
Setelah turun dari jet pribadinya, Lion langsung masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya sejak tadi di area landasan pacu. Lion kemudian memerintahkan kepada pengawalnya untuk melajukan mobilnya menuju alamat yang sudah diketahui bodyguardnya terlebih dahulu.
"Apa benar ini Rumahnya?" Tanya Lion saat mobil yang ia kendarai berhenti di sebuah rumah sederhana bertingkat dua yang terletak di kawasan Nusa dua, bali.
"Benar, tuan."jawab bodyguard Lionel.
Setelan bodyguard Lion memastikan, ia langsung keluar dari mobilnya dan Berdiri tepat di depan pagar rumah sederhana di kawasan Nusa dua, bali. di sana tampak dua security yang berjaga.
"Anda sedang mencari siapa, tuan?." Tanya security. Ia berdiri dari duduknya kemudian menghampiri Lion yang berdiri tepat di luar pagar.
"Aku ingin bertemu, Iren." Jawab Lion dengan wajah datarnya.
"Maaf, tuan. Nyonya Iren sedang tidak ada di rumah, beliau sedang ke butik." Jawab security yang berjaga.
"Kau jangan bohong, di mana Iren?" Tanya Lion lagi.
"Betul, tuan. Nyonya sedang tidak ada di rumah."
Mendengar Jawa dari security, nampaknya Lion tidak percaya, ia langsung memasukkan kedua tangannya di antara teralis pagar dan langsung menarik kerah baju security yang berjaga.
"Cepat katakan di mana, Iren!" Bentak lion. Ia menarik tubuh security itu hingga terhimpit ke Tiang pagar.
"Be...nar, tuan. Nyonya sekarang berada di butik." Jawab security itu.
__ADS_1
Mendengar jawaban security, Lion lalu menghempaskan tubuh security itu, hingga terpental jatuh. kemudian meninggalkannya dan langsung masuk ke dalam mobilnya.
Hampir dua jam membela jalan yang cukup ramai, mobil Lion berhenti di seberang butik yang cukup besar. Dari logo yang tertulis di atasnya, Lion sudah bisa memastikan jika butik ini adalah milik Iren.
"Kau tunggu di sini, jangan ada yang Mengikuti ku." Seru lion pada pengawalnya.
Sesampainya di depan bangunan tinggi berlantai tiga. Lion langsung masuk menerobos pintu kaca depan dengan cara kasar. Semua pengunjung butik menoleh ke arahnya. Ia mengendarakan pandangannya ke sekeliling ruangan. Namun tak mendapati di mana Iren.
Lion menghampiri seorang OB yang sedang mengepel lantai. Kemudian menarik kerah kemeja ob itu.
"Di mana, bos mu!" Bentak lion.
Melihat tatapan tajam dari kedua mata elang pria tampan yang sedang menatapnya, Ob itu seketika menelan Saliva. Bagaimana tidak, tinggi pria di depannya hampir mencapai mencapai sekitar 3 meter. Tubuh tinggi dan kekar yang membuatnya dipuja oleh banyak wanita di luar sana. Namun tidak dengan ob di depannya, ia tampak ketakutan dengan tatapan tajam pria di depannya.
"Di mana, putra ku. Lion berjalan menghampiri Iren. Namun dengan cepat Sera menahannya.
" Apa yang anda inginkan, tuan. Sebaiknya jangan mengganggu nyonya kami."Sera menghalangi jalan Lion untuk mendekat pada iren.
"Aku tidak akan mengganggunya, aku hanya ingin bertemu dengan putraku!" Seru lion.
Dari arah belakang, muncul Sean yang baru saja keluar dari kamar pribadi Iren. Bocah itu tampak heran melihat mommynya duduk di lantai dengan keringat bercucuran di dahinya.
"Ada apa mommy?" Tanya Sean. Kening bocah itu mengerut saat mendapati wajah mommynya yang terlihat sangat pucat dengan keringat mengucur dari dahinya.
Iren tidak merespon, tubuhnya bergetar hebat. Tadi saat pertama kali melihat Lion, seketika tubuhnya langsung merespon. Traumanya kembali muncul. Melihat Iren terdiam, Sean langsung menlingkarkan kedua tangannya di leher Iren. Bocah itu memeluk iren dengan sangat erat dengan air mata yang menetes di kedua pipinya.
__ADS_1
"Mommy." Seru Sean.
Mendengar namanya dipanggil, Seketika Iren tersadar. Ia menyeka air matanya, kemudian bangkit dari duduknya. Menetralkan perasaannya, lalu menarik oksigen sebanyak-banyaknya,kemudian menghembuskan secara perlahan.
"Sera, bawa Sean kekamar." Titah Iren.
Sean terlihat menggeleng, ia mengeratkan pelukannya di salah satu kaki mommynya" Tidak! Aku ingin bersama mommy." Ujar bocah itu.
Mendengar penolakan Sean, Iren menekuk kedua kakinya, membujuk bocah itu agar mau ikut bersama dengan Sera. Namun Sean terlihat sangat keras kepala, lagi-lagi bocah itu menggeleng." Aku ingin Bersama mommy," pinta Lion.
Melihat Sean yang tidak mau ikut dengan sera, akhirnya Iren menyerah. Ia menggendong tubuh putranya dan berjalan menghampiri Lion.
"Apa yang kau inginkan." Tanya Iren.
Bibir Lion tertarik ke atas." Aku tidak menginginkan apa pun dari mu. Kau terlalu pede, aku hanya ingin bertemu dengan putraku, meminta penjelasan pada mu terkait kehamilan mu yang kau sembunyikan dari ku dan memastikan hasil tes DNA antara aku dan dia, aku curiga kau hanya ingin menipuku agar aku melepaskan mu." Ujar lion.
.
.
.
Terimakasih yang masih setia.membaca. author baru sempat up, banyak Tamu yang datang ke rumah author.🙏
__ADS_1