CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 51. ALEX


__ADS_3

"Sia..pa ka...u?"tanya Alex gugup. Wajahnya tampak tegang dengan raut wajah ketakutan.


"Kau tidak perlu tau siapa aku, aku hanya ingin memperlihatkankan mu sesuatu." Ucap Lion lalu mengambil sebuah koran usang yang ada di saku jasnya kemudian menempelkannya di kaca laminated depan mobil Alex. 


Saat melihat koran yang tertempel di depan kaca mobilnya, Alex memicingkan matanya.


"Apa kau mengenal dia?," tanya Lion. Ia memundurkan Sandaran kursinya lalu menaikkan satu kakinya.


Dengan cepat Alex menggeleng." A...ku tidak mengenalnya." ucapnya gugup. Terlihat wajahnya tampak pucat dengan keringat yang membasahi pelipisnya


"Kau jangan bohong!" Bentak lion ia semakin memajukan Senjatanya kemudian menarik parallel pelatuknya nya." Cepat, Katakan! Atau peluru dari senjata ini bersarang di otakmu," pungkas Lion.


"Sung….guh ak...u tidak mengenalnya," Elak Alex.


"Sungguh? kau tidak mengenal?" Lion tersenyum miring lalu kembali mendorong senjatanya." Cepat katakan! Bentak lion.


Namun lagi-lagi Alex mengelak.


"Baiklah jika kau belum mau berbicara jujur." Lion mengambil sesuatu di saku jasnya dan kembali menempelkan sebuah foto di samping koran lusuh itu." Kalau ini, apakah kau mengenalnya?" Lion menempelkan foto Albert tepat di samping koran itu.


Lagi-lagi Alex menggeleng." Sumpah demi apapun aku tidak mengenalnya." Elak Alex. Wajahnya semakin terlihat pucat dengan tubuh menegang.

__ADS_1


"Wah..wah..wah.. mulutmu memang pandai berbual." Ujar lion. Ia menggertakkan giginya." Sekali lagi aku bertanya padamu! apa kau mengenal orang ini?" tanya Lion.


"Sungguh, demi apapun, aku benar tidak mengenal mereka."balas Alex.


Lion menatap tajam ke arah Alex, wajahnya sudah tampak memerah.


"Bukkkhh," Lion memberikan Bogeman mentah tepat di pipi kiri Alex. Kemudian menarik kerah kemeja Alex." Kau tau, kau tidak bisa membohongiku! Bughhhj," sekali lagi kepalang tangan Lion menancap di pipi Alex.


"Siap kau," tanya Alex. Ia menghapus darah yang keluar dari hidungnya.


" Kau tidak usah tahu siapa aku. Aku hanya ingin tahu apa kau mengenal orang itu?"


Alex terdiam, ia tampak ragu untuk mengatakan sesuatu.


"Lepas," ucap Alex.


"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau mengatakan apa yang kau ketahui,"ujar lion. Matanya terlihat memerah seolah ingin menelan mangsanya hidup-hidup." Cepat katakan!" Lion semakin mencengkram kerah kemeja Alex semakin kuat.


"Baiklah, aku akan menjawab pertanyaanmu. Ya, aku mengenalnya. dia Cristian, kolega bisnisku dan satunya lagi Albert, sahabatku, kami membangun bisnis bersama." Ucap alex. Ia menjeda ucapannya"Tetapi dia." Alex menunjuk foto Cristian." Sudah terbunuh akibat menghancurkan bisnis pesaingnya," ujar Alex.


Mendengar itu, wajah Lion semakin memerah, kemarahan semakin memuncak." Kau jangan pernah memutar balikkan keadaan!" Lion kembali memberikan Bogeman mentah pada pipi Alex.

__ADS_1


"Sungguh aku sudah berbicara jujur."balas Alex. Lion kembali mencengkram kerah kemeja  Alex dan menendangnya keluar dari mobil. 


Setelah mereka sama-sama di luar mobil, Alex bangkit  dari posisinya yang terduduk di aspal akibat tendangan Lion.


Saat ini Alex belum menyadari semuanya, karena ia belum tahu siapa yang saat ini berhadapan dengan.


"Aku tidak punya urusan dengan mu, aku juga tidak mengenalmu. Biarkan aku pergi." Pungkas Alex


"Hey, tua Bangka. Jelas saja kau punya urusan dengan ku, karna aku adalah putra dari pria yang pernah kau bantai bersama Albert, Justin dan dirimu sendiri.


.


.


.


Terimakasih karena sudah mampir.


Selamat menjalankan ibadah puasa.


Jangan lupa tinggalkan jejak.

__ADS_1


maaf jika ada yang komen, terus lama terbalas, jaringan di perkebunan suka hilang.🙏😊


 


__ADS_2