimpanan barang, Rey lalu mengambil sarung tangan yang ada di locker kemudian memakaikannya pada Sera.
Lagi-lagi Sera tersenyum tipis, raut wajahnya tampak memerah dan hal itu dapat ditangkap oleh Indra penglihatan Rey. Namun Rey pura-pura tidak memahaminya.
Mereka berdua lalu masuk ke sebuah lapangan tembak, Rey menyuruh Sera Berdiri di dekatnya untuk memperhatikan bagaimana Rey memegang senjata.
Rey lalu berjalan ke arah tempat penyimpanan senjata yang ada di sana, kemudian mengambil salah satu revolver miliknya dan kembali ke tempat semula. kedua tangannya kemudian memegang pelatuk lalu mengarahkannya pada benda yang akan menjadi sasaran tembak Rey.
Setelah merasa sasarannya sudah benar, Rey menarik paralel kemudian langsung menarik pelatuk.
__ADS_1
dor..
dor..
dor...
Rey menembak tiga kali di tempat yang berbeda, semua benda yang terkena tembakan Rey terjatuh. Rey mengenai tepat sasaran....
.
.
.
.
.
Terimakasih sudah mampir.
selamat berbuka.
jangan lupa tinggalkan jejak walaupun hanya komen, author Sangat bahagia jika kalian memberi komen.
__ADS_1
maaf jika tadi BABnya sempat double. Author tinggal di area perusahaan sawit. jadi kadang signal suka hilang. kadang gagal trus ngulang ngirim dan akhirnya double terkirim.😊🙏