CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 66. TANGIS SEORANG IBU


__ADS_3

Apa urusan mu, dia putri ku." Tegas tuan Mahesa.


"Tapi tuan kami yang lebih berhak, karena dia istri tuan kami," ujar pria itu. 


."Jaga ucapan mu, aku tidak akan pernah lagi membiarkan putri ku kembali pada tuan mu."sambungan tuan Mahesa. Ia lalu menghempaskan tangan anak buah Lion hingga pistol yang di pegang anak buah lion terlempar jauh. Tuan Mahesa lalu menendang kaki anak buah Lion, hingga jatuh tersungkur. Tak lama anak buah Lion berusaha bangkit tapi dengan cepat tuan Mahesa menghajarnya secara membabi buta.


"Bangun bajingan," ucap tuan Mahesa dengan nafas yang masih memburu.


Anak buah Lion tak bergeming, Namun ia masih mendengarkan setiap perkataan tuan Mahesa.


Tuan Mahesa lalu menarik kerah kemeja anak buah Lion."sampaikan pada tuanmu, aku tidak akan pernah takut dengan semua ancamannya! dan satu lagi! secepatnya aku akan mengirimkan surat pembatalan pernikahan padanya. aku tidak akan pernah Sudi memberikan putriku pada pria Seperti dia." Tegas tuan Mahesa.


Ia lalu melangkah dan meninggalkan anak buah Lion menuju ke landasan pacu.


***


Setelah 16 jam mengudara, akhirnya helikopter yang di kendarai kedua orang tua Rey dan Iren sampai di Virginia tepat pukul dua dini hari. Mereka Mendaratkan helikopternya tepat di rooftop rumah sakit.


Tuan Mahesa kemudian melangkah turun lebih dulu dari helikopter setelah itu ia baru membantu istrinya.

__ADS_1


"Ayo dad ," ujar Sonia menarik tangan Mahesa. Ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan putrinya setelah berbulan-bulan memendam rindunya, akhirnya hari ini datang juga. Ia akan meluapkan kerinduannya dengan cara memeluk tubuh putrinya.


"Tunggu mom, pelang - Pelang jalannya. Mommy tidak inginkan, jika di tengah jalan tiba-tiba encok mommy kumat?" ujar tuan Mahesa. Ia terkekeh saat mengucapkan itu.


Melihat Mahesa terkekeh. Sonia lalu mencubit perut suaminya." Aww, sakit mom." Ujjar tuan Mahesa. Sonia lalu memutar bola matanya.


"Mommy masih kuat, dad. Daddy yang dikit-dikit kumat,"balas Sonia membela dirinya sendiri.


"Buruan dad…."Nyonya Sonia menarik tangan Mahesa untuk masuk ke dalam lift. Mahesa hanya dapat mengeleng saat melihat tingkah laku istrinya.


Setelah sampai di lantai 3 ruangan VVIP yang menjadi tempat peristirahatan Iren untuk sementara, nyonya Sonia mempercepat langkahnya. dari jauh, terlihat Rey duduk sendiri di kursi tunggu yang terdapat di luar kamar ruang perawatan Iren, ia sengaja menunggu di sana. karena ia tahu jika sebentar lagi mommynya akan sampai. sedangkan Tom dan juga Sera menunggu di dalam kamar perawatan Iren.


"Rey di mana putri ku." Ujar Sonia saat tiba di hadapan Rey.


Tapi Rey bukannya menjawab, ia malah mengalihkan pembicaraan yang lain"Mommy istirahat saja dulu, aku sudah memesan satu kamar di rumah sakit ini, kau pasti sangat kelelahan. Iren sedang beristirahat, besok saja jika mommy ingin menjenguknya." Sambung Rey . Sebisa mungkin ia akan menahan Mommynya bertemu dengan Iren, nanti setelah mommynya beristirahat, barulah dengan pelan Rey akan menceritakan yang sebenarnya. Rey tidak ingin mommynya syok saat melihat kondisi Iren yang sebenarnya.


Dengan cepat Sonia mengeleng." Mommy belum ingin beristirahat, mommy ingin menjenguk Iren terlebih dahulu, mommy sudah sangat merindukannya,"ujar Nyonya Sonia, ingin berjalan masuk ke dalam kamar. Tetapi lagi-lagi Rey menahannya." Pikirkan kondisi mommy, mommy jangan egois,"Rey melirik ke arah tuan Mahesa." Benarkah dad."tanya Rey mengedipkan sebelah matanya.


Namun bukannya mengiyakan putranya, ia malah mendukung Sonia." Biarkan saja mommy menjenguk Iren terlebih dahulu, setelah itu kami beristirahat, Daddy juga rindu pada adikmu." Pungkas Mahesa.

__ADS_1


"Tapi dad.."Rey mengusap wajahnya kasar saat melihat kedua orang tuanya berjalan tanpa menghiraukan perkataannya lagi.


Menyadari org tuanya akan masuk ke dalam kamar perawatan, lagi-lagi Rey berlari menahan orang tuanya untuk masuk. Mahesa dan Sonia mengerutkan keningnya saat melihat perilaku Rey yang tampak aneh.


"Ada apa dengan mu Rey? sejak tadi mommy merasa kau menahan Mommy untuk bertemu dengan Iren." Seru nyonya Sonia, ia menatap tajam ke arah Rey, seolah menaruh curiga dengan putranya.


Tanpa mendengarkan Jawaban dari putranya dengan cepat nyonya Sonia berjalan masuk ke dalam kamar dan langsung menghampiri brankar Iren.


Saat Sonia Sampai di brankar, seketika ia terdiam, lututnya seolah lemas. Air matanya tiba-tiba saja jatuh Tanpa permisi." Iren." Lirihnya dengan tubuh bergetar, ia langsung berpegang pada besi penyangga brankar. Sonia benar-benar syok melihat kondisi Iren. Tubuh yang kurus serta wajah yang pucat, dapat menjelaskan bagaimana kehidupan putrinya selama ia berada di mansion lion. Terakhir kali bertemu denga Iren, Sonia masih mengingat jelas tubuh Indah putrinya serta wajah cantik Putrinya. Dan sekarang setelah berbulan-bulan ia kembali dapat bertemu dengan putrinya. Namun kondisinya sudah sangat berubah, saat ini putrinya tak ubahnya seperti mayat yang sedang tertidur di atas brankar.


.


.


.


Terimakasih sudah mampir, maaf semalam ngak sempat up, kepala masih pening. ini satu bab dulu, siang lanjut lagi. maaf kalau ada yang komen, author ngak sempat balas, jaringan di perkebunan suka hilang, maklum author tinggal di dalam perusahaan sawit. goyang dikit signalnya hilang. author ucapkan banyak-banyak Terimakasih untuk yang masih setia baca tulisan receh author.


*selamat menjalankan ibadah puasa*😘🙏

__ADS_1


__ADS_2