
Tom, kau urus semua pekerjaanku. Aku akan keluar sebentar. Pastikan semua file pengajuan penuntutan perkara pengadilan untuk Lion segera selesai." Ucap Rey. Setelah menutup laptopnya.
" Baik, tuan." Balas Tom yang saat ini Sedang memeriksa file-file yang di perintahkan Rey padanya. sejenak ia meletakkan penanya lalu mengangkat kepalanya menatap Rey yang saat ini akan beranjak keluar dari ruangannya." Tuan, stop" ujar Tom.
Rey lalu berbalik menatap asistennya."apa lagi tom. bukankah tadi aku sudah menjelaskan secara detail tentang pengajuan penuntutan pengadilan atas Lion," potong Rey.
"Bukan itu, tuan," jawab Tom. Ia menjeda kalimatnya. Agak ragu membicarakan hal itu.
"Lalu apa lagi?"lanjut Rey.
"Apakah, tuan. Bersungguh-sungguh mendekati gadis itu, atau tuan hanya ingin bermain-main dengannya?" Tanya Tom. Awalnya Tom hanya bercanda pada tuannya untuk mendekati Sera, agar Sera mau membantunya membebaskan Iren dari mension lion. Tapi ternyata Rey mengikuti saran dari Tom dan akhirnya mereka berdua menjalin hubungan. Namun setiap kali tom melihat Sera yang tersenyum tulus pada tuanya, ia kembali merasa bersalah karena ialah lah yang memberikan ide pada Rey. Ia juga iba saat melihat senyum Sera yang begitu tulus pada tuannya.
Mendengar ucapan Tom, Rey berjalan ke arah Tom. Ia menepuk pundak Tom." Bukankah kau sudah tahu jika aku hanya mencintai Iren, lantas mengapa kau bertanya hal yang sudah kau tahu jawabannya." Pungkas Rey.
"Tapi tuan….bagaimana dengan perasaan gadis itu jika tuan hanya mempermainkan perasaannya," ujar Tom, ia menatap mata Rey, seolah meminta jawaban yang pasti.
"Kau tenang saja, tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi pada gadis itu. Nanti pada saat waktunya tiba, aku pasti akan menjelaskan.semuanya." ujar Rey. Ia mengulum senyumnya kemudian bangkit dan berjalan keluar ruangan.
Setelah sampai di basement gedung gantari crop, Rey berjalan ke arah mobilnya dan langsung masuk kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan Gantari group.
Rey menghentikan mobilnya tepat di depan gang sempit. Hunian yang di peruntukan untuk kalangan menengah kebawah.
Tak lama seorang gadis keluar dari gang itu, ia tersenyum dengan tangan yang melambai ke arah mobil yang sedang terparkir di seberang jalan. gadis itu kemudian berjalan menghampiri mobil itu.
__ADS_1
Melihat Sera yang berjalan mendekat, Rey lalu keluar dari mobilnya.
"Maaf karena sudah membuatmu lama menunggu," ujar Sera setelah berdiri di depan Rey.
Rey terdiam, ia masih melihat penampilan Sera yang mengunakan celana jeans serta baju kaos polos tak lupa topi yang selalu bertengger di kepalanya, padahal hari ini Rey ingin mengajaknya ngedate.
Sera menepuh pundak Rey." Ada apa?" Tanya Sera.
Seketika Rey tersadar, maaf. tadi kau bilang apa?"balas Rey.
"Maaf, sudah membuat mu menunggu," ulang Sera.
"Tidak masalah. aku Baru 5 menit kok di sini," balas Rey tersenyum. Tapi matanya masih meneliti penampilan Sera yang seperti preman.
"Tidak, bagus kok." Elak Rey. Ia tersenyum lalu mengaruk tengkuknya." Kita jalan sekarang?" Lanjut Rey.
Sera mengangguk.
Rey lalu berjalan mengitari mobilnya dan membukakan pintu untuk Sera.
"Terimakasih," ucap Sera saat ia sudah masuk ke dalam mobil.
Rey mengangguk dan tersenyum kemudian menutup pintu mobilnya.
__ADS_1
Rey memhentikan mobilnya disebut restoran mewah bertaraf internasional yang ada di Singapura.
"Ayo," ajak Rey.
Sera menatap bangunan yang ada di depannya." Kau tidak salahkan mengajakku kesini?"tanya Sera. Ini kali pertama ia datang ke sebuah restoran mewah. Biasanya ia hanya makan di warung pinggir jalan.
"Tentu saja tidak,"jawab Rey. Ia lalu keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Sera.
"ayo." ajak Rey berdiri di samping pintu mobilnya.
Sera menghembuskan nafas kasar, lalu melirik penampilannya dari bawa sampai ke atas. ia berpikir sejenak. pantaskah ia masuk ke restoran ini dengan berpenampilan seperti ini?, ia takut jika ia akan membuat Rey malu.
.
.
.
Selamat menjalankan ibadah puasa.
jangan Lupa tinggalkan jejak walaupun hanya komen.
semoga kalian semua diberi kesehatan. Amin.😊🙏
__ADS_1