CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 19. TERUNGKAP


__ADS_3

Lion berlari ke arah altar mengambil sebuah sniper berjenis ADS Amphibious Rifle, senjata yang terbilang lebih canggih dari M2HB'MA dauce'50 BMG karena senjata ini bisa digunakan di bawah air maupun di permukaan. tadi sebelum dilangsungkannya pernikahan, Lion sudah berjaga-jaga terlebih dahulu bila terjadi penyerangan. itu sebabnya ia sudah menyimpan senjata di setiap sudut gereja.


Setelah mengambil senjata, Lion lalu berlari ke arah samping gereja, ia mengendap-endap bersembunyi di sisi kursi lalu mengambil tali dan mengikat sebuah pengait disana lalu melemparkannya ke atas hingga tali itu terikat di bagian penyangga lampu, dengan ke ahliannya memanjat, Lion dengan mudah berada diatas penyangga lampu. ia lalu menembaki satu persatu anak buah Nick yang saat ini saling serang dengan anak buahnya. Saat mendapati anak buahnya sudah banyak yang terkapar Nick berjalan mundur.


"Paman Bastia mundur," teriak Nick saat berjalan mundur berlari ke arah mobilnya sambil terus menembak beberapa bodyguard Lion yang masih bertahan.


Lion yang bersembunyi di pilar lampu bagian sudut seketika menoleh saat Nick menyebutkan nama Bastian. kali ini ia tidak boleh kehilangan Bastian, dan dengan perlahan Lion mulai meloncat lalu berjalan mendekat ke arah Bastian saat jarak mereka hanya tersisa satu meter, Lion kemudian mengarahkan senjatanya ke arah Bastian."Letakkan senjatamu, jika kau masih ingin hidup," ucap Lion.


"Sial, dia tertangkap!," Nick mengumpat saat melihat Lion sudah mengarahkan senjatanya ke arah kepala paman Bastian. Nick yang sudah berada di dalam mobil berniat untuk menyelamatkan paman Bastian, Namun ia mengurungkan niatnya karena saat ini para bodyguard nya hanya tersisa sedikit, tidak mungkin ia maju untuk menyelamatkan paman Bastian. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari situ.


***


"Siram air ke wajahnya,"


Lion menyuruh salah satu anak buahnya menyiram air ke wajah pria yang saat ini terduduk di lantai dengan posisi terikat. Aura dingin serta gelap terbingkai jelas di wajah pria yang berusia 35 tahun itu. Saat ini, lion duduk di kursi dengan menyilangkan kakinya, ia sungguh sudah tidak sabar mendengar dimana Albert dan juga kedua kawannya berada saat ini.


"Bangun bodoh!" Teriak Lion. Saat ini Bastian dalam kondisi pingsan, tadi Lion sempat meluapkan kemarahannya kepada pria yang saat ini berada di depannya, namun saat Lion ingin bertanya lebih lanjut pria itu sudah kehilangan kesadarannya.


"Siram lagi," ucap Lion.


Setelah mendapatkan siraman air yang kedua kalinya, mata Bastian perlahan mengerjap. Anak buah Lion kemudian memperbaiki posisi duduk Bastian.


Saat ini sorot mata Lion terlihat berapi-api menatap pria yang saat ini berada di hadapannya, ingin sekali rasanya ia membunuh pria itu saat ini juga. Namun Lion masih membutuhkan informasi keberadaan Albert dan antek-anteknya. Lion lalu bangkit dari posisi duduknya, kemudian mengambil foto yang ada di saku jasnya.


"Perhatikan baik-baik foto itu, apa kau mengenal pria yang ada di foto itu?" Tanya Lion dengan sorot mata tajam seolah ingin menerkam mangsanya saat itu juga.

__ADS_1


Bastian membulatkan matanya, ia sangat mengenal siapa pria yang ada di foto itu.


"Cri... Cristian," ucapnya lirih.


"Cepat jawab, apa kau mengenalnya?" Tanya Lion.


"Iy..iya, ak..u mengenalnya,"jawab Bastian gugup


"Dimana dia sekarang?"bentak Lion.


Secepat kilat Bastian menggeleng,"aku tidak tahu dimana dia saat ini,"


"Kau jangan bohong, di mana dia sekarang,"teriak Lion.


"Aku... sungguh...tidak.. mengetahui keberadaan dia sekarang" elak Bastian.


Lion lalu mengambil sebuah koran yang entah sudah berapa tahun ia simpan, koran itu terlihat lusuh dengan Sobekan di setiap sudutnya. Ia melempar koran itu tepat di hadapan Bastian.


Melihat koran itu, mata Bastian seketika memulat."bu...bukan aku yang melakukannya," jawabnya gugup, wajahnya seketika dipenuhi teror dan rasa ketakutan," sumpah bukan aku yang melakukannya"Bastian perlahan beringsut mundur merasa nyawanya saat ini dalam bahaya.


"Lalu siapa yang melakukannya?"


"Aku tidak tahu."


"Cepat katakan! Atau salah satu bodyguard ku menembak mu saat ini juga."

__ADS_1


"Sumpah aku tidak mengetahuinya,"


"Cepat katakan!"


"Aku sungguh tidak mengetahuinya,"


"Ternyata kau tipe orang yang sangat keras kepala rupanya," Lion berucap dengan bibir tertarik ke atas,"habisi dia," Lion menoleh ke arah bodyguardnya, Namun sebelum bodyguard itu maju, Bastian seketika berucap.


"Baiklah aku akan mengatakan semuanya,"


"Bagus, menurutlah jika kau masih menyayangi nyawamu."


.


.


.


.


.


Like, Komen, vote dan beri hadiah.


.

__ADS_1


. TERIMAKASIH 🙏


__ADS_2