
Dua mobil hitam metalik terlihat keluar dari gudang, mobil itu melaju dengan kecepatan sedang membelah kota New York.
Setelah 2 jam, mobil itu terlihat Memasuki mansion yang sangat mewah, di depan mansion beberapa penjaga memeriksa, Namun tak ada kecurigaan sama sekali, mobil itu dengan mudah lolos dan memasuki kediaman Lion.
Rey yang ada di dalam mobil, tersenyum, raut wajahnya penuh dengan kemenangan.
"Ternyata segampang ini memasuki kediamanmu," gumam Rey, iya menyunggingkan senyum dan kembali fokus ke arah depan.
Saat tiba di parkiran, Rey menyuruh beberapa pengawalnya untuk berpencar mencari dan mengeleda beberapa ruangan. Tentu saja dengan trik yang sudah mereka sepakati, Rey sudah memperlihatkan foto target utamanya, jika salah satu dari mereka sudah menemukan Iren, mereka akan saling berkomunikasi melalui eraphone dengan tiga arah agar segera berkumpul di parkiran.
Namun semua perkiraan Rey salah. Lion sudah mengetahui semuanya. Mansion Lion bukan mension sembarangan, akan ada bunyi alarm yang terdengar jika ada penyusup yang masuk ke dalam mansionnya.
Lion tertawa nyaring di dalam ruang kerjanya, sambil memandang kemana arah para penyusup itu.
"Rey, kau berani bermain-main Dengan ku rupanya," ucap Lion dengan bibir geram, amarahnya berkobar. Ia sudah menegaskan pada tuan Mahesa beberapa waktu yang lalu agar tidak boleh ikut campur dengan urusan ia dan juga Iren. Jika tuan Mahesa terus kekeh maka Lion sudah berjanji akan menghancurkan Perusahaan tuan Mahesa hingga hanya tersisa butiran debu.
Lion bangkit dari kursi putarnya berjalan ke arah laci, ia mengambil sebuah revolver dan keluar dari ruangan kerjanya.
Lion mengaktifkan earphonenya yang ada di telinganya, menyuruh semua pengawalnya untuk berjaga, ia juga menyuruh semua penjaga agar mengunci semua gerbang termasuk gerbang utama.
***
"Bos, kami belum menemukan nona Iren,"kata tom yang berada di seberang sana. Ia menghubungi Rey saat mencari di beberapa titik namun belum menemukan apa-apa.
__ADS_1
"Kalian cari lagi, aku akan memeriksa di lantai atas mungkin saja Iren berada di sana. pastikan tidak ada yang curiga dengan gerak gerik kalian "balas Rey.
"Baik, bos,"lanjut tom.
Setelan sambungan terputus, Rey mulai mengendap-endap menaiki tangga dan melihat ke beberapa sisi, berusaha waspada, Agar tidak ada yang curiga, namun ketika Rey melangkah lagi, sebuah pistol sudah menancap di kepalanya.
"Apa yang kau lakukan disini kakak ipar?"tanya Lion yang saat ini berada di belakang Rey sambil menyodorkan pistol di kepala rey. Ia tersenyum mengejek.
"Di mana Iren,"balas Rey.
"Oh, kau kesini untuk mencari adik tersayang mu rupanya, Namun, sayang kau tidak bisa membawanya keluar dari mansion ini. Kau pasti sudah tau kan siapa aku, aku akan menghabisimu jika kau berani mengambil apa yang sudah menjadi milik Lionel Muller." Tegas Lion. Ia semakin menancapkan pistol di kepala Rey.
"Kembalikan adik ku bajingan," teriak Rey.
Lion tertawa nyaring, memenuhi seisi mansion.
"Tidak! Aku tidak akan keluar dari mansion ini jika aku tidak membawanya keluar dari tempat terkutuk ini!"balas Rey.
Dengan keahlian Rey bela diri, ia memutar tubuhnya, lalu menendang tangan Rey, hingga pistol itu menembak ke arah atap.
Dor
Setelah mendapatkan serangan mendadak dari Rey, Lion lalu membalas menendang Rey, hingga Rey tersungkur ke lantai. Lion berlari turun, ingin menginjak tubuh Rey. Rey yang melihat Lion berjalan ke arahnya hendak menginjak tubuhnya, dengan cepat Rey berputar hingga Lion hanya menginjak lantai. Rey kembali bangkit memberi bogem mentah ke pipi Lion. Lion lalu membalas Bogeman mentah dari Rey. Perkelahian pun berlanjut, sedangkan para anak buah Lion tidak ada yang memisahkan keduanya mereka hanya menonton karena Jeremy sudah melarang mereka untuk memisahkan keduanya, Lion bukan tipe pengecut yang akan mengeroyok jika berkelahi dengan orang yang selevel.
__ADS_1
Setelah lama berkelahi, Rey sudah terlihat babak belur ," kau ingin pergi sendiri dari sini dalam keadaan hidup atau kau keluar dari tempat ini dalam keadaan tak bernyawa,"Lion berucap, ia menyudutkan Rey Kedinding sambil mencengkram kerah baju yang dipakai rey. matanya menatap tajam ke arah Rey.
"Kembalikan Iren, jangan kau hukum dia dengan kesalahan yang tak pernah ia perbuat sama sekali!"tegas Rey.
Hahaha, Lion tertawa kembali dengan suara yang melengking.
"Dia istriku, aku yang berhak padanya, jadi jangan pernah ikut campur dengan urusan kami!" Balas lion.
"Ishh, istri kau bilang," Rey tersenyum mengejek mendengar ucapan Lion." Lalu di mana dia sekarang? Aku ingin melihatnya, jika memang dia bahagia, aku akan suka rela keluar dari tempat ini." Rey kembali berucap.
Mendengar ucapan Rey, seketika emosi Lion memuncak.
Sudah ku katakan jangan ikut campur jika kau masih ingin hidup,"Lion kembali memberi bogem mentah ke arah pipi Rey.
"Kembalikan adikku! Lalu ceraikan dia!" Teriak Rey. Ia masih memiliki tenaga untuk berteriak. Tekatnya sudah bulat akan membawa sang adik keluar dari tempat ini dan akan mengatakan sejujurnya pada iren jika ia mencintai sang adik, toh mereka tidak ada hubungan darah, ia akan berjanji melindungi Iren dengan sepenuh hati. Ia sudah tidak takut lagi akan kekecewaan Iren jika mengetahui jika ia bukan anak kandung dari keluarga Mahesa.
"Aku tegaskan sekali lagi, Iren tak akan pernah keluar dari tempat ini! Jadi kau jangan terlalu berharap! Aku tau kau mencintainya, dari tatapan matamu serta kasih sayang mu yang melebihi seorang kakak membuatku yakin jika kau memang mencintainya."balas lion.
"Iya! Aku memang mencintainya! Jadi lepaskan dia," Rey membalas tatapan tajam Lion.
Seketika darah lion berdesir dari dalam tubuhnya, emosinya memuncak. Ia kembali menghajar Rey dengan membabi buta. Ya , Lion merasa marah saat Rey mengatakan jika ia mencintai iren. Dari dalam lubuk hatinya Lion sejujurnya masih mencintai iren tapi ia tidak menyadari itu semua, Lion dikalahkan oleh egonya hingga ia memutuskan untuk membalas dendam.
Terdengar dentuman begitu keras, Seketika ruangan itu di penuhi kepulan asap hitam. Tom dari arah belakang berlari ke arah Rey kemudian membawanya keluar dari mansion itu. Tom tidak akan membiarkan Rey mati mengenaskan di tangan Lion, untuk sementara ia akan membawa Rey pergi. Untuk cara membebaskan Iren, ia akan mencari cara lain. Yang terpenting adalah membawa Rey keluar dari tempat ini.
__ADS_1
Tom tadi menembakkan peluru bius, hingga menciptakan kepulan asap hitam memenuhi seluruh ruangan itu.