CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA

CINTA & DENDAM SEORANG BOS MAFIA
BAB 88. MERASA CEMBURU


__ADS_3

Setelah Lion keluar dari ruang perawatan Iren, wajahnya terlihat memerah. Nampaknya saat ini ia sedang menahan kekesalannya. Ia berjalan ke ruangan yang di sewa lion untuk tempat beristirahat Sean. Saat sampai di sana. Lion memejamkan matanya sambil menetralkan perasaannya. Namun, saat ia baru akan melangkah masuk, seseorang langsung menepuk pundaknya.


"Kau kenapa? Apa Kau cemburu?"tanya Rey ia terkekeh setelah mengucapkan itu. Saat ini, Rey sedang Berdiri, bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya di dada.


Lion menoleh." Bukan urusanmu." Jawab Lion ketus. Ia menatap tajam ke arah Rey yang saat ini berdiri di sampai pintu.


"Anggap saja itu balasan karena kau pernah menyakiti hati adikku." Seru Rey ia tersenyum. Seolah menertawai apa yang di lakukan lion saat ini.


Mendengar ucapan Rey. Seketika emosi lion terpancing, ia menolah kemudian menatap tajam Rey yang saat ini terkekeh. Ia menarik kerah kemeja Rey.


"Pasti semua ini gara-gara kau, kau yang sengaja menghubungi pria itu agar datang ke sini. Asal kau tau aku lebih segala-galanya dari dia." Seru lion. Kemudian melepaskan kerah kemeja Rey.


Rey kembali terkekeh, pria itu seperti tidak ada takutnya walaupun lion menatapnya dengan tajam. 


"Kita lihat saja nanti, siapa yang akan di pilih Iren. Kau atau Wili." Balas Rey. Ia maju satu langkah menatap wajah lion." Aku pastikan Iren akan memilih Wili." Rey terkekeh kemudian melangkah meninggal lion yang saat ini menahan amarah.

__ADS_1


"Hai, urus saja urusan percintaanmu dan jangan pernah mengurusi ku." Teriak lion sambil menatap punggung Rey yang berjalan menjauh.


Namun nampaknya pria itu tidak peduli. Ia tetap berjalan sambil mengibaskan tangannya ke atas.


Sedangkan Lion, ia bernafas berat. Entah kenapa ia merasa jauh dibawa Wili. Padahal biasanya ia selalu merasa di atas.


Lama terdiam di depan pintu. Lion kembali melangkah, ia memutar knop pintu dan langsung masuk menemui putranya.


"Daddy." Panggil Sean ia menatap sendu ke arah Daddynya kemudian Ia merentangkan Kedua tangannya meminta untuk di gendong.


"Deddy." Panggil Sean yang saat ini bersandar di pundak lion.


"Ada apa, boy?" Lion mengusap punggung Sean.


"Aku ingin menemui mommy, dad. tetapi aunty Sera melarangku." Adu Sean pada daddynya.

__ADS_1


Lion tersenyum mendengar aduan putranya." Kau ingin bertemu, mommy?" Tanya Lion.


Dengan cepat Sean mengangguk dan Langsung bangkit dari pundak lion." Sean ingin bertemu mommy." Ucap bocah itu. Ia begitu rindu dengan mommynya. Dua hari berpisah dengan Iren dan saat bertemu dengan sang mommy, mommynya terkena tembakan. Hingga akhirnya ia kembali terpisah dengan sang mommy.


"Ayo bertemu mommy, tapi Sean janji jangan menyusahkan mommy." Ujar lion. 


Mata Sean terlihat berbinar saat Lion mengatakan akan membawanya bertemu dengan iren


Bocak itu terlihat mengangguk pasti." Janji, dad." Ia mengatakan itu sambil mengarahkan keningkin nya di depan wajah lion."janji, dad."ulang Sean.


Lion tersenyum dan membalas keningkin Sean. 


"Ayo kita bertemu mommy." Ujar Sean. bocah itu terlihat bersemangat. Sambil mengalungkan kedua tangannya di leher daddynya. Setelah itu, lion melangkah keluar dari ruangan dan langsung berjalan ke arah ruang perawatan Iren.


Saat sampai di sana. Lion mengetuk dan langsung masuk ke dalam. Tiba-tiba wajahnya berubah, hatinya serasa tercabik saat melihat pemandangan di depannya.

__ADS_1


__ADS_2