CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 65. SALING KEJAR


__ADS_3

Beberapa mobil sudah terparkir di halaman mansion, mereka membagi menjadi dua bagian. Tiga mobil berjalan lebih dulu bersama tuan Mahesa dengan beberapa anak buah Rey. Dan 3 mobil lainnya akan membawa nyonya Sonia yang masih menunggu beberapa menit di mansion, sebelum mereka berangkat ke landasan pacu. Mereka akan menunggu sampai situasi aman barulah nyonya Sonia diantar menuju landasan pacu.


"Mom, aku berjalan lebih dulu, kau tunggu aku di landasan pacu." Ujar tuan Mahesa, ia ******* bibir istrinya kemudian mengecup keningnya sebelum masuk ke dalam mobil.


Nyonya Sonia mengangguk." Dad, hati-hati, aku menunggu mu." Balas Nyonya Sonia. Ia melambaikan tangannya saat mobil yang membawa tuan Mahesa bergerak keluar dari mansion.


Setelah rombongan tuan Mahesa keluar dari mansion, beberapa mobil yang sejak tadi terparkir di dekat mansion segera menghubungi kawannya.


"Bersiaplah, target mulai bergerak," ucap anak buah Lion mengabari semua temannya dan mulai membunyikan mesin kendaraannya lalu mengikuti mobil tuan Mahesa.


***


Anak buah Rey melirik ke arah kaca spion." Tuan, sepertinya mereka terus mengikuti kita." Ujar anak buah Rey.


Mahesa menoleh ke arah belakang melihat mobil yang mengikutinya." Percepat laju kendaraannya." Pungkas Mahesa.


Mobil yang dikendarai tuan Mahesa kemudian melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi melewati tol dan keluar ke area jalan raya. Mereka terus melajukan kendaraannya hingga saat mereka masuk ke area jalan sepi, terdengar sebuah tembakan.


Dor…. Satu tembakan mengenai kaca belakang mobil tuan Mahesa.

__ADS_1


Tuan Mahesa lalu menoleh." Sial!" Umpat tuan Mahesa saat melihat anak buah Lion kembali menembaki ketiga rombongan mobilnya.


Ia mengeluarkan revolvernya dari dalam jasnya kemudian membuka kaca mobilnya lalu menembak mobil yang ada di belakangnya.


Dor...tuan Mahesa menembak ke arah belakang dan kembali bersembunyi. Ia kemudian mengintruksikan kepada anak buah Rey untuk menundukkan kepalanya lalu ia kembali menembaki mobil anak buah Lion. 


Dor...dor….dor. ia menembak terus ke arah belakang, berusaha menembak ban mobil anak buah lion namun anak buah Lion melajukan mobilnya dengan cara zikzak sehingga setiap kali tuan Mahesa menembak ke arah belakang, peluruhnya selalu meleset." Sial!" Tuan Mahesa kembali mengumpat.


"Percepat laju kendaraannya," seru tuan Mahesa. 


Anak buah Rey kembali mempercepat laju kendaraannya. Saat mendapat pertigaan tuan Mahesa kemudian mengintruksikan kepada seluruh anak buah Rey untuk berpencar dan mencari jalan aman.


Tak lama mobil anak buah Lion datang dari arah belakang dan berhenti tepat di belakang mobil tuan Mahesa. Mereka semua keluar dari dalam mobil dan langsung meneliti mobil tuan Mahesa.


"Benar ini mobilnya." Ujar anak buah Lion.


"Ia benar. Ini memang mobilnya." Balas anak buah Lion yang lain


"Ayo kita masuk, mereka pasti bersembunyi di dalam!" Seru anak buah Lion. Lalu mereka sempat mengangguk dan mulai masuk ke dalam kawasan industri sambil memegang revolvernya.

__ADS_1


Melihat anak buah Lion berjalan maju. Tuan Mahesa berjalan mundur dengan perlahan tanpa mengeluarkan suara saat anak buah Lion mulai mendekat. Saat anak buah Lion sampai di petikemas, ia berdiam sebentar mengangkat revolvernya dengan kedua tangannya  dan langsung maju ke samping Petikkemas dengan mengarahkan senjatanya.


Kosong, tuan Mahesa tidak ada. Ia kembali berjalan maju. Melihat anak buah Lion yang kembali melangkah, Tuan Mahesa kembali berjalan ke arah samping. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara tembakan dari arah belakangnya. Anak buah Rey sudah jatuh tersungkur karena terkena tembakan.


Tuan Mahesa lalu mengangkat revolvernya dan langsung menembak ke arah anak buah Lion yang tadi menembak anak buah Rey. Dor...anak buah Rey ikut jatuh tersungkur.


Tuan Mahesa kembali berjalan ia mengendap-endap, agar langkahnya tak terdengar oleh anak buah lion. Ia mengintip dan melayangkan kembali revolvernya ke arah anak buah Lion. Dor… anak buah Lion kembali jatuh tersungkur. Tuan Mahesa lalu memanjat naik ke atas petikemas. Perlahan Ia mulai berjalan dan melompat. sambil melihat ke arah bawah. Namun ia kembali berhenti berjalan saat ada sebuah revorver menancap di kepalanya." Cepat katakan, dimana kau menyembunyikan Nyonya!"


.


.


.


Terimakasih karena sudah mampir di novel receh author, jangan lupa tinggalkan jejak. maaf kemarin up satu bab aja, soalnya semalam kurang enak badan. insya Allah malam nanti up lagi.


semoga kalian semua diberi kesehatan.


selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan.😊🙏

__ADS_1


__ADS_2