CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 82. Lion membawa Sean pergi


__ADS_3

Di mana Sean." Iren dan Sera berlari masuk ke dalam rumah, mencari keberadaan Sean. Tadi saat Sean bermain di halaman, Sean tiba-tiba menghilang. Pengasuh yang menjaganya mengatakan jika ia meninggalkan Sean sebentar hanya untuk mengambil minum. saat Sean bermain ia kehausan dan meminta minum. jadi, pengasuhnya meninggalkannya. Namun saat pengasuhnya kembali, Sean sudah tidak ada di tempat. Pengasuhnya sudah mencari di sekitar rumah, bahkan mengitari kompleks perumahan, tetapi Sean tidak ada dimanapun.


"Maafkan saya nona." Pengasuh Sean terlihat menunduk.


"Bagaimana Mungkin Sean bisa menghilang?" Iren terlihat panik. Rasa khawatir terlihat jelas di wajah, air matanya sesekali mengalir.


"Maafkan saya Nona, semua ini salah saya, saya tidak becus menjaga den Sean." Pengasuh Sean tampak menangis, ia merutuki dirinya atas keteledoran yang ia lakukan, padahal selama empat tahun ia menjaga Sean, baru kali ini bocah kecil itu menghilang.


Iren terus menangis sesegukan, menggigit bibir bawahnya. Ia melihat jam di pergelangan tangannya. Saat ini, jam masih menunjukkan pukul dua siang, sedangkan Sean menghilang sekitar pukul 9 pagi. Melapor ke kantor polisi pun semua akan sia-sia karena polisi baru akan menindaklanjuti laporan jika kehilangan sudah memakan waktu selama dua puluh empat jam.


"Sabar, nona. Sean pasti baik-baik saja." Sera membawa Iren duduk di kursi yang ada di sana. wajah cantik dengan lesung pipi di wajahnya itu, kini terlihat pucat akibat terlalu banyak mengeluarkan air mata. Lama menangis, akhirnya Iren terpikir dengan rekaman CCTV yang sudah dipasang Rey sebelumnya.


Dengan cepat Iren bangkit dari duduknya dan langsung berlari naik ke lantai dua rumahnya. Iren mendudukkan tubuhnya di kursi. Kemudian mulai menyalakan rekamannya. Ia terus memutar, tepat saat memasuki pukul delapan lewat lima puluh, Iren memperlambat videonya dan tiba saat pengasuhnya masuk ke dalam rumah. Tepat saat pukul sembilan seorang pria dengan kecamatan hitam masuk ke dalam pagar. Pria itu terlihat menghampiri Sean kemudian membuka topi serta kaca Hitamnya. Sean terlihat menghambur memeluk pria itu, ia tertawa kegirangan.

__ADS_1


Melihat itu, mata Iren langsung membulat ia mengeZoom gambar yang ada di layar monitornya. Berapa kagetnya ia, saat melihat lion akan membawa pergi Sean.


Iren kemudian merogoh sakunya, menghubungi Lion. Namun ponsel lion sepertinya sedang tidak aktif.


Setelah itu, Iren lalu menghubungi Rey.


***


Namun ternyata kebaikan yang di pertunjukan lion selama ini hanyalah topeng belakang, di balik ke baikkannya, ia memiliki maksud tertentu, ia ingin mengambil Sean dari tangan Iren. Menurut Lion, ia tidak akan mungkin bisa mengambil Sean jika dengan cara paksaan. Itu sebabnya, ia menyusun strategi agar Iren percaya dan dengan mudah ia bisa membawa Sean pergi.


Iren berlari turun ke lantai bawah, mencari keberadaan sere." Sera bersiaplah kita akan terbang New York."


"Kenapa mendadak sekali, nona. Bagaimana dengan Sean?" Sera tampak bingung. Iren ingin terbang ke New York, sedangkan Sean belum juga ditemukan.

__ADS_1


"Kau tidak usah banyak bertanya, bersiaplah. Nanti akan aku ceritakan semuanya." Pungkas Iren dan berlari naik ke lantai atas kamarnya. Ia akan mempersiapkan semuanya sebelum ia berangkat ke New York.


Setelah Iren sampai di kamarnya, ia langsung membuka lemari. mengambil pakaian dan masuk ke dalam kamar mandi. Hanya butuh waktu sekitar lima belas menit, akhirnya Iren keluar. ia berjalan ke arah nakas membelai foto putranya."mommy akan membawamu kembali." Iren mengecup foto Sean. kemudian, berjalan ke arah lemari. Membukanya, lalu mengambil sebuah pistol berjenis revolver yang ada di dalam laci.


.


.


.


.


Satu bab lagi menyusul

__ADS_1


__ADS_2