
"Tentu saja tidak," orang itu menanggapi ucapan preman di depannya dengan tertawa sinis. Ia lalu melipat tangan kemejanya sampai batas siku lalu maju. Ia memasang kedua tangannya di depan, menangkis serangan Lawan Nya, hingga saat tenaga Lawan Nya berkurang, ia lalu meju dan menghajar preman itu secara membabi buta.
***
Dalam waktu kurang dari satu jam, semua preman sudah tergeletak di aspal. Ia tersenyum ke arah preman yang sudah babak belur karena ulahnya. Ia lantas maju ke arah salah satu preman yang masih memegang dompet Rey," kembalikan dompet itu. atau kau mau kuhajar lagi?" Ucap orang itu mengepalkan tangannya tepat di depan wajah preman itu.
"Tidak, Ampuni saya, tuan." Ucap preman itu sambil menaruh kedua telapak tangannya di depan wajahnya sebagai upaya perlindungan. Ia lalu merogoh sakunya kemudian memberikan dompet itu.
"Cepat kalian pergi! Sebelum aku berubah pikiran,"seru orang itu.
Semua preman seketika bangkit dan membopong temannya yang sudah babak belur akibat ulah orang itu.
Orang itu tersenyum sinis saat melihat para preman itu pergi. Ia lalu berjalan ke arah Rey yang masih terduduk di aspal sambil menekuk Kedua kakinya.
"Apa kau tidak apa-apa?" Tanya orang itu.
__ADS_1
Rey mengeleng." Tidak. Terima Kasih karena kau sudah menolong ku, aku berhutang nyawa padamu,"ucap Rey tersenyum ke arah orang itu.
Orang itu tersenyum. "Tidak masalah. aku tadi kebetulan lewat di daerah sini dan melihat kau di keroyok oleh beberapa preman." Balas orang itu.
Ia lalu mengarahkan tangannya pada Rey," sini aku bantu untuk berdiri," ucap orang itu.
Rey tersenyum, lalu meraih tangan orang itu," aww." Rey meringis saat merasakan sakit di salah satu pergelangan kakinya.Β
"Sepertinya kakimu terkilir, sini aku bantu," orang itu meraih tangan Rey lalu membopongnya keluar dari dalam lorong itu. Ia mencari kursi untuk dijadikan tempat beristirahat bagi Rey.
Rey hanya tersenyum menanggapi keluhan orang itu.
"Kau tunggu disini, aku akan ke apotek membeli obat," ucap orang itu. Ia lalu merogoh sakunya jaketnya, kemudian mengeluarkan dompet Rey. Ia mengambil dua lembar uang dari dalam dompet Rey.
"Aku tidak punya uang, jadi aku mengambil uangmu untuk membeli obat." Ucap orang itu. Lalu menyerahkan dompet Rey.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. ambillah berapapun yang kau mau," Rey tersenyum saat mengucapkan itu.
" Tidak, aku hanya butuh segini. Kau tunggu disini, aku akan segera kembali," balas orang itu. Ia kemudian melangkah untuk berjalan ke apotek. tetapi Karena ia tidak berhati-hati, Tiba-tiba kakinya tersandung kaki bangku. Tubuhnya seketika terhuyung dan topi yang ia kenakan jatuh. Namun dengan cepat, Rey meraih tubuh itu, hingga saat ini tubuh orang itu terjatuh di atas pangkuan Rey. Mereka saling menatap, Mata mereka seketika saling mengunci. Mereka berdua terdiam agak cukup lama. Hembusan angin malam menerpa kedua insya yang saling menatap. Helaian rambut panjang itu menari-nari saat di terpa angin malam.
"Maaf," ucap gadis itu. Ia lalu bengkit dari pangkuan Rey. Berdiri gugup sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga danβ¦β¦...
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak. Terimakasih.ππ
__ADS_1