
Iren mengerjap beberapa kali, kemudian membuka matanya, ia langsung mencari keberadaan Maria, kepala pelayan yang selalu mengurus semua kebutuhannya selama dia berada di mansion Lion.
Saat tidak menemukan di mana Maria berada, Iren dengan perlahan menggerakkan tubuhnya berusaha turun dari ranjang dan hendak meraih kursi roda yang ada di sisi ranjang.
Sudah hampir sebulan kaki Iren tidak bisa digerakkan karena Iren sempat mengalami kejang akibat alam bawa sadarnya yang tidak bisa menerima siksaan demi siksaan yang Lion lakukan.
"Nyonya, apa yang ingin anda lakukan," tanya Maria yang baru saja masuk kedalam kamar membawa sarapan untuk Iren. Ia lalu menyimpan nampan itu di atas nakas dan langsung membantu Iren duduk di kursi rodanya.
Iren menatap Maria dengan Mata sayunya, ia tersenyum kemudian berucap."maafkan Aku Maria, tadi aku berniat ke toilet untuk membersihkan tubuhku, tadi aku sempat mencari mu, Namun, aku tidak menemukanmu di kamar ini." Balas Iren, ia kembali tersenyum ke arah Maria. Hanya Maria yang bisa mengajaknya bicara. Iren tidak akan berbicara pada siapapun kecuali dengan Maria. Dan jika ia bertemu dengan orang lain, ia akan mengamuk dan memukuli orang itu. Lion juga pernah masuk ke dalam kamarnya berniat bermain-main dengan Iren seperti sebelumnya. Namun, bukannya menurut seperti sebelumnya, Iren malah mengamuk tidak karuan membuat Lion marah dan langsung memukulinya secara bringas. dan setelah kejadian itu, Lion tidak pernah lagi datang ke kamar iren.
Sejam kemudian Iren keluar dari kamar mandi, ia sudah membersihkan tubuhnya dengan dibantu oleh Maria. Tadi ia sempat berendam air panas setelah mengeluh pada Maria jika tubuhnya terasa pegal dan ingin berendam.
__ADS_1
Maria lalu mendorong kursi roda Iren Menuju ke ranjang dan membantu Iren berpindah duduk ke atas ranjang. setelah Iren sudah duduk dengan bersandar di ranjang Maria lalu mengambil nampan yang ada di atas nakas dan meletakkannya di meja kecil yang ada di depan Iren.
"Nyonya sarapan dulu," ucap Maria. Ia perlahan membuka penutup makanan Iren.
Iren memandang makanan yang di bawakan Maria, ia lalu melongos dan menghembuskan nafasnya secara kasar." Maria apakah tak ada makanan lain selain ini? Aku bosan memakan ini, tiap hari kau hanya memberiku roti dan omelet. Bisakah aku meminta yang lain." Pinta Iren. Selama ia tinggal di mansion lion, Iren memang tak pernah mendapatkan makanan lain selain roti dan omelet. awalnya Iren bisa menerima jika ia hanya mendapatkan jatah roti dan omelet, karena menurutnya ia diberi makan pun sudah syukur. Ia juga tidak pernah mengeluh. Tetapi setelah psikisnya terganggu Iren sesekali mengeluh jika ia hanya diberi roti. Alhasil Maria harus membujuknya seperti anak kecil.
"Ayolah Nyonya. aku sudah bersusah payah membuatkan makanan ini untuk mu. Lagi pula aku hanya bisa memasak ini, apakah kau tidak kasihan dengan ku," ujar Maria. Ia terpaksa berbohong pada iren jika ia hanya bisa memasak itu. Karena jika Iren tahu kalau Maria berbohong Iren pasti akan terus merengek padanya seperti anak kecil.
"Baiklah, aku akan memakannya. Tapi kau janji nanti kau akan memberiku makan lain selain ini." Balas Iren. Ia tersenyum kemudian mengambil roti yang ada dipiringnya dan langsung memakannya.
Lama menatap Iren, Maria lalu menghapus air yang ada di sudut matanya, ia benar-benar iba dengan kondisi Iren, beberapa waktu yang lalu, Maria pernah menyembunyikan makan untuk iren dan akan membawanya saat tengah malam. Namun hal itu diketahui lion melalu sambungan CCTV. Maria lupa jika seluruh mansion lion sudah di pasangkan banyak CCTV.
__ADS_1
.
.
.
Terimakasih karena kalian sudah mampir
selamat menjalankan ibadah puasa.
jangan lupa tinggalkan jejak
__ADS_1
semoga kalian semua diberi kesehatan.