CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 53. PERKELAHIAN


__ADS_3

Dari atas bukit, Lion dan juga anak buahnya memandangi kepulang asap hitam dengan kobaran api yang menjilat-jilat kelangit. Ya, Lion baru saja menembak mobil Alex dengan senjata pelontar Granat. 


Lion tersenyum miring saat melihat mobil Alex yg hancur setelah terdengar dentuman yang sangat keras hingga menyisakan puing-puing dan besi yang menciptakan aroma karbon monoksida di sekitar Area itu.


Ya, tadi Lion membuat mobil Alex seolah mengalami tabrakan dan berakhir terjatuh ke jurang.


Setelah lama berdiri, Lion mundur lalu memutar tubuhnya dan langsung berjalan ke arah mobilnya. Sesampainya di sana, Lion lalu masuk kedalam mobilnya. menyandarkan tubuhnya ke belakang. Ia memejamkan matanya sejenak, akhirnya setelah Dua puluh sembilan tahun, ia bisa membalaskan Dendamnya kepada orang yang telah membunuh kedua orang tuanya. Setelah lama terdiam Lion kembali membuka matanya, ia melirik jam yang ada di pergelangan tangannya, kemudian melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Malam ini lion akan langsung kembali ke New York.


***


Pukul sebelas malam helikopter yang membawa Lion kembali ke New York Mendarat di atap gedung Muller crop. Lion kemudian turun dari helikopternya dan langsung berlari menuju lift.


Setelah Lion sampai di lantai dasar, jeremy sudah menunggunya di sana.


"Mari tuan," ucap jeremy saat Lion keluar dari dalam lift.


Lion mengangguk kemudian mengikuti langkah Jeremy menuju aula. Tapi sebelum masuk, Lion akan bertukar posisi terlebih dahulu dengan orang yang memakai topeng yang menyerupai dirinya. Lion sengaja melakukan hal ini agar tidak ada yang curiga kalau ia adalah dalang atas kematian Alex.


Lion melangkah masuk ke dalam aula menyapa sebagai Tamu. tapi pergerakannya terhenti ketika matanya menangkap sosok Nick yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia lantas mendekat ke arah Nick.


" Wah, sebuah kehormatan untukku  karena kau bersedia menghadiri undangan Muller crop,"ujar lion.

__ADS_1


"Aku pasti hadir, mana mungkin aku tidak hadir,  aku bukan pengecut seperti dirimu." Pungkas Nick.


Mendengar ucapan Nick, seketika tangan Lion mengepal dengan Raha mengeras, ia menatap tajam Nick yang saat ini tersenyum mengejek. Baru saja Lion akan melayangkan pukulan. Namun, dengan cepat jeremy menahannya." sabar tuan, disini masih banyak tamu undangan, anda akan jadi tontonan mereka."bisik Jeremy ke telinga Lion."


"Kenapa berhenti?" Ujar Nick. Bibirnya kembali tersenyum seolah sedang mengejek lion." Pukul, ayo pukul." Nick kembali tertawa.


"Ayo, tuan jangan dengarkan ocehannya." Jeremy kembali bersuara, mengajak tuannya agar tidak meladeni ucapan Nick.


Namun bukan Lion namanya jika tidak menghajar orang yang telah menghinanya.


Lion berjalan ke arah Nick melayangkan satu pukulan di pipi Nick hingga Nick tersungkur kemeja. darah segar keluar dari hidungnya, Nick merabah hidungnya dengan menggunakan telapak tangannya dan melihatnya. Nick kemudian bangkit dari posisinya, ia membalas pukulan Lion sama kerasnya hingga kini Lion yang tersungkur ke lantai.


"Bangun," ucap Nick. Ia memasang kuda-kuda bersiap melayangkan pukulan ke arah Lawang.


Terlihat Jeremy dan beberapa pengawal lion  berjalan maju ingin membalas Nick karena sudah mengajar tuannya. Namun pergerakannya terhenti saat Lion menaikan tangannya. pertanda menghentikan pergerakan jeremy.


Lion bangkit dari posisinya. Satu tendangan Nick layangkan ke arah Lion. Tapi Lion menangkis tendangan itu lalu memberikan Bogeman mentah bertubi-tubi ke arah wajah Nick, hingga Nick saat ini kembali tersungkur ke Meja dengan kondisi meja yang hancur akibat tertimpa tubuh nick.


"Bangun," ujar lion. Ia melepas jasnya dan melipat lengan kemejanya hingga batas siku." Bangun brengsek,"seru Lion. Namun masih tidak ada pergerakan dari Nick. Lion beberapa kali menendang kaki Nick tetapi masih tidak ada  pergerakan dari Nick.


Lion tersenyum." Ternyata hanya sampai disini kekuatan mu," ujar lion lagi. Ia kemudian berbalik hendak beranjak dari tempat itu. Namun langkahnya terhenti saat mendengar sebuah benda berdentum tepat di belakangnya. Seketika Lion berbalik. dan melihat Jeremy sudah tersungkur  kelantai dengan darah yang keluar dari pelipisnya.

__ADS_1


Melihat asistennya terkapar, seketika darah lion berdesir hebat dengan rahang mengeras. Ia berjalan cepat ke arah Nick kemudian menyudutkannya ke dinding, ia mencengkram kuat leher Nick." Brengsek!" upat Lion. Ia melayangkan pukulan bertubi-tubi tepat ke wajah Nick. Membenturkan kepalanya ke kepala Nick, lagi dan lagi Nick mengeluarkan darah dari hidungnya. Tadi saat Nick akan memukul Lion mengunakan kursi tiba-tiba Jeremy menghalaunya hingga Jeremy yang terkena pukulan itu.


Setelah puas memukuli Nick, Lion melepaskan cengkramannya, seketika itu juga Nick terhuyu jatuh kelantai. Lion berbalik dan langsung berjalan ke arah Jeremy." Kau tidak apa-apa?"tanya Lion saat Jeremy masih meringis sambil memegang tengkuknya.


"Saya tidak apa-apa, tuan." Balas Jeremy.


.


.


.


Terimakasih karena sudah mampir.


selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.


jangan lupa tinggalkan jejak.


semoga kalian semua diberi kesehatan. 😊🙏


 

__ADS_1


__ADS_2