CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 60. PERGI


__ADS_3

"Iya, aku tak apa-apa, ayo cepat! Sebentar lagi Lion dan beberapa pengawalnya kembali dari mousoleum," ucap Sera. Saat Nafasnya sudah normal.


Rey mengangguk "Ayo," Ia lalu berjalan menghampiri pria tua itu dan langsung menggendong iren kembali. 


Pria tua itu berjalan terlebih dahulu dan diikuti Rey serta Sera yang masih waspada berjalan mundur tepat dibelakang Rey. Setelah mereka sampai di pintu belakang mansion, mata Rey Langsung membulat saat melihat beberapa anak buah Lion dan juga anak buahnya sedang bertarung dan beberapa anak buah Rey yang sudah terkapar dengan bersimbah darah. Seketika Rey memundurkan tubuhnya.


"Kau tunggu di sini bersama Iren, biar aku yang menghadapi mereka," ucap Rey yang Berdiri di ambang pintu. Ia mendudukkan Iren di kursi yang ada disana  dan langsung mengeluarkan pistol yang berjenis revolver dari balik jasnya.


Sera mengangguk seraya berucap." Kau harus hati-hati,"balas Sera.


Mendengar ucapan Sera, Rey langsung mengangguk." Aku akan berhati-hati."


Rey berjalan keluar dari pintu, bersembunyi di balik pilar yang ada di belakang mansion. Rey lalu mengarahkan senjatanya pada anak buah Lion.


Dor…


Dor…


Dor…


Rey menembak tiga pengawal lion yang saat ini sedang bertarung dengan anak buah Rey, sehingga anak buah Lion jatuh terkapar di halaman yang terbuat dari Papin blok. Tak lama terdengar suara pantulan peluru berdecik ke arah pilar yang saat ini menjadi tempat persembunyian Rey. Ia mengintip sedikit, dari ujung sana, Rey bisa melihat pengawal lion sedang menembak ke arah pilar. 

__ADS_1


Dor..


Dor..


Dor..


Rey terus berusaha menghindar dari sasaran peluru. saat Lawangnya terlihat menembak ke sisi kanan, dengan cepat Rey menebak ke arah kiri.


Dor..


Pengawal Lion jatuh terkapar. Saat semuanya sudah aman, Rey keluar dan langsung berjalan masuk ke Arah pintu belakang mansion. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Rey menoleh dan melihat tangan tom mengeluarkan banyak darah.


"Ada apa dengan mu." Tanya Rey, ia memegang tangan tom yang mengeluarkan banyak darah.


Rey mengangguk dan berlari masuk, ia lalu mengendong kembali tubuh Iren yang masih terkulai lemas.


"Ayo cepat! sebentar lagi Lion akan kembali," ujar Rey pada Sera.


Mereka pun berjalan keluar. Namun, langkah Rey terhenti dan menoleh ke arah belakang. 


"Paman Gerry, Terimakasih atas semua bantuan mu. aku tak tahu harus membayar mu dengan cara apa. Tapi aku berterima kasih padamu karena kau sudah membantu ku." Ucap Rey.

__ADS_1


Seketika paman Gerry menepuk pundak Rey. Bukan aku yang membantu mu anak muda, jadi kau tidak usah berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada Audrey, karena tanpa Audrey aku tidak bisa membantu mu." Balas paman Gerry


Rey mengangguk setelah mendengar ucapan paman Gerry." Pasti, pasti aku akan berterima kasih padanya." Sambung Rey dan kembali berjalan di ikuti Sera di belakangnya.


Setelah Rey menghilang di balik pintu. Kini hanya tersisa Tom dan paman Gerry di sana. Tom mengeluarkan sapu tangan yang sudah di beri obat bius terlebih dahulu.


"Maafkan aku paman," ujar Tom. Ia merasa bersalah jika harus memberi obat bius pada paman Gerry.


Melihat Tom yang tampak ragu, paman Gerry lalu berucap." Lakukanlah. aku tidak masalah."


Seketika Tom mengangguk dan membius paman Gerry. Setelah paman Gerry sudah tidak sadarkan diri. Tom mengambil darah buatan dari sakunya, kemudian meneteskan tepat di hidung paman Gerry, sehingga terlihat seolah seperti paman Gerry habis terkena pukulan.


Setelah melakukan itu, Tom bangkit, ia berjalan keluar pintu. di halaman belakang, sudah ada helikopter yang menunggunya. Saat melihat Tom yang berjalan tertatih-tatih, Rey merentangkan tangannya meraih tangan Tom yang tidak terluka dan menariknya untuk naik ke helikopter.


Setelah Tom berada di helikopter, Rey menutup pintu helikopternya dan langsung menoleh ke arah sang pilot. Rey mengangguk pada pilot yang akan mengendarai helikopternya pertanda jika helikopternya sudah siap untuk di terbangkan.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak dan komen, biar author semangat. semoga kalian semua di beri kesehatan. satu bab lagi nyusul.


Selamat malam dan selamat beristirahat.


__ADS_2