
Setelah mencambuk tubuh Iren, Lion bukannya pergi, ia malah merogoh sakunya, mengambil sebuah pil dan langsung meminumkannya pada iren.
Cukup 20 menit, ia menunggu di sofa, sambil meneguk wine dan akhirnya obat yang tadi ia berikan kepada Iren mulai bereaksi.
Iren bangkit dari posisinya yang semula berbaring menjadi duduk, kemudian berjalan ke arah Lion dan langsung menjatuhkan tubuhnya tepat di depan Lion. Ia mengabaikan rasa sakit di tubuhnya padahal saat ini tubuhnya mengalami memar dan membiru bahkan lukanya ada yang mengeluarkan darah. Tapi semua itu Iren abaikan, karena hasrat yang menggebu di dalam tubuhnya yang tidak bisa ia tahan.
Lion menjatuhkan tubuh Iren yang saat ini menindih tubuhnya di atas sofa, kemudian menamparnya, setelah itu ia menjambak rambut Iren dan membawanya ke arah tempat tidur kemudian mendorongnya secara kasar, lalu memasukkan miliknya secara kasar hingga kesadaran Iren menghilang.
Pukul 12 malam Iren terbangun dari tidurnya. Namun tidak menemukan Lion di samping. Ia memutar tubuhnya lalu meringkuk dibawah selimut. Ia tersenyum getir saat merasakan tubuhnya terasa sakit. Ia lelah, benar-benar lelah, bukan hanya lelah fisik melainkan lelah batin. Setiap saat ia mendapatkan perlakuan kasar dari pria yang berstatus suaminya itu. Ia memejamkan matanya bayangan-bayangan hubungan asmaranya bersama Lion selalu berputar di kepalanya, padahal ia sudah berusaha melupakan kisahnya yang hancur porak-poranda akibat kesalahan yang sama sekali ia tidak ketahui.
Iren kembali menangis tergugu, rasa sesak memenuhi relung hatinya, ia menggigit ujung selimutnya karena rasa sesak yang memenuhi rongga dadanya. hatinya benar-benar hancur, kisahnya bersama pria yang ia cintai telah usai. Janji-janji yang sudah Lion sematkan padanya kini seperti butiran debu yang tidak ada artinya.
***
__ADS_1
Rey terus memperlebar langkahnya mengejar syera yang saat ini menghindarinya.
"Sudah ku katakan berhenti mengikuti ku." Ucap syera semakin mempercepat langkahnya.
"Tolong bantu aku, aku akan membayar sepuluh kali lipat. apakah kau tidak merasa bersimpati pada seorang wanita yang di kurung oleh pria?"ucap Rey.
"Sudah ku katakan, aku tidak mau! Aku sudah tidak mau berurusan dengan orang-orang kaya di luar sana. " balas syera kekeh. Ia tetap tidak mau menolong Rey.
"Hanya kau yang bisa membantu ku," ucap Rey masih terus memohon. Ia menarik tangan syera agar syera mau berhenti berjalan. nafas Rey sudah tersengal-sengal akibat mengikuti langkah syera yang begitu cepat.
"Ku mohon, kali ini bantu aku,"
"Sudah ku katakan aku tidak mau! Dan tolong jangan mengikuti ku lagi!" Cerca syera dan meninggalkan Rey yang masih disana.
__ADS_1
Setelah syera pergi Rey menyadarkan tubuhnya ke dinding, ia mengusap wajahnya. Beberapa hari ini, ia terus mengikuti kemanapun syera pergi. Karena Beberapa hari yang lalu Tom memberinya ide gila, setelah Rey menceritakan jika syera jago menghadapi beberapa preman. Tom memberinya ide untuk mengajak syera membantunya menyelamatkan Iren dari mansion lion. Dan ide gila itu di terima oleh Rey, walaupun awalnya tom hanya bercanda. namun hal itu terima oleh Rey.
***
"selamat siang tuan, Alex."sapa Lion yang baru saja masuk ke dalam ruang privasi yang sudah di pesan Lion terlebih dahulu sebelum ia melakukan pertemuan.
.
.
.
Terimakasih yang sudah mampir, Jangan lupa Tinggalkan jejak.🙏
__ADS_1