CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 79. TAK ADA KABAR


__ADS_3

Pagi menyapa, keindahan sunrise yang terlihat mulai terbit dari arah timur tidak membuat seorang wanita cantik bisa tersenyum akan keindahan ciptaan Tuhan.


Ia terus berjalan mondar mandir di ruang kerja daddynya dengan masih menggenggam sebuah ponsel di tangannya, Wanita cantik keturunan Kanada itu terus bersungut-sungut, walaupun sejak tadi mommynya sudah menasehatinya.


" Sampai kapan kau akan seperti ini." Ucap Wilson saat masuk ke dalam ruang kerjanya dan mendapati putrinya sedang mondar mandir Tak tentu arah.


Stefani menoleh ke arah pintu."dad , sudah tiga hari dia  menghilang dan tidak memberiku kabar." Balas Stefani. Bibirnya mengerucut setelah mengucapkan itu.


"Kau tenanglah, mungkin dia sedang ada pekerjaan penting yang membuatnya tidak bisa di ganggu."lanjut Wilson.


"Tapi dad, dia pergi tanpa memberiku kabar, setidaknya tinggalkan pesan agar aku tidak terlalu cemas memikirkannya."


Wilson mengeleng dan langsung berjalan ke arah kursinya. Kemudian bersandar.


"Dia pria sukses, pekerja keras , wajar jika ia sibuk, kau tidak usah terlalu khawatir." Wilson berucap dengan sedikit bibirnya tertarik Melihat putrinya yang selalu tidak sabaran.


"Ah, dad. Kau selalu begitu." Stefani kembali mengambil ponselnya, menghubungi orang kepercayaan yang selama ini mengurusi segala kebutuhannya untuk mencari tahu di mana kekasihnya saat ini beranda.


Setelah panggilannya berakhir, Stefani menoleh ke arah dadnya, kemudian berjalan keluar ruangan daddynya dengan menghentakkan kakinya. Tuan Wilson yang melihat kelakuan putrinya hanya dapat tersenyum ia menggeleng kepala.

__ADS_1


Sejak malam pertunangan  mereka, Stefani tidak pernah lagi bertemu Lion, Lion pergi tanpa kabar, secarik kertas pun tak ada. Dan hari ini, sudah hari ke tiga saat Lion pergi. Stefani juga sudah menghubungi Audrey tapi sang calon Kakak iparnya pun tidak tahu dimana sang adik berada, hingga ia menghubungi Jeremy dengan balasan Jawaban yang sama, Jeremy pun tidak tahu keberadaan Lion. Sudah beberapa tahun terakhir Lion menugaskan Jeremy menggantikannya jika lion ada urusan penting di luar.


Saat berjalan keluar ruangan kerja daddynya, Stefani berpapasan dengan Tan may yang saat ini membawa secangkir kopi di tangannya." Kau mau kemana?" Tanya Tan may. Tan may adalah ibu dari Stefani. Wanita keturunan taipan asal Hongkong yang di persunting oleh wilson tiga puluh tahun lalu.


Stefani mengerucutkan bibirnya." Aku akan keluar sebentar." Ucapnya lalu meninggalkan Tan May yang masih berdiri disana. Melihat putrinya pergi Tan may menggeleng-gelengkan kepalanya lalu masuk ke ruangan kerja suaminya.


"Stefany kenapa dad?" Tanya Tan may saat menaruh secangkir kopi di atas meja.


Wilson yang saat ini fokus membaca koran menoleh ke arah istrinya. Wilson menaikkan bahunya."Entahlah mom, anak itu sangat keras kepala, dia begitu sangat tergila-gila pada lion. Mommy tahu sendiri bukan, jika calon menantu kita bukan org sembarang." Pungkas Wilson. Ia melipat koran yang ada di tangannya kemudian menyeruput kopi yang ada di atas meja.


"Heem, dad. Tapi biarkan saja, jika ia lelah pasti ia akan berhenti juga." Timpal Tan may.


"Lepas dad. Ingat umur." Seru Tan may. Tapi sepertinya walson tidak memperdulikan ucapan istrinya. Ia malah makin mengeratkan pelukannya. Dan langsung ******* bibir wanita yang sudah mendampinginya selama tiga puluh tahun lamanya


Setelah ciuman mereka terurai. Wilson mengusap bibir istrinya." Rasanya masih manis seperti dulu. Kau masih cantik " puji Wilson.


"Apa-apaan kalian." Seru Stefani saat masuk kembali ke ruangan itu, tadi ia lupa mengambil kunci.mobilnya yang ada di atas meja, hingga ia kembali ke ruangan itu dan mendapati Daddy dan mommynya sedang berciuman.


Mendengar ucapan Stefany, buru-buru Tan may berdiri dari posisinya. Ia tersenyum kikuk ke arah Stefani, Stefani hanya menggeleng melihat kelakuan orang tuanya dan langsung masuk mengambil kunci mobil lalu keluar dari ruangan itu dengan membanting sedikit pintunya.

__ADS_1


Saat Stefani sudah pergi. Wilson dan Tan may seketika saling pandang, mereka berdua tertawa" ah dad, jadi ketahuan kan." Ujar Tan may menyenggol dada Wilson. Tapi bukannya kapok tuan Wilson malah menarik tangan Tan may, hingga Tan may kembali terjatuh di dada suaminya." Ayo kita mengulang masa muda kita." Ucapnya dan ditanggapi senyum malu-malu oleh sang istri.


.


.


Terimakasih yang masih setia. jangan lupa tinggalkan jejak, kasi author komen, biar semangat lagi up-nya. nanti up lagi klo selesai masak ketupat. semangat yah, yang masih kuat puasa sampai hari ini.


.


.


jangan lupa besok datang kerumah Author, nyobain Coto Makassar + ketupat khas Makassar buatan author.🤗


author org Makassar asli. suami yang Jawa barat.


salam sayang dari author ♥️♥️♥️


 

__ADS_1


__ADS_2