
Setelah puas menangis, Rey menyeka air matanya dan kembali menatap wajah iren yang Tampak pucat dengan tulang pipi yang terlihat sangat menonjol. Tangannya terangkat membelai pucuk kepala Iren dengan sangat lembut." Kau pasti sembuh dan kembali seperti sediakala." Ujar Rey, ia menundukkan kepalanya lalu mencium pucuk kepala Iren.
Tak lama seorang wanita cantik dengan penampilan sangat modis masuk ke dalam ruang perawatan Iren di temani satu orang perawat.
"Selamat sore," sapa wanita itu.
Seketika Rey menoleh ke sumber suara lalu bangkit dari kursi dan berjalan ke arah wanita yang berdiri tidak jauh dari brankar
"Sore," jawab Rey tersenyum.
"Perkenalkan, saya Diandra psikiater yang akan menangani nona Iren selama ia menjalani proses penyembuhan." Ucap Diandra lalu tersenyum." Apa anda suami nona Iren?" Tanya Diandra.
Rey mengeleng." Bukan, saya Rey, kakak dari Nona iren." Jawab Rey.
"Maaf, tuan Rey. Saya mengira nona Iren adalah istri anda." Sambung Diandra lalu berjalan ke arah samping brankar.
__ADS_1
Ia menoleh pada Rey." Tuan, bisakah anda meninggalkan kami berdua," pinta wanita itu.
Rey tampak ragu keluar dari ruangan perawatan Iren, pasalnya, ini kali pertama ia bertemu dengan Diandra. Rey takut bertemu dengan orang asing, ia takut jika orang asing itu adalah suruhan lion.
Sebagai seorang psikiater, tentu saja Diandra tahu apa yangย saat ini dipikirkan oleh Rey.
"Tuan tidak usah khawatir, Nona Iren pasti baik-baik saja, dia tidak akan pergi. Setelah aku memeriksanya, anda boleh masuk kembali ke ruangan ini." Ujar Diandra ia menatap wajah Rey dengan tersenyum.
Rey mengangguk lalu keluar dari ruangan perawatan Iren.ย
"Bagaimana kondisi Iren, Tuan." Tanya Tom, ia menatap wajah Rey yang terlihat sangat lesu.
"Seperti yang saat ini kau lihat. Tidak ada perkembangan sama sekali." Sambung Rey. Ia mengusap wajahnya kasar lalu menghembuskan nafas berat.
***
__ADS_1
Rey menatap jam yang ada di pergelangan tangannya. seharusnya sekarang Daddy dan mommynya sudah tiba di virginia. Namun sampai detik ini kedua orang tuanya belum juga memberinya kabar. Seketika perasaan was-was tiba-tiba menderanya. Ia takut jika lion datang ke mansionnya untuk mencari Iren.
Ia lalu mengambil ponsel dari saku celananya dan langsung menghubungi mommy dan Deddy nya. tetapi beberapa kali ia menghubunginya namun ia hanya mendapatkan sapaan dari gadis dibalik layar ponselnya. akhirnya ia mencoba menghubungi anak buahnya dan menyuruh mereka datang ke mansionnya.
Rey benar-benar sangat khawatir pada kedua orang tuanya, tetapi ia tak bisa berbuat banyak, saat ini ia sedang berada di Virginia, ia tidak mungkin kembali ke Singapura dan meninggalkan Iren di Virginia.
tadi saat helikopter yang ditumpangi Rey akan kembali ke Singapura, di tengah perjalanan, Iren mengalami kejang-kejang di seluruh tubuhnya. melihat tubuh Iren yang mengalami kejang, akhirnya lion memutuskan untuk mendarat di Virginia karena negara Virginia yang saat ini sangat. dekat dari tempatnya.
.
.
.
. Terima kasih karena kalian sudah mampir di novel receh aku, jangan lupa tinggalkan jejak walaupun hanya komen dan like, semoga kalian semua diberi kesehatan.
__ADS_1
* selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan dan selamat beristirahat.๐๐