
Rey berjalan dengan menggendong tubuh Iren keluar dari kamar utama, sedangkan Sera berjalan di depannya sambil terus waspada. Saat mereka akan menuruni tangga, mereka berpapasan dengan Maria yang baru saja berniat akan masuk ke dalam kamar iren.
"Siapa kalian," tanya Maria ia berjalan mendekat ke arah Rey berniat mengambil alih tubuh Iren dari gendongan Rey."kembali nyonya, Kau akan membawa nyonya kemana?lanjut Maria.
"Kau jangan ikut campur, kami lebih berhak atas Iren dari pada kalian,"balas Rey. Ia ingin melanjutkan langkahnya. Namun Maria terus saja menghalanginya.
"Kembalikan Nyonya," teria Maria menarik Nyonyanya. Namun teriakannya tidak berpengaruh pada Rey, Rey dan Sera kembali melanjutkan langkahnya. Tetapi langkahnya terhenti kembali saat Marian mengucapkan sesuatu." Selangkah lagi kalian berjalan maka akan aku pencet bel ini, bel ini akan berbunyi jika ada keadaan darurat yang terjadi di mansion. Semua pengawal akan datang dan membunuh kalian.
Rey menghentikan langkahnya," lakukan saja, aku tidak akan takut pada ancaman mu," ujar Rey dan kembali melangkah. Namun, baru saja ia akan memencet bel itu, pria tua yang tadi mengarahkan Rey untuk melewati lorong penyimpanan makan datang dan langsung membekap mulut Maria mengunakan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.
__ADS_1
Setelah Maria terkulai lemas ke lantai. Pria tua itu lalu mengarahkan Rey dan juga Sera menuruni tangga untuk masuk ke dalam dapur menuju ke lorong yang akan tersambung langsung dengan pintu belakang mansion. Namun lagi-lagi langkah mereka terhenti ketika menyadari jika para pengawal Lion sudah mengetahui keberadaan mereka. Kelima pengawal itu lalu maju, hendak menghentikan Rey dan juga Sera membawa Nyonya pergi.
''apa yang kalian lakukan di sini," ucap pria bertato serta bertubuh gempal itu. Ia maju dan menunjuk Rey.
"Tentu saja membawa nyonya kalian pergi." Sambung Rey.
" Kurang aja." Balas pria itu. Mereka lalu berjalan maju ke arah Rey.
Rey dan Sera memasang kuda-kuda berdiri sambil saling membelakangi. Salah satu bodyguard Lion maju menendang Rey. Rey menangkis tendangan bodyguard itu. Kemudian menendang perut bodyguard itu hingga tersungkur dan terserambat di sisi tangga. Rey lalu maju dan menghajar dua bodyguard, sama halnya dengan Sera yang saat ini menghajar dua orang bodyguard. Rey terjatuh ke lantai setelah mendapatkan pukulan di bagian belakang. Sedangkan Sera terus menghajar kedua bodyguard itu. Namun tanpa sengaja netra Sera menangkap bodyguard yang tadi terjatuh mengeluarkan sebuah pistol berjenis revolver dari saku jasnya dan hendak menembak Rey. Melihat Rey akan di tembak, dengan cepat Sera menendang pria yang ada di hadapannya lalu melemparkan pisau lipat ke arah tangan bodyguard itu. Sehingga pistol yang ia pegang terjatuh.
__ADS_1
Rey berusaha bangkit dari posisinya yang meringkuk dilantai dan kembali menghajar satu bodyguard yang masih bertahan, ia menghajar pria itu hingga ketiga pria yang tadi berhadapan dengan Rey sudah terkulai lemas, sama halnya dengan Sera, dua pria yang tadi bertarung dengannya sudah tumbang dengan satunya mengeluarkan darah segar dari hidungnya.
Setelah menghajar kelima pengawal lion, Rey berjalan ke arah Sera." Kau tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rey setelah sudah berada di samping Sera. Nafas keduanya masih terdengar memburu.
.
.
.
__ADS_1
Terimakasih karena berkenan membaca novel receh author, semoga kalian semua di beri kesehatan. jangan lupa tinggalkan jejak, ngak minta banyak kok, cukup like dan komen author sudah semangat. up-nya satu bab dulu yah, authornya mau nyiapin makan buka puasa dulu, nanti malam lanjut dua bab.
Selamat menjalankan ibadah puasa. 😊🙏