CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 39. BALAS DENDAM


__ADS_3

DI perusahaan Muller crop, Lion duduk di kursi putarnya sambil membaca beberapa laporan dari anak buahnya tentang pengiriman senjata nanti malam. Sedangkan jaremy duduk di kursi yang tak jauh dari kursi yang diduduki Lion, ia sedang memeriksa beberapa laporan penjualan emas dan berlian Muller crop.


"Bagaimana penjualan Minggu ini, apa ada peningkatan?" Tanya Lion yang duduk di kursi putarnya Setelah memeriksa  semua berkas pengiriman senjatanya.


"Penjualan Minggu ini bagus, tuan. Muller berada di deretan tertinggi penjualan emas Minggu ini," balas Jeremy. Ia tersenyum puas setelah membaca laporan penjualan Minggu ini, setidaknya ia terbebas dari kemarahan atasannya.


"Bagus. Oh, satu lagi. Pastikan orang itu sudah mentransfer full, sebelum kita mengirim senjatanya nanti malam.


"Baik tuan." Balas Jeremy kemudian kembali memeriksa beberapa laporan yang ada di Muller crop.


Tak lama terdengar pintu di ketuk dari luar.


"Masuk ," ucap Lion tanpa mengalihkan tatapannya ke arah ponselnya.

__ADS_1


Seseorang bertubuh gempal dengan Memakai setelan serba hitam masuk kedalam ruangan Lion.


"Ada laporan apa yang kau bawa, tanya Lion kepada pria yang ia tugaskan mencari informasi tentang keberadaan kedua antek-antek Albert, mereka juga dalang atas kematian orang tuanya," matanya masih fokus ke arah layar ponsel.


"Ke dua orang yang anda cari sudah saya temukan tuan. Justin berada di pulau, ia membuat sebuah penthouse di sebuah pulau pribadi miliknya. menurut informasi yang saya dapat kan, dia akan menghabiskan sisa hidupnya disana. Sedangkan Alex saat ini berada di Kanada, ia memiliki perusahaan tekstil dan sekarang dijalankan oleh putra nya," ucap pria itu, kemudian menyerahkan berkas tentang laporan-laporan hasil penyelidikannya selama ini.


Lion lalu mengambil berkas itu, kemudian membacakan, ia tersenyum puas saat membaca rentetan tulisan yang ada di dalam berkas itu.


"Kerjamu bagus, aku cukup puas," Lion menarik lacinya, mengambil amplop lalu melemparkan amplop yang berisi uang pada pria itu," bersenang-senanglah hari ini, kerjamu cukup bagus, kau boleh cuti," pungkas lion. 


"Baik,tuan," balas Jeremy. Ia merogoh sakunya lalu mengirimkan informasi pada grup WhatsApp anak buahnya.


Hari ini Lion berencana akan memecah anak buahnya menjadi beberapa bagian. Ia berencana anak menyerang Justin di pulau pribadinya.

__ADS_1


***


Seminggu kemudian, "apa semuanya sudah siap?," tanya Lion yang berjalan ke arah helikopternya. Saat ini Lion berada di landasan pacu miliknya, ia berencana akan masuk ke dalam panthause milik Justin. Ia akan menyamar sebagai mekanik kelistrikan. karena menurut info yang Lion dapatkan. saat ini, maid yang bekerja di penthouse justi sedang mencari mekanik listrik


Saat ia sampai di di depan helikopter pribadinya, Lion langsung naik dan masuk kedalam helikopter, lalu  duduk di kursi kemudi. Ya Lion pergi ke pulau pribadi milik Justin hanya dengan beberapa pengawal yang bisa ia andalan. Lion sengaja tidak membawa banyak pengawal karena ia tidak ingin penjaga yang berjaga di sekitar penthouse milih Justin curiga.


Setelah semua siap, dan ATCS bandara sudah mengizinkan Lion untuk mengudara, perlahan Lion mulai menjalankan helikopternya dan tak lama ia sudah mengudara.


Justin saat ini tinggal di sebuah pulau yang berada di barat kota New York, ia sengaja memilih bersembunyi dan tinggal di sana agar dapat menghindari musuh-musuhnya. Selama puluhan tahun, Albert, Justin serta Alex sudah berkomplot menjatuhkan perusahaan-perusahaan pesaingnya. Tidak sedikit perusahaan yang jatuh bangkrut atas kecurangannya. Termasuk perusahaan tuan Cristian, yang tak lain adalah orang tua Lion.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak. Trimakasih.🙏


__ADS_2