
Pukul 9 malam Lion dan juga Alex keluar dari Niagara Fallsview Casino Resort, Ontario, Kanada.
"Hey, apa kau ingin ikut dengan ku? Mari kita bersenang-senang, Malam ini aku akan mentraktir mu." Ujar Alex sambil menaik turunkan alisnya serta menepuk-nepuk hasil judinya.
"Tidak. Terima kasih, aku ada urusan," Elak Lion, padahal ia menunggu agar Alex memaksanya.
"Ayolah ikut dengan ku. mari kita bersenang-senang, malam ini saja, anggap saja ini ucapan terimakasih ku karena kau telah membantuku menang " lanjut Alex.
Dan benar saja, Lion menerima ajakan Alex setelah Alex memaksanya. Ini adalah salah satu trik Lion agar Alex jatuh keperangkapmya. Lion ingin tahu tempat-tempat apa saja yang sering dikunjungi Alex.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil mereka masing-masing kemudian melaju meninggalkan casino menuju ke Century klup.
Butuh beberapa menit akhirnya mobil Alex dan juga mobil Lion berhenti di parkiran Century club'.
Alex keluar dari dalam mobilnya dan langsung menghampiri Lion." Hey, kau lambang sekali. Ayo cepat." Ucap Alex yang saat ini berdiri di samping mobil Lion.
Lion mengertakkan giginya saat Alex mengatainya lambang. Namun, ia harus menahan dirinya terlebih dahulu. belum saatnya ia melampiaskan semua kemarahannya, ia akan menunggu waktunya tiba.
Di dalam mobil, Lion menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya. Saat ini Lion sedang menetralkan perasaannya, tadi emosinya sempat terpancing. Setelah menetralkan emosinya lion langsung keluar dari dalam mobilnya.
"Maaf, membuatmu menunggu. Tadi aku membalas pesan dari klien ku." Ujar Lion.
__ADS_1
"Tak masalah, ayo masuk." Ajak Alex. Mereka lalu berjalan menuju pintu masuk Century club.
Saat mereka tiba di dalam Century, seorang wanita menghampiri Alex, kemudian bergelayut manja di lengan Alex.
"Dad, kenapa kau datangnya telat sekali, sajak tadi aku menunggu mu,"ucap gadis itu.
"Sorry, Sayang. tadi aku mampir ke Casino terlebih dahulu sebelum aku kesini." Balas Alex. Ia mengusap-usap kepala gadis itu.
Namun gadis itu terlihat cemberut.
"Senyum donk," bujuk Alex sambil mencolek dagu runcing gadis itu." Kau tidak usah marah, sayang." Aku akan membelikan mu apapun yang kau mau. Malam ini aku menang, jadi kau boleh membeli apapun yang kau mau." Pungkas Alex ia tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.
Gadis itu pun mengangguk. Ia tersenyum bahagia mendengar Alex akan membelikannya apapun yang ia minta.
Lion tersenyum. Lalu mengeleng melihat interaksi keduanya.
Tak lama gadis itu menoleh ke samping Alex, saat menyadari ada seorang pria yang menemani Alex datang ke klub malam ini.
"Dia siapa, dad?" Tanya wanita itu.
"Oh dia Muller, dia tadi menemaniku bermain di Casino, dia cukup hebat memilih angka. Aku menang berkali-kali karena bantuannya." Puji Alex pada lion.
__ADS_1
"Benarkah itu dad?" Tanya wanita itu sambil membulatkan matanya.
"Ya, aku tidak bohong." Alex lalu menoleh ke arah lion." Benarkan Muller?" Tanya Alex.
"Ah, tuan. Itu hanya kebetulan. Mungkin malam ini malam kemenangan mu." Elak Lion . Iya merendahkan dirinya.
"Memang benarkan, kau yang mengajari ku," ujar Alex lagi.
"Kau terlalu berlebihan, tuan." Jawab Lion. Ia tersenyum mendengar perkataan Alex. Itu berarti perlahan-lahan ia sudah bisa menarik simpati dari Alex.
"Kenapa kita hanya berdiri di sini," potong wanita itu." Ayo kita ke sana." Wanita itu menunjuk salah satu meja yang kosong.
.
.
.
Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak.🙏
__ADS_1