
Dokter yang memeriksa kondisi Iren seketika mengeleng saat menoleh ke arah Maria.
"Bagaimana kondisinya, dok?" Tanya Maria menatap dokter Dove yang saat ini berdiri didepannya.
"Janinnya tidak bisa di selamatkan, akibat siksaan dan tekanan mental yang ia alami." Dokter Dove berucap, ia membuka kacamatanya lalu mengusap wajahnya.
"Nyo...nya ha..mil, dok?" Tanya Maria gugup.
"Ya, nyonya Iren mengandung dan usia kandungannya sudah menginjak 2 Minggu, tapi sayang, kandungan harus gugur sebelum berkembang," balas dokter Dove. Ia menatap iba pada iren yang saat ini masih terpejam. Dokter Dove tahu betul jika Iren baru saja mengalami kekerasan fisik, terlihat dari luka lebam yang membekas di beberapa bagian tubuhnya.
Setelah mengucapkan itu, dokter Dove lalu mengemasi semua peralatan kesehatannya. Setelah mengemasi peralatannya, ia kemudian kembali Berdiri tegak menatap ke arah Maria." Nyonya sekarang mengalami tekanan mental, ada baiknya psikisnya di jaga dengan baik, karena bisa berakibat fatal, nyonya bisa kehilangan kesadarannya untuk waktu yang tidak ditentukan." Dokter Dove berucap. Ia Menghela nafas berat.
"Jadi, langkah apa yang harus saya lakukan dok?" Tanya Maria, ia menatap dokter Dove dengan serius, ia tidak ingin kehilangan informasi sedikitpun tentang kesehatan Nyonyanya.
"Ajak dia bicara, buat dia bahagia dan satu lagi, ada baiknya tuan lion mengetahui semua masalah ini," dokter Dove berucap. Ia kembali menghela nafas berat, bagaimana caranya ia memberitahu Lion yang sebenarnya, menatap mata pria itu saja ia merasa ngeri.
'baik, dok," balas Maria, sebisa mungkin ia akan berusaha mengikuti semua saran dari dokter.
__ADS_1
"Kau begitu saya pamit, ini resep untuk nyonya Iren, jangan lupa obatnya di minum secara teratur," dokter itu berucap kemudian keluar dari kamar utama setelah Maria mengangguk.
Setelah dokter Dove keluar dari kamar, Maria kembali menatap Iren yang saat ini tertidur. Tadi dokter Dove sudah menyuntikkan.obat tidur untuknya karena Iren terus saja meringis karena rasa sakit yang menjalar di seluruh tubuhnya.
***
Sedangkan di tempat lain seorang wanita mengigau dalam tidurnya sambil memanggil-mangil nama seseorang, Keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya dadanya terasa sesak dan tak lama ia terbangun dari mimpinya.
"Iren," teriak nyonya Sonia saat kesadarannya kembali.
Tuan Mahesa yang tidur disampingnya seketika ikut terbangun saat mendengar teriakan istrinya.
"Iren, dad. Iren. Ia meminta tolong pada mommy, ia sedang ketakutan di ruangan yang gelap,"ucap nyonya Sonia, Isak tangisnya terdengar semakin memilukan. Tuan Mahesa mengeser tubuhnya ke arah istrinya, lalu merengkuh tubuh wanita yang sudah melahirkan keturunannya.
"Tenang honay, aku akan berusaha mencari cara agar Iren bisa kembali ke sisi kita,"
"Bagaimana caranya dad, bahkan Rey dan Audrey pun tidak berhasil membawa Iren kembali dan terlepas dari pria kejam seperti Lion." Tangis nyonya Sonia semakin mengencang.
__ADS_1
Tuan mehesa mengusap pucuk kepala istrinya, "percayalah, aku akan berusaha sekuat tenagaku untuk mencari cara agar Iren bebas, dia putri kita dan selamanya akan menjadi putri gantari.
Setelah mengucapkan itu, nyonya Sonia terlihat lebih tenang.
"Tidurlah, besok aku akan mencari pengacara yang bisa membantu kita membebaskan Iren dari mansion Lion." Ucap tuan Mahesa. ia terus memberi keyakinan pada istrinya agar istrinya tenang, walaupun itu sangat mustahil, karena selama ini, belum ada yang bisa melawan seorang Lionel Muller, pria yang paling berkuasa dan memiliki harta kekayaan yang tak terhitung banyaknya.
Keesokan harinya, sesuai janji tuan Mahesa, ia benar-benar mencari pengacara yang bisa membantunya untuk mempidanakan Lion. Namun, tak ada satupun pengacara yang mau membantunya. Sejak tadi ia mendatangi beberapa kantor pengacara dan jawaban mereka tetap sama, mereka tidak mau berurusan dengan Lionel Muller.
Tuan Mahesa mengusap wajahnya saat keluar dari kantor pengacara RAIN Group. Karena ia mendapatkan jawaban yang sama. semua pengacara di kantor RAIN Group sama seperti kantor pengacara sebelumnya yang ia datangi, tidak ada yang berani melawan LIONEL MULLER, mereka takut berurusan dengan Lion karena akan berbuntut kehancuran pada perusahaan mereka.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak. TERIMAKASIH. 😘
__ADS_1