CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 37. SYERA


__ADS_3

"Maaf," ucapnya sekali lagi.


Rey terdiam, masih tidak percaya jika orang yang menolongnya tadi adalah wanita.


Wanita itu menepuk pundak Rey. Karena sejak tadi Rey masih terdiam, entah apa yang saat ini ia pikirkan.


"Ah iya, maaf." Ucap Rey saat tersadar. Mereka berdua Terlihat canggung. Namun, gadis itu menetralkan perasaannya.


"Kau tidak usah berpikir terlalu keras, aku memang wanita. aku sengaja berpenampilan seperti ini agar dapat mengelabui orang-orang, agar mereka mengira aku seorang pria. Aku bekerja di sebuah pusat perbelanjaan. Tugasku adalah menagih pajak, jadi kau tidak usah heran," balasnya lalu tersenyum." Kau tunggu disini, aku akan segera kembali," ucap gadis itu lalu meninggalkan Rey yang masih diam disana. 


Setelah gadis itu pergi, Rey mengulas senyumnya." Dia cantik," lirihnya. lalu kembali memandang lurus kedepan melihat lampu jalan yang berkedip-kedip. Ini kali pertama Rey tersenyum setelah beberapa Minggu kepergian Iren ke New York.


Hampir 15 menit Rey menunggu, akhirnya gadis itu kembali. Ia menyodorkan sebotol minuman untuk Rey," minumlah, pasti kau haus," setelah memberikan sebotol air Mineral pada Rey, dia lalu mendudukkan bokongnya di kursi yang ada disampingnya Rey, lalu mengobati kulit Rey mengunakan salep yang ia beli di apotek tadi. Setelah mengobati luka Rey, Ia lalu meneguk air mineral yang ada di tangannya hingga tandas. Kemudian meremas botol itu lalu melemparnya ke arah tong sampah yang ada disana. 


Rey kembali tersenyum.


"Kau jangan tersenyum seperti itu pada ku, kau tahu? aku tidak menyukai jika ada pria tersenyum pada ku, itu memuakkan,"pungkasnya.


Mendengar ucapan gadis itu, Rey kembali mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Sudah ku katakan kau jangan tersenyum seperti itu." Gadis itu kembali bersuara.


Mereka berdua kini terdiam sambil memandangi jalanan yang masih tampak ramai.


Lama terdiam, Ray kembali bersuara." Kita belum berkenalan, aku Reynolds gantari, panggil saja Rey," ucapnya sambil menyodorkan tangannya.


"Aku syera panggil saja sya." Balasnya tanpa menoleh ke arah Rey.


Rey menurunkan tangannya yang masih mengelantung di udara karena syera tak membalasnya. 


Terlihat Syera menatap jam yang ada di pergelangan tangannya kemudian bersuara.


"Karena waktu sudah sangat larut, lebih baik kau pulang, disini sangat rawan," ucap syera pada Rey.


"Apa perlu aku mengantarmu pulang?" Tanya syera.


"Tidak usah," tolak Rey." Sebentar lagi asisten ku akan datang menjemput ku disini, jadi kau tidak usah khawatir." Balas Rey.


Syera mengangguk lalu kembali menoleh ke arah jalan.

__ADS_1


Tak lama sebuah mobil Lamborghini Aventador berhenti tepat di depan mereka. Tom lalu keluar dari dalam mobil setelah mematikan mesin mobilnya.


"Apa yang kau lakukan disini, bos." Tanya Tom, ia melirik ke arah syera ." Siapa pria ini bos? Apa seleramu sudah berubah bos, dari pria tulen lalu berubah menyukai sesama jenis" ujar Tom. Ia melihat penampilan syera dari ujung kaki hingga ujung rambut. 


Rey lalu menendang kaki Tom yang berdiri di depannya.


"Awww, sakit bos," Tom meringis saat mendapatkan tendangan mendadak dari atasannya.


"Jaga ucapan mu, dia nona syera. Dia yang menolong ku tadi saat aku di hajar oleh para preman." Bela Rey. Tom kembali merilik ke arah Sera. Apa mungkin dia wanita, dari penampilannya ia terlihat seperti pria." Batin Tom.


" Nona, perkenalkan ini asisten ku Tom. Tom perkenalkan dia nona syera," kata tom mereka sama-sama mengangguk." Kalau begitu kami pamit, nona. Lain kesempatan kita bertemu lagi," lanjut Rey ia menyerahkan kartu namanya pada syera. 


Syera mengangguk


Tom membukakan pintu penumpang untuk Rey. Lalu membantu atasannya masuk kedalam mobil. Kemudian di ikuti Tom yang juga ikut masuk ke dalam mobil lalu melaju meninggalkan tempat itu.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak.😊🙏


__ADS_2