CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 75. CEMBURU


__ADS_3

Lion tersenyum mengejek, ia tidak yakin Iren bisa melakukannya. Sejak kapan gadis di depannya bisa bertarung, memegang senjata pun ia tidak berani.


Hingga saat Lion akan ******* kembali bibir Iren, seketika tubuhnya bereaksi, ia menendang perut Lion hingga Lion terjerambak beberapa langkah.


Lion bangkit, Baru saja ia akan melayangkan tamparan di pipi Iren, namun langkahnya terhenti saat ia mendengar derap langkah dari luar. Lion dengan cepat membekap mulut Iren.


"Honay, honay, kau di mana." Ujar Stefani. Ternyata orang yang ada di luar kamar mandi adalah Stefani. Tadi Lion hanya meminta izin ke kamar mandi sebentar, namun sudah hampir sejam Lion belum juga kembali. Stefani membuka satu persatu pintu kamar mandi Namun ia tidak menemukan lion. Langkahnya terhenti saat ada satu kamar mandi yang tertutup dengan tertulis MOHON MAAf TOILET SEDANG DIPERBAIKI. perlahan Stefani mendekat. Ia mengetuk toiletnya." Apa ada orang di dalam." Tanya Stefani. Namun tak ada sahutan hingga ia memutuskan pergi dari tempat itu.


Setelah merasa Stefani sudah pergi, perlahan Lion melepas tangannya dari mulut Iren. Ia mengibas-ngibaskan tangannya karena tadi Iren sempat mengigitnya.


Iren menyunggingkan senyumnya." Kau jangan menggangguku lagi. Karena aku bukan Iren kekasih mu." Ujar Iren dan berlalu melewati tubuh Lion. 


"Kau." Lion menunjuk wajah Iren. Wajahnya memerah dengan tangan mengepal kuat. Ia tidak mungkin membuat kekacauan malam ini. Akhirnya ia memutuskan untuk melepaskan Iren.

__ADS_1


Iren melangkah keluar dari toilet dengan tatapan kosong, lalu berjalan ke arah tangga darurat. Sesampainya ia di tangan darurat. Iren langsung terduduk di tangga. Ia memukul-mukul dadanya karena rasa sesak yang ia rasakan. Tangis yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah. Ia menangis tergugu. Mengapa ia harus bertemu dengan Lion lagi, setelah bertahun-tahun berpisah dengan pria itu. ia mencoba mengubur luka lamanya. tetapi kenapa hari ini Takdir mempertemukan mereka kembali. Rasa rindunya kembali menguar, ia ingin memeluk pria itu dan mengatakan jika ada anak di antara mereka. Namun urung ia lakukan. Luka perbuatan Lion masih membekas di hatinya.


Lama menangis, ia kemudian tersadar akan Sean. Sean pasti sudah menunggunya. Perlahan ia menyeka air matanya. Kemudian bangkit dari duduknya dan langsung kembali menemui Sean.


"Mom, kau dari mana saja." Protes Sean saat Iren sudah berdiri di depannya.


"Maafkan, mommy. Mommy tadi tidak sengaja bertemu dengan klien mommy." Elak Iren. Ia tidak mungkin jujur jika tadi ia bertemu dengan Lion.


Setelah berbicara pada Sean, Iren beralih menatap Wili."Wil, maafkan aku, aku tadi….." 


Iren tersenyum kemudian mengangguk.


Nyatanya tadi Wili melihat Iren keluar dari toilet dengan penampilan yang kacau, belum Wili melangkah, ia juga melihat Lion keluar dari toilet yang sama, sehingga Wili memilih bersembunyi di balik tembok. Dan setelah Lion pergi, Wili melangkah menyusul iren ke tangga darurat. Langkahnya terhenti saat melihat Iren yang menangis pilu sedang terduduk di tangga. Ia berniat menghampiri Iren, tapi urung ia lakukan. Mungkin Iren sedang ingin sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ketempat semula dan membiarkan Iren di sana.

__ADS_1


Flashback


Tadi setelah bertemu dengan Sean, pikiran Lion seketika kacau. Ia terus memikirkan bocah kecil itu. Padahal ini kali pertama ia bertemu dengan sean. Akhirnya ia memutuskan mencari sean. Ia seolah tertarik pada sean, Lion juga tidak tahu daya tarik apa yang di miliki bocah itu sehingga ia sangat penasaran. Namun ketika ia melangkah, ia melihat Wili, Iren dan juga Sean duduk di meja dengan Wili mengenggam tangan Iren. mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia. Seketika rasa cemburu menghantam dadanya. Rasa cinta itu masih ada sampai detik ini. Hanya egonya yang begitu tinggi hingga ia berkata jika ia sudah tidak mencintai iren lagi. dan nyatanya setelah Iren pergi dari hidupnya, ia menjadi kacau, menghabiskan waktunya di clup untuk bersenang - senang dan pulang saat waktu menjelang pagi. Ia mengepalkan tangannya dengan rahang mengeras."dasar wanita murahan."


Saat sibuk memandagi Iren, ia melihat Iren berdiri dan berjalan ke toilet. Perlahan ia berjalan mendahului Iren dan menyuruh Jeremy mengunci pintunya dari luar setelah iren masuk dan Jeremy mengikuti kemauan atasannya.


Flashback off


.


.


.

__ADS_1


maaf telat up, jahitan bekas SC author sakit, padahal sudah 4 tahun, tapi sering nyeri pas cuaca lagi lembab 🤧🤧🤧


 


__ADS_2