CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 16. REY TERPURUK


__ADS_3

Rey melajukan mobilnya menuju ke apartemen Tom. Tadi setelah pulang dari restoran,  Rey meminta izin pada tuan Mahesa dan nyonya Sonia untuk pergi ke apartemen tom, ia beralasan jika ada hal penting yang harus segera ia bahas menyangkut masalah perusahaan dengan tom. Namun nyatanya salah, Rey hanya butuh menenangkan diri di apartemen tom setelah semua yang terjadi malam ini di restoran.


Sesampainya di apartemen tom, Rey berjalan dengan gontai menuju ke unit apartemen milik asistennya. Saat tiba di depan pintu, Rey memencet bel, Tak lama pintu pun terbuka lalu muncullah wajah tom .


"Apa aku boleh masuk?" Tanya Rey saat pintu terbuka.


"Boleh, ayo masuk," ajak tom. tom memandang aneh pada atasannya. Wajah atasannya tampak lesu seperti orang yang sudah kehilangan gairah hidup.


Rey lalu melangkah masuk kedalam, saat tiba di ruang tamu, Rey lalu membuang tubuhnya ke sofa. Ia menengadahkan kepalanya ke atas. Ia teringat kembali perkata Lionel, bolehkan saya menikahi putri tuan, bolehkan saya menikahi putri tuan. Kata-kata itu terngiang terus di kepalanya hingga ia bangkit dari duduknya lalu menghempaskan vas bunga yang ada di depannya."brengsek," umpat Rey.


Tom yang baru saja menutup pintu segera berjalan ke arah tuannya.


"Ada apa Rey, apa kau punya masalah?"tanya tom yang langsung duduk disamping Rey.


Rey tidak menjawab, ia malah mengusap wajahnya kasar.


"Bicaralah Rey, apa kau punya masalah?"tanya tom lagi. Ia lalu bangkit kearah kulkas dan mengambil minuman dingin untuk Rey.


"Minumlah," tom menyerahkan minuman kalengan yang bermerek green sands yang berasal dari swiss pada Rey. minuman yang masuk kategori beralkohol rendah karena memiliki kadar alkohol 2%, namun minuman itu sudah di terima di pasar internasional.


Rey mengeleng.


"Aku ingin wine. Bisakah kau mengambil wine untuk ku,"pinta Rey.


"Tentu boleh. Tunggu sebentar."tom lalu berjalan ke arah minibar kemudian mengambil segelas wine. Lalu kembali ke sofa yang saat ini diduduki oleh Rey.

__ADS_1


"Minumlah,"tom berucap lagi. Dengan menaruh segelas wine di hadapan Rey. 


"No. No. aku ingin sebotol," pinta Rey lagi.


"Bagaimana jika kau mabuk, aku sungguh takut jika nyonya Sonia mengetahuinya."balas tom. Pasalnya selama ia menjadi asisten Rey. Ia tahu betul jika nyonya Sonia melarang putranya untuk mengkonsumsi minuman beralkohol.


"Ssttttt," Rey meletakkan telunjuknya di depan bibirnya, tanda jika saat ini ia tidak ingin di bantah."kau tidak usah banyak bicara, ambil sekarang!," bentak Rey. Seolah apartemen yang saat ini ia tempati ada apartemennya. Saat ini Rey benar-benar kalut, ia tak tahu dengan cara apa ia menghempaskan kekecewaannya. Tuhan benar-benar sangat tidak adil padanya, di saat ia jatuh cinta pada seorang wanita, malah Cintanya harus bertepuk sebelah tangan. Andai ia dapat memilih, ia tidak ingin tahu kenyataan sebenarnya jika Irene bukan adik kandungnya.


Mendengar ucapan Rey, mau tidak mau tom harus mengambil wine untuk tuannya. Soal Nyonya sonia yang tidak memperbolehkan putranya minum minuman beralkohol itu urusan di belakang, untuk saat ini, ia akan mengikuti kemauan atasannya terlebih dahulu.


Beberapa menit kemudian tom datang membawa sebotol wine lalu meletakkannya di Depan Rey. Ia kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Rey.


"Kau ada masalah apa? bicaralah?," tanya tom, namun lagi-lagi Rey menggeleng. Ia tidak ingin ada yang tahu tentang status Irene sebenarnya. Cukup ia dan kedua orang tuanya yang tahu jika Irene bukanlah adiknya.


"Aku tidak apa-apa, hanya masalah kecil dengan seseorang," Elak Rey lalu berdiri dari sofa, mengambil wine di atas meja kemudian berjalan ke arah balkon.


Tom mendudukkan tubuhnya di samping rey. Ia menghela nafas cukup Panjang. Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 12 malam, namun Rey belum juga mau beranjak dari duduknya, padahal ia sudah menghabiskan 3 botol wine.


"Rey, sudah! kau sudah cukup mabuk, masuklah."tegas tom


Namun lagi-lagi Rey tidak memperdulikan ucapan tom, ia malah menyesap kembali wine yang ada di tangannya. 


"Brengsek, habis,"tiba-tiba Rey mengumpat saat isi dari botol wine itu habis."ambilkan aku lagi," pinta rey pada tom.


"Sudah Rey, kau sudah cukup mabuk," tom meraih tubuh Rey, ingin membawanya masuk kedalam apartemen, tetapi Rey langsung mendorongnya." Aku tidak mau masuk, aku masih mau minum. Ambilkan aku lagi,"pintanya lagi pada tom.

__ADS_1


"Minumannya sudah habis, ayo masuk!" Bentak tom pada Rey. Tetapi lagi-lagi Rey mendorong tubuh tom."


"Kenapa, hah? Kenapa kau juga ikut tidak berpihak pada ku! Disaat tuhan tidak berpihak padaku, di saat itu pula kau sama tidak pedulinya pada atasanmu. Kau tau, aku atasan mu, aku bisa dengan mudah memecat mu jika aku menginginkannya. Aku memiliki segalanya, namun aku tak sekaya dia. Ia dia, dia yang mengambil wanita yang aku cintai. Irene ku, ia akan menikah dengan Lionel pria yang lebih kaya dari ku." Ucap Rey. Ia tertawa begitu nyaring setelah mengucapkan itu.


"Rey, sadar Rey. Irene itu adik mu. Tidak sepantasnya kau mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu," tom terus saja menasehati Rey.


"Diam kau, jaga Mulut mu, dia bukan adik ku, dia anak adopsi Daddy dan mommy. Aku mencintainya sungguh sangat mencintainya,"sanggah Rey. Setelah mengucapkan itu, ia kemudian bangkit dari posisi duduknya, ia berniat ke pantry untuk mencari minuman lagi. Namun, saat ia bangkit, kedua kakinya tidak dapat menopang berat tubuhnya, sehingga saat ia bangkit ia langsung tumbang.


"Rey, ayo masuk." tom meraih tubuh Rey, membantunya berdiri lalu membawanya masuk kedalam apartemen.


.


.


.


Tinggal jejak......


vote...


like...


komen...


beri hadiah..

__ADS_1


bersambung......😊🙏


__ADS_2